Dijodohkan Dengan Santri

Dijodohkan Dengan Santri
Jendela


__ADS_3

•+62****


Gadis nakal berani berani nya kamu kabur, mungkin kali ini kamu bisa kabur tapi lihat saja suatu saat kamu tidak akan bisa kabur manis.


Setelah membaca pesan tersebut karina yang awal nya sudah tenang sekarang malah gemetar dan ketakutan lagi tetapi karina masih berusaha menenangkan dirinya dan berpikir positif.


Dan tak lama kemudian gavin pun datang menghampiri karina.


"Karina? " Kata gavin sembari menatap karina.


Karena merasa ada yang menyebut namanya karina pun langsung menoleh dan setelah tau siapa orang nya karina langsung memeluk nya.


"Karina takut" Kata karina sembari mengeratkan pelukannya.


"Udah tidak apa apa sayang aku udah ada disini kamu jangan takut" Kata gavin menenangkan karina sembari mengelus lembut kepala karina.


"Kak gavin lama banget datang nya karina udah takut banget tau" Ucap karina sembari melepaskan pelukannya.


"Iya iya maaf, kamu juga tuh yang pulang larut " Kata gavin sembari menarik pelan hidup mancung karina.


"Iya iya mangap hehe" Kata karina merasa tak berdosa atas kelakuannya yang pulang larut malam.


"Ya sudah ayo masuk ke dalam mobil kita pulang" Ajak gavin sembari menggandeng tangan karina dan karina hanya membalas perkataan gavin dengan anggukan.


Setelah sampai ke perkarangan rumah mereka, gavin langsung memasukan mobil mereka ke garasi dan mereka langsung masuk ke dalam rumah.


"Karina ke kamar dulu ya kak" Kata karina sembari menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


"Iya sayang" Jawab gavin.


Saat karina membuka pintu kamarnya karina di kejutkan dengan jendela kamarnya yang pecah, melihat itu karina langsung berteriak sekuat mungkin.


"Kak gavinnnn!!!!!!!!" Teriak karina.


Mendengarkan teriakan dari karina gavin langsung masuk ke kamar karina.


"Astaghfirullah sayang, ada apa? " Tanya gavin sembari menghampiri karina.


"Lihat ini jendela ku" Kata karina sembari menunjuk ke arah jendela kamar nya yang pecah.


"Astaghfirullah ya Allah" Ucap gavin saat melihat jendela karina.


"Takut" Ucap karina sembari memeluk gavin.


"Ayo ke kamar saya" Ajak gavin sembari membawa karina pergi dari kamar nya dan gavin langsung mengunci kamar karina.


Sesampainya di kamar gavin.

__ADS_1


Gavin melihat kondisi karina yang sekarang sangat ketakutan bahkan badannya gemeteran.


"Tenang sayang aku ada disini jangan takut ya" Kata gavin menenangkan karina sembari memeluk dan mengelus kepala karina dengan lembut.


"Kak aku takut tidur sendiri" Kata karina yang masih erat memeluk gavin.


"Yasudah kamu tidur sama saya saja" Ujar gavin.


"Gapapa? " Tanya karina sembari menatap wajah gavin.


"Iya gapapa kan kita udah halal" Ucap gavin ke karina sembari tersenyum.


"Oh iya ya, terus gimana nih karina masih pakai seragam terus gimana? " Tanya karina sembari melepaskan pelukannya.


"Yasudah ayo ke kamar kamu lagi saya temanin" Ujar gavin.


"Oke" Ucap karkna setuju.


Dan gavin pun menggandeng karina dan membuka kunci pintu kamar karina.


"Ayo tuan putri" Kata gavin mempersilahkan karina masuk.


"Baik pengawal" Kata karina sembari tersenyum.


Karina pun membuka lemari nya dan mengambil koper yang berada di lemari nya dan langsung memasukan pakaian yang lumayan banyak ke dalam koper tersebut.


"Untuk sementara ini aku mau tidur di kamar kamu dulu" Kata karina sembari menarik tangan gavin untuk pergi dari situ.


Gavin pun langsung kembali mengunci kamar karina dan mereka langsung masuk kembali ke kamar gavin.


"Aku mandi dulu ya" Ucap karina sembari masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamar gavin.


Setelah mandi karina langsung menghampiri gavin yang tengah duduk di sofa kamar nya sembari fokus ke laptopnya.


"Serius bener kak" Ucap karina sembari duduk di sebelah gavin.


"Iya lagi ngerjain tugas dari dosen"Jawab gavin sembari menoleh ke arah karina.


"Ohhh" Kata karina.


"Besok kita ke rumah mama ya, soalnya mama tadi telpon dan kita di suruh kesana" Ucap gavin sembari menaruh laptop nya ke meja.


"Pasti aku bakal di omelin" Gumam karina tetapi masih bisa di dengar gavin.


"Oh iya kamu tadi kemana kok bisa pulang semalam ini padahal kamu udah janji ga bakal pulang malam" Tanya gavin ke karina.


"Jadi gini setelah pulang sekolah ah aku langsung ke bioskop sama Fani dan Kayla setelah ke bioskop kami memutuskan untuk karaoke sebentar tetapi tanpa kami sadari dan juga HP aku nggak sengaja aku aktifkan jangan ganggu nya ya kebablasan deh, dan itu juga alasan aku Kenapa Enggak ngangkat telepon dari kamu, Bunda dan juga mama." Jelaskan Karina ke Gavin.

__ADS_1


"Ohh gitu ya" Ucap gavin paham.


" Iya maafin aku ya kak soalnya enggak sengaja banget, dan tolongin juga dong aku buat jelasin ke mama aku takut banget di omelin sama mama" kata Karina memohon ke Gavin.


" nggak mau, ambil pelajaran dari Kejadian ini bahwa kamu nggak boleh ceroboh lagi atau kamu harus lebih teliti karena kasihan Mama nangis-nangis menghawatirkan kamu dia takut Kamu kenapa kenapa Apa jadi lain kali jangan diulangi ya dan besok kamu jelasin ke mama dan Kalau diomelin anggap aja ini sebagai hukuman kamu"Ucap gavin ke karina.


"Iya deh iya, kalau gitu aku tidur dulu" Ucap karina sembari menuju kasur.


Dan karina pun langsung menyusun bantal di kasur untuk sebagai pembatas antara dia dan gavin.


"Lho sayang kok ada pembatas nya? " Tanya gavin heran.


"Iya dong" Ucap karina sembari menyusun bantal.


"Hancurin itu" Suruh gavin ke karina.


"Ga mau" Kata karina.


"Kalau kamu ga hancurin pembatas nya aku bakal aduin kamu ke mama" Ancam gavin dan membuat karina ketakutan.


"Ihh nyebelin asal kamu tau ya mama tuh orang nya kalau udah marah behhhh galak nya melebihi kata galak dan aku bakal di ceramahi 24/7 tanpa henti" Kata karina.


"Nah kamu tau kalau mama marah gimana makanya itu hancurin atau aku aduin kamu ke mama" Ancam gavin lagi.


Dan karena karina tidak ingin menambah masalah lagi dengan berat hati karina merapikan kembali pembatas yang sudah dia susun tadi dan karina pun langsung berbaring di kasur gavin dan menyelimuti dirinya.


"Au deh kamu nyebelin" Cetus karina.


"Dasar anak kecil" Ucap gavin meledek karina.


"Jangan panggil aku anak kecil paman aku karina" Tutur karina ke gavin.


"Iya deh anak kecil" Ucap gavin sembari tersenyum mengejek.


"Ihhh apa kata mama ga bener hoax katanya kamu tuh anak baik, lembut tapi kenyataannya nyebelin pengen ku lempar ke sungai" Cetus karina


.


.


.


.


Hay semua nya jangan lupa Like, Komen,dan Vote yah!.


Biar author semangat buat nulis nya😼

__ADS_1


__ADS_2