Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 11. Maafkan Saya, Alma


__ADS_3

"Maafkan saya, Alma, saya benar-benar menyesal."


Dirga masih mengusap kedua telapak tangan Alma yang masih terasa dingin, Alma mengangkat kepalanya dia menatap ke depan dan melihat jelas dada bidang Dirga tanpa kemeja.


"Astagfirullah."


Alma menjauhkan dirinya dari Dirga dan menutup matanya karena melihat aurat lawan jenis yang belum mahram baginya.


"Kenapa?" tanya Dirga yang membuat Alma menunduk tidak berani memandang.


"T-tutup dulu Om."


Oh iya, Dirga lupa bahwa wanita yang dia beli adalah wanita yang memegang teguh prinsip agama ajaran dari kedua orang tuanya dulu.


"Maaf, saya tidak bermaksud."


Dirga beranjak ke jok belakang mengambil jaket dan memakainya tanpa kemejanya karena kemejanya dipake untuk menyelimuti Alma.


"Sekarang kau bisa membuka matamu," Dirga memandang ke depan tanpa menoleh ke arah Alma sedikitpun.


Alma membuka matanya kemudian memandang Dirga yang sudah memakai jaket. "Om, jahat."


"Saya minta maaf, saya memang jahat, oke?" jawab Dirga pasrah.


Alma menunduk kesal, dia terdiam dan Dirga mulai menjalankan mobilnya, dipikir-pikir dia memang keterlaluan, meninggalkan Alma yang tidak memegang uang sepeserpun di tengah hujan.

__ADS_1


"Saya, antar kamu ke apartemen dan masakin makan malam buat kamu sebelum saya pulang ke rumah."


"Om, bisa masak?" tanya Alma antusias.


"Hm."


"Tapi, kalau kita berduaan di apartemen apa kata orang."


Dirga mengerem mendadak dia menempatkan telunjuknya di bibir Alma yang mengisyaratkan Alma untuk diam.


"Biarkan saya yang bekerja, saya tahu dua insan bukan mahram tidak baik berduaan, lagipula kita tidak akan melakukan apapun disana."


Alma terdiam dan mengangguk pelan, dia tidak berani membantah lagi, Dirga kembali melajukan mobilnya menuju apartemen Dirga, tak butuh waktu lama untuk sampai disana.


Sesampainya didepan Apartemen, Dirga segera memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil bersama Alma, sebelum itu dia juga membawa tas belanjaan milik Alma sebelum mereka langsung masuk ke unit apartemen yang di tempati Alma.


Dirga menaruh tas belanjaan milik Alma, ia kemudian menarik lengan jaketnya dan melipatnya sampai ke siku, dan berjalan masuk ke dapur.


Dirga menaruh kedua tangannya di counter dapur memikirkan apa yang akan dia masak, dia berjalan ke kulkas, dan mencari bahan namun tidak menemukan apa-apa benar-benar kosong.


Ia kemudian membuka lemari bahan disamping kulkas dan menemukan spaghetti instan dan memilih memasak spaghetti saja.


"Ah!" Dirga berdesis saat air panas mengenai tangannya.


Alma yang mendengar suara Dirga berjalan ke arah dapur dan melihat Dirga tengah mengibaskan tangannya yang terkena air panas.

__ADS_1


"Om? Om gapapa?"


Dirga menatap Alma dan mengambil spaghetti yang sudah dia masak. "Tidak ada apa-apa, maaf saya hanya bisa memasak ini."


Alma menatap piring berisi spaghetti tersebut dan terdiam sesaat sebelum mengembangkan senyum. "Gapapa Om, aku suka kok."


Alma menerima piring tersebut membuat Dirga tersenyum, Alma yang menangkap momen tersebut merasa senang namun Dirga buru-buru menurunkan senyumnya.


"Padahal Om ganteng, kalau senyum."


Dirga tidak peduli dia memilih berjalan ke ruang tamu yang membuat Alma menyusulnya. "Dasar, kulkas."


Alma duduk di sofa dan memakan spaghetti tersebut sedangkan Dirga menatapnya dalam diam, sembari menunggu Alma selesai makan.


"Manis dan cantik," gumam Dirga tidak memungkiri ciptaan Tuhan yang ada didepannya.





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


__ADS_2