
"T-tapi tidak bisa, saya masih sakit," ujar Ishaya berusaha melakukan pembelaan.
"Dari hasil medis yang kami dapatkan, Bu Ishaya sudah dalam kondisi sehat dan bisa melakukan proses hukum dengan bantuan kursi roda mengingat Bu Ishaya mengalami lumpuh," jelas seorang pria berjas kedokteran yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
Alma tentu lagi-lagi mengenal orang tersebut, dia adalah Adam, suami dari Dikta, dia datang bersama seorang pria lagi yaitu itu Ridwan.
Alma mengenal Adam dan Ridwan sudah cukup lama jadi dia tidak perlu terkejut atas pembelaan tersebut.
"Kak Sean, aku dan Gevanya yang menangani Bu Ishaya, kami sudah menyatakan Bu Ishaya bisa menjalani proses hukum terlepas dari kondisi medis," jelas Adam pada Sean kakak iparnya.
"Sedangkan Pak Arlan, aku yang menangani, dia memang dalam kondisi koma dan belum bisa melakukan proses hukum," timpal Ridwan pada Sean.
Sean mengangguk, sedangkan Ridwan kemudian segera mengambil kursi roda untuk Ishaya, dua orang polisi tadi mendudukkan Ishaya pada kursi roda walaupun dalam keadaan memberontak.
Sebelum Ishaya di bawa, Alma berjalan ke arahnya dan berbisik ke telinganya. "Kalau sampai Om Dirga mengalami sesuatu yang buruk, kau tahu kan apa yang akan aku lakukan padamu?"
Ancaman itu benar-benar membuat Ishaya menelan ludah, bagaimana tidak suara bariton beserta penuh penekanan membuat siapapun pendengernya akan bergidik.
Dua orang polisi tadi segera membawa Ishaya pergi, Sean berjalan ke arah Alma dan menepuk pundaknya. "Kakak akan pastikan dia mendapatkan balasan setimpal, kalau sewaktu-waktu pihak kepolisian butuh kesaksian kamu, bisa kan?"
Alma mengangguk dan menatap Sean. "Pasti kak!"
__ADS_1
Sean tersenyum kemudian pamit dari sana menyisakan Alma, Deno, Adam dan Ridwan.
"Mas Adam, Kak Ridwan, makasih yah, kalian benar-benar ngebantu aku," ujar Alma pada keduanya.
Adam dan Ridwan mengangkat jempolnya, mereka juga pamit pergi dari sana karena harus mengecek kondisi pasien lain. Sebenarnya mereka tidak sengaja lewat disana dan berhubung mereka sudah tahu ceritanya dari Gevanya, jadilah mereka mendadak membantu.
"Bukankah ini kebetulan?" Deno bernapas lega.
"Bukan, tapi terlalu banyak orang baik yang Allah hadirkan dalam hidup saya sampai saya lupa bahwa orang jahat hanya segelintir dari itu," jawab Alma berjalan di samping Deno menuju ruangan Dirga.
"Saya salut dengan Bu Alma, dikhianati suami sendiri bahkan dijual tapi Bu Alma tetap tegar dan berusaha ikhlas, orang ikhlas banyak tapi yang menerima keadaan itu tidak semuanya." ujar Deno yang membuat Alma tersenyum.
"Ini bukanlah kesalahan, tapi keberhasilan, iya keberhasilan dari saya sampai di titik itu."
"Om tahu, tadi ada orang yang berani menyentuh kesayangan Dirga, tapi untunglah aku bisa menghindar, aku gak bakal tahu seberapa marah Om kalau lihat ini, Om kapan bangun?"
Sejenak Alma frustrasi kembali.
"Om, begitu banyak kejadian setelah Om tidak sadarkan diri, orang-orang melihatku kuat tapi aku rapuh dan itu aku hanya rapuh di hadapan Om, apakah salah aku berharap?"
Alma menunduk air matanya mengalir sekarang hanya Dirga dan tetap Dirga, rasa-rasanya Alma sudah mempunyai tempat untuk pulang, disaat Alma menunduk tiba-tiba saja jari Dirga bergerak, yang reflek membuat Alma menekan bel darurat.
__ADS_1
"A-alma."
"Aku disini Om, masih disini."
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
Sedih banget jadi Alma :(
Betewe buat yang asing sama Sean, Adam dan Ridwan.
Sean dan Adam adalah tokoh dari Novel Author Selepas Kata Talak, sama kayak Dikta.
__ADS_1
Ridwan dari Istriku Haram Disentuh sama kayak Gevanya.