Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 61. Selangkah Didepanmu


__ADS_3

"Mbak Diandra nuduh saya?" tanya Alma yang membuat Diandra berjalan mendekati Alma kemudian merebut tas Alma.


Sebelum merebutnya, Diandra sedikit berbisik dan mengancam. "Jangan pikir, saya tidak tahu."


Alma yang mendapat bisikan seperti itu hanya tersenyum smirk kemudian memberikan tasnya dengan pasrah, Diandra langsung mengeledah tas tersebut dan tidak menemukan apa-apa.


Diandra yang merasakan bahwa dirinya tenhaj di permainkan merasa kesal, Alma langsung mengambil kembali tasnya dan berujar.


"Rasa-rasanya Bu Diandra ini menuduh tamunya mencuri tanpa ada bukti, untuk standar seorang rekan kerja, anda tidak terlalu begitu kompeten, saya harap, orang-orang masih mau bekerjasama dengan Anda!" ujar Alma pelan tapi menusuk.


Alma langsung menarik tangan Dirga dan pergi dari sana, tapi sebelum Alma pergi, ia sedikit berbisik kepada Diandra.


"Aku selangkah, dihadapanmu," bisik Alma berlalu begitu saja karena sudah menyelesaikan semua tugasnya dan dia yakin Deno pun begitu.


"Oh iya!" Alma membalikkan badannya kemudian menunjuk sebuah proyektor yang mengarah ke sebuah dinding kosong di ruangan pesta itu. "Kalian harus lihat ini, barangkali ini bisa mengubah pemikiran kalian tentang Bu Diandra."


Alma menekan sebuah tombol dari dalam tasnya yang membuat proyektor yang harusnya dipakai Diandra untuk mempresentasikan konsep kerja dihadalan klien yang diundang pada pesta ini malah memutar sebuah video ketika Diandra menyuruh seseorang untuk memutus rem mobil Dirga.

__ADS_1


Sontak semua terkejut termasuk Diandra sendiri, Diandra buru-buru berjalan ke arah proyektor itu dan mematikannya, walaupun begitu semua tamu undangan sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Diandra menahan malu di pestanya sendiri, dia sudah salah memilih lawan, Alma segera menarik tangan Dirga pergi dari sana sehungga tak lama kemudian beberapa polisi masuk ke rumah Diandra dan langsung menahan Diandra.


"Bu Diandra, anda kami tahan atas laporan pemalsuan identitas dan eksploitasi, ikut kami ke kantor," ujar polisi tersebut yang adalah Sean.


Sean segera menahan Diandra, semua orang terkejut termasuk Diandra sendiri, dia kalah sebelum berperang, Sean membawa Diandra bersama Timnya masuk ke dalam mobil polisi untuk dibawa ke kantor.


"Kamu hebat sayang," Dirga mengusap puncak kepala Alma kemudian menariknya ke dalam pelukannya.


"Sebentar lagi kita bakal nikah, aku gamau aja ada yang ngeganggu pernikahan kita Mas," jawab Alma pada Dirga.


Dia membawa mobilnya sendiri karena mobil Dirga sudah di rusak oleh Diandra, Deno keluar dari mobil dan langsung melakukan tos dengan Alma.


"Kita berhasil!" ujar Deno penuh semangat.


"Kamu yang hebat!" jawab Alma membuat Deno tersipu.

__ADS_1


"Tunggu, bagaimana bisa maksud Mas bagaimana bisa ada pada Deno?" tanya Dirga masih bingung.


"Sewaktu keluar dari kamar aku lihat Diandra, sudah pasti dia tahu tujuanku, jadi aku menyerahkan surat bukti ini ke Deno dan menyuruhnya untuk ke kantor polisi segera dan aku akan menahan Diandra, sampai akhirnya beginilah yang terjadi."


Dirga mengangguk-anggukkan kepalanya paham, Alma benar-benar tidak tertebak menurut Dirga, disaat mereka mengobrol, Albert datang menemui mereka.


"Terimakasih Dirga, Alma dan Deno, saya gak tahu harus bagaimana lagi, dan sesuai janji saya, saya akan menyerahkan diri ke polisi atas kasus pembunuhan kedua orang tua Alma."


Alma terdiam, Albert atau Arlan itu serius dengan ucapannya.





Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


__ADS_2