
Sudah Tiga Minggu setelah kejadian di dalam outlite KETOPRAK SELINGKUH milik Dirga, dan tidak ada kabar pasti dari Diandra, apakah ia akan melanjutkan rencananya.
Sehingga membuat, Alma, Deno dan Dirga menurunkan siaga mereka terlebih sebentar lagi adalah hari pernikahan Alma dan Dirga.
Yah, Alma sudah melewati masa iddahnya sehingga hanya tinggal menunggu pernikahannya dengan Dirga nantinya.
"Mas singgah di minimarket dulu yah, aku mau beli sesuatu," pinta Alma pada Dirga.
"Apa?" tanya Dirga menatap Alma sekilas.
Mereka berdua baru saja pulang dari pengecekan persiapan pernikahan mereka berdua dan harus langsung menuju kantor, karena hari ini klien yang mewakili Diandra akan datang untuk membicarakan proyek mereka.
"Aku, lagi yah begitulah," jawab Alma enggan menyebutkan barang yang ingin dia beli. "Biasa, Perempuan."
"Oke," Dirga melanjutkan menyetir mobilnya sambil sesekali melirik ke kanan dan kiri mencari minimarket atau supermarket terdekat.
Hampir lima menit mereka disana melewati jalan tol yang menghubungkan jalanan kota dan sebuah perbatasan antara kota yang ramai dan daerah jalan tol, setelah melewati jalan tol yang mengarah ke kantor Dirga, kini mobil tersebut sudah memasuki area dimana banyak bangunan tinggi.
Dirga yang sedari tadi celingukan mencari Minimarket akhirnya menemukan sebuah minimarket dengan warna khas, biru dan kuningnya.
Melihat itu, Dirga segera menepikan mobilnya di halaman minimarket tersebut.
"Yuk, turun," ajak Dirga yang membuat Alma mengangguk.
Dirga turun dari mobil disusul Alma yang langsung masuk kedalam minimarket tersebut, melihat itu Dirga memilih mengikuti calon istrinya memilih barang yang ia ingin beli.
"Aku mau beli snack marshmellow," pinta Dirga meraih bungkusan marshmellow.
"Gak boleh, ini terlalu manis," jawab Alma meraih kembali bungkusan marshmellow tersebut dari tangan Dirga.
"Ayolah, please, sayang," rengek Dirga yang membuat Alma menggelengkan kepalanya.
Alma memang sangat menjaga pola makan Dirga, terlepas Dirga yang sudah mendekati kepala empat, Alma tidak ingin calon suaminya itu, menderita diabetes.
"Udah ah, mending yang ini aja," ujar Alma menyerahkan beberapa bungkusan keripik kentang rendah kolestrol ke keranjang yang dibawa Dirga.
__ADS_1
Melihat itu Dirga hanya merenggut cemberut dengan muka masam dengan kedua bola mata hazhelnut yang mendelik malas, sehingga membuat Alma menatapnya gemas.
"Gemes deh," Alma meraih kedua pipi suaminya dan memencetnya kemudian mengusap kilas rambut calon suaminya itu.
Dirga yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mematung dan tersenyum mengikuti Alma yang mencari barang lainnya.
Alma memasuki area minuman, mengambil beberapa botol air mineral dan teh kemasan siap minum serta beberapa teh kemasan low sugar untuk calon suaminya.
"Udah semua kan?" tanya Dirga pada Alma yang sedang berdiri didepan rak parfum.
Satu Fakta, jangan pernah mengajak seorang wanita ke minimarket ataupun pusat perbelanjaan, dia mungkin dia hanya ingin membeli A tapi endingnya adalah Z.
"Oke, yuk ke kasir," jawab Alma berjalan ke kasir disusul Dirga dibelakangnya.
"Mbak, itu belanjaan saya yah," ujar Alma pada kasir tersebut sambil menunjuk Dirga yang sedang kewalahan membawa belanjaannya.
Kasir tersebut mengangguk kemudian mulai menghitung jumlah barang dan harga tersebut sebelum memasukkannya ke dalam kantong.
"Total semuanya jadi, tiga ratus ribu enam ratus rupiah," Kasir tersebut tersenyum pada Dirga.
"Terima kasih, itu anaknya yah pak?" tanya kasir tersebut menunjuk Alma yang langsung menahan tawa di samping Dirga.
Dirga mengangkat alisnya dan menatap lekat kasir disana. "Anak?"
Kasir tersebut mengangguk sembari menyerahkan kantong belanja ke Alma.
"Dia istri saya, bahkan saya udah punya anak dari dia," jawab Gibran menurunkan sedikit kacamatanya kemudian meraih tangan kasir tersebut. "Kalau mbak mau jadi istri kedua saya gimana?"
Dirga berbohong, tapi dia sudah mengklaim dan membooking Alma untuk menjadi istrinya seumur hidup.
Mbak kasir tersebut kaget dengan pipi merona berusaha melepaskan tangannya dari Dirfa.
Mendengar itu membuat Alma melotot tajam dan menarik telinga Dirga kesal.
"Tuh kan, istri saya cemburu, udah percaya belum?"
__ADS_1
Kasir tersebut mengangguk yang disusul perginya Alma dan Dirga keluar dari minimarket tersebut.
"Genit!" keluh Alma setelah masuk kedalam mobil.
"Kamu sih jahil, aku mau marshmellow gak kamu izinin," jawab Dirga kembali menyalakan mesin mobilnya.
"Kan aku dah bilang mas itu ada riwayat diabetes, makanannya yang low sugar aja, lagian kita mau nikah, gak lucu ditengah nikah, mas dibawa ke rumah sakit," Alma melipat kedua tangannya.
Selama ini Alma memang selalu mengontrol apa yang dimakan Dirga, mengingat riwayat kolestrol dan diabetes dari suaminya, sehingga tak jarang Dirga harus sembunyi-sembunyi jika ingin melanggar aturan makan dari Alma.
"Tapi kan cuma sekali," Dirga menjalankan mobilnya meninggalkan area minimarket.
Raut wajah Dirga berubah sedih yang membuat Alma tidak tega.
Alma meraih kantong kresek dari belanjaannya tadi dan mengambil es krim coklat yang ia beli, ia menarik kepala Dirga menghadap kepadanya.
Disela tatapan tersebut, Alma menyuapi es krim tersebut kepada Dirga yang membuat Dirga menjadi kaku seketika.
"Enak?" tanya Alma pada Dirga yang belum sepenuhnya menelan es krimnya.
Dirga yang tadi kaku tersenyum dan menarik kepala Alma dan mengusap puncak kepala istrinya yang membuat es krim di mulut Gibran belepotan di bibirnya sendiri.
Setelah selesai mereka hanya saling berpandangan kemudian melanjutkan perjalanan mereka dengan Alma yang bersandar di bahu Dirga sambil sesekali menyuapi Dirga es krim.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
__ADS_1