
Assalamualaikum
Maaf yah Author sudah Tiga Hari tidak update, dikarenakan Kondisi Kesehatan yang kurang memungkinkan.
Insha Allah, besok Crazy Up
Selamat membaca :)
•
•
•
"Dia itu kakak Ishaya!"
Suara Alma memecah sesi diskusi mereka bertiga di dalam outlite KETOPRAK SELINGKUH milik Dirga, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, karyawan lain sudah pulang menyisakan Alma, Deno dan Dirga.
"Setahu Mas, Ishaya gaada kakak dek, dia anak tunggal," jawab Dirga berusaha meluruskan.
Alma mengusap wajahnya, ia kemudian melirik Deno untuk memberikan data yang mereka punya kepada Dirga, Deno yang paham langsung memberikan sebuah laptop yang sudah terbuka.
"Apa ini?" tanya Dirga bingung.
"Diandra Aninda, beberapa tahun lalu dia di asingkan oleh kedua orang tuanya karena mengidap penyakit seperti psikopat, dia sengaja direhabilitasi tapi bukannya sembuh dia malah menjadi-jadi sehingga kedua orang tuanya memilih mencoret namanya dari daftar Kartu Keluarga, hanya Ishaya yang tulus kepada kakaknya," jelas Deno.
"Dan Mas tahu? Tidak ada asap kalau tidak ada api, Diandra tidak mungkin muncul begitu saja dalam keadaan seperti ini, dan tadi aku berbicara dengannya, kecemasanku terbukti, dia datang untuk balas dendam kepada kita," Alma benar-benar memperkuat argumen disini.
__ADS_1
Dirga yang awalnya sedikit ragu menjadi percaya apalagi melihat ekspresi kekasihnya yang begitu serius, mereka bertiga kini saling bertatapan serius.
"Sudah malam, lebih baik kita bincangkan ini besok, Deno kamu pulang saja dulu," jelas Dirga membubarkan meeting dadakan mereka.
"Terus, Pak Dirga sama Kak Alma?"
"Kami mau pacaran, kamu mau lihat?" goda Dirga yang membuat Deno menekuk wajah.
Semenjak Boss Kulkas nya itu mencair akibat mati lampu karena hampir ditinggalkan Alma dulu, dia malah menjadi bucin akut yang kadang membuat Deno heran sendiri.
"Yaudahlah, hati-hati kalau berduaan yang ketiga biasanya setan," Deno menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Kamu dong, kamu orang ketiga kan disini," jawab Dirga yang membuat Deno semakin menekuk wajah.
Deno berjalan keluar melalui pintu belakang menuju mobilnya sendiri yang ada di parkiran, sedangkan Alma kini hanya berduaan dengan Dirga.
"Kamu buru-buru banget sih sayang, kan Mas belum manja-manjaan," jawab Dirga menatap dengan tatapan manja kepada Alma.
Alma mendengus sebal, bisa-bisanya Dirga ingin dimanja disaat seperti ini, Dirga memajukan wajahnya kepada Alma mendekatkan wajah mereka.
"Mas Dirga jangan aneh-aneh yah!"
Dirga yang melihat ekspresi Alma hanya tertawa puas kemudian mengambil sebuah kalender mini yang sudah banyak tanda silang nya.
"Hari ini lupa ngenandain Mas Iddah kamu, tinggal delapan belas hari lagi dan kita bisa menikah," Dirga menyilang tanggal hari ini di kalender tersebut.
Alma tersenyum kemudian mengambil kalender itu, Dirga memang sangat menantikan Masa Iddah Alma selesai, karena dia ingin segera mengesahkan hubungan mereka dimata Agama dan Hukum.
__ADS_1
"Ehm!" Dirga mengeluh mengusap lehernya yang sedikit pegal.
"Kenapa Mas?"
"Pegal," jawab Dirga singkat.
Alma merogoh tasnya mengambil sebuah minta aromaterapi yang biasa dia pakai ketika pegal, Alma berjalan ke arah Dirga kemudian memijat pelan leher Dirga.
"Enak?"
"Rasanya pengen dikelonin," jawab Dirga cengengesan tidak jelas. "Mas akhir-akhir ini suka pegal, padahal sebelum sama kamu Mas gak pernah pegal."
"Huh?"
Alma menghentikan aksi nya kemudian meraih tasnya, perkataan Dirga menyebalkan bagi Alma.
"Dek, kenapa?"
"Mas Dirga nyebelin, aku mau pulang!"
•
•
•
TBC
__ADS_1
Jangan Lupa Like.