
Suara Alma membuat semuanya menatap ke arah Alma, pernyataan tersebut membuat Arlan dan Ishaya hening seketika.
"Kamu, siapa?" tanya Ayah Ishaya yang membuat Alma tersenyum.
"Saya, Almaira Alshad, calon istri Pak Dirga. Calon madu anak bapak, dan mantan istri Pak Arlan," Alma menekan kalimatnya itu.
Deg!
Bagaimana bisa Alma berkata seberani itu yang membuat Dirga ikut terdiam, pernyataan pembenaran itu membuat kedua orang tua Ishaya terdiam dan terkejut bukan main.
"Jadi benar, Dirga, kamu selingkuh?" tanya Ayah Ishaya menatap Dirga.
"Biar saya mewakili jawaban dari pertanyaan anda, yah saya adalah kekasih Pak Dirga, ada masalah tentang ini?" Alma melipat kedua tangannya menatap dengan wajah santai.
Arlan dan Ishaya ikut terdiam dan saling melempar tatapan, bagaimana bisa Alma malah mendukung aksi mereka ketimbang membantu Dirga yang kini semakin tersudutkan dan apa sebenarnya niat Alma.
"Dirga, kamu kurang ajar bagaimana bisa kamu selingkuh dan tidak mengakui anak dalam kandungan Ishaya."
"Tunggu, saya hanya membenarkan bahwa aku selingkuhan Pak Dirga, dan pelakor dalam rumah tangganya, tapi saya pelakor spesial Pak," jawab Alma duduk didepan kedua orang tua Ishaya. "Coba bapak pikirkan, bagaimana bisa Pak Dirga yang merupakan orang kepercayaan bapak berbohong, dan bapak malah memilih percaya pada Pak Arlan yang baru bapak temui saat ini."
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Saya sebenarnya kasian dengan bapak dan ibu, saya tidak menyalahkan kejadian ini, tapi saya menyayangkan bahwa anak yang bapak dan ibu banggakan tidaklah sebaik itu," Alma melirik Ishaya.
"Jangan bicara sembarangan kamu!" Ishaya berdiri dan menunjuk Alma.
"Lah kok, marah? Masuk perangkap yah, logika saja jika Ishaya tidak bersalah kenapa dia harus bersikeras jika ingin melakukan pembuktian?" tanya Alma.
Pertanyaan skatmat, Alma menang lagi kali ini atas lawan bicaranya. "Kenapa Ishaya langsung menghubungi Pak Arlan sedangkan Pak Dirga sendiri hanya tidak mengakui dan belum menyebutkan siapa ayah dari anak itu."
"Itu karena Ishaya tahu dia sudah salah dan dia tahu tersangkanya adalah Arlan sendiri, sehingga dia mencoba memanipulasi keadaan, jadi apakah mata anda masih belum terbuka tentang ini?" Alma menodong Ayah Ishaya dengan pertanyaan tersebut.
"Statemant saja semua orang bisa. Kau tidak punya bukti apapun?" Arlan bersuara.
"Saya akan mengatakan bahwa anak dalam kandungan Ishaya adalah anak Pak Arlan, mantan suami saya, dan Ishaya sendirilah yang sudah selingkuh, jadi apakah salah jika Pak Dirga juga selingkuh, dia merebut suamiku, apakah aku salah merebut suaminya?" Alma bersuara lantang.
Pernyataan bernada noktah yang berarti titik itu sudah tidak dapat di elak lagi, Alma mengeluarkan ponselnya ditengah detik menegangkan itu dan memperlihatkan bukti foto-foto kemesraan Ishaya dan Arlan.
Kedua orang tua Ishaya tertegun tidak percaya, Arlan dan Ishaya sudah sudah kicep disudutkan keadaan dan tidak bisa berkata apa-apa karena bukti itu sudah nyata dan jelas.
__ADS_1
"Kalau anda masih tidak percaya, ayolah jaman sudah modern, kita mengenal yang namanya tes DNA dan saya bisa memastikan bahwa itu adalah anak dari Pak Arlan."
Ayah Ishaya berdiri mendengar semua itu, dia berjalan penuh amarah ke arah Ishaya.
"Pa! Aku gak salah, ini anak Dirga!"
/Plak/ Suara tamparan.
Ishaya memegang pipinya akibat tamparan tersebut, sedangkan Alma hanya tersenyum penuh kemenangan.
•
•
•
Assalamu'alaikum
Maaf baru update Author ga enak badan.
__ADS_1