Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 40. Akhir Kisah Ishaya


__ADS_3

"Saya gak salah! Saya gak mau!"


Ishaya terus memberontak saat akan di amankan oleh kedua pihak polisi tadi, Ishaya kini sudah berada di dalam mobil polisi dalam perjalanan menuju kantor polisi.


"Lebih baik, Bu Ishaya menjelaskannya dengan kantor kami!" jelas Sean yang membuat Ishaya tidak berhenti memberontak.


"Lepasin saya!"


Mobil yang dikendarai Sean melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena memang jalanan sedang sepi pada jam dua malam begini, Ishaya terus memberontak sehingga membuat dua orang polisi yang menjaga di sisi kanan dan kirinya merasa risih.


"Bu, lebih baik anda diam, anda bisa menjelaskannya nanti di kantor!" Sean kali ini membentak.


Ishaya tidak menyerah, dia mencari cara agar bisa lolos dari sana, sampai akhirnya Ishaya menemukan sebuah ide, dia mengigit lengan polisi di sisi kanannya sehingga membuat polisi tersebut terlonjak ke sisi kiri menimpa temannya.


Mendapat kesempatan itu Ishaya langsung membuka pintu mobil yang sedang berjalan, setelah berhasil membukanya dengan paksa Ishaya segera melompat padahal mobil tersebut sedang berjalan dengan kecepatan yang lumayan.


Brugh!


Suara teriakan kesakitan Ishaya saat dirinya menimpa aspal membuat Sean segera menghentikan laju kendaraannya.


Ishaya awalnya hanya meringis kesakitan dan mencoba kabur, namun dia lupa bahwa dia terlempar ke bagian tengah jalan, sebuah klakson dari mobil kijang berkecepatan tinggi tidak bisa Ishaya hindari.


"Bu Ishaya!" teriak Sean hendak menyelamatkan Ishaya.


BRAK!


Suara benda yang beradu dengan tubuh Ishaya terasa ngilu di keheningan malam itu, teriakan Ishaya beransur memudar seiring dengan tubuhnya yang terpental jauh dari tempat nya tadi.

__ADS_1


Melihat itu kedua polisi tadi langsung mendatangi tubuh Ishaya yang sudah bersimbah darah dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"Cepat! Kita harus kembali ke rumah sakit!" perintah Sean menyuruh kedua polisi itu membawa Ishaya masuk ke mobil. "Biar saya yang membawa ke rumah sakit, kalian berdua amankan sopir mobil tadi."


"Baik Ndan!"


Sean masuk ke mobilnya kemudian memutar balik arah mobil polisi tersebut menuju rumah sakit, selagi menyetir, Sean merogoh ponselnya dan mencari nomor Alma.


Sean menelepon Alma untuk mengabarkan apa yang terjadi kepada Ishaya.


"Halo, Kak Sean?"


"Alma! Ishaya tertabrak mobil, kakak sedang dalam perjalanan kesana!"


"Hah!"





"Saya tidak menyangka kalau Ishaya akan berbuat begini," Papa Ishaya terdiam setelah mendengar kronologi cerita dari Sean.


Dia benar-benar tidak habis pikir kenapa putri semata wayang nya bisa tumbuh sebagai seorang kriminal.


"Dirga, maafkan Ishaya, dia sudah terlalu banyak berbuat salah pada kamu, nak."

__ADS_1


Papa Ishaya tampak meratapi kesalahan anak nya yang membuat Dirga berjalan ke arah mertuanya itu dan meraih pundaknya.


"Papa, tidak seharusnya mengatakan ini, aku sudah ikhlas dengan semuanya."


"Kamu pria yang baik, Ishaya memang tidak pantas mendapatkan suami sebaik dan sesabar kamu," jawab Papa Ishaya memeluk menantunya itu.


Suasana kembali hening menanti tim medis di dalam sana bertindak, sampai tak lama kemudian, Adam keluar dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak.


"Bagaimana anak saya?" tanya Papa Ishaya menghampiri Adam.


Adam menghela napas panjang menatap wajah mereka satu persatu. "Kami sudah melakukan yang terbaik, namun sayangnya Bu Ishaya terlambat mendapatkan perawatan medis."


"Maksudnya?"


"Bu Ishaya sudah meninggal ditempat sebelum di bawa ke rumah sakit."


Deg!





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


Mau kasian sih tapi Ishaya mah gitu.


__ADS_2