Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 57. Wajah Baru


__ADS_3

Deno kini tengah mondar-mandir di depan ruangan meeting mereka, menunggu kedatangan Dirga dan Alma.


"Bagaimana Pak Deno?"


Deno membalikkan badannya ke arah pria yang baru saja mengajukan pertanyaan kepada dirinya, Pria itu adalah sosok wakil dari Diandra, jadi Deno sedikit menaruh curiga kepadanya.


Entah kenapa pria bernama Albert ini, tidak asing Dimata Deno, ditambah oleh gerak-geriknya yang seakan tidak nyaman, belum lagi dia memiliki bekas luka tersendiri di wajahnya.


HM, seperti bekas operasi plastik, yah seperti bekas perban yang baru saja dibuka, wajahnya berubah tapi bentuk badannya, Deno menangkap sesuatu disini.


"Arlan?"


Deno hanya bisa mengatakannya dalam hati karena tidak mungkin dia akan memergoki Arlan secara langsung apalagi dia tidak punya bukti apa-apa bahwa Albert adalah Arlan.


Makanya sedari tadi Deno mondar-mandir menanti kedatangan Alma dan Dirga yang tak kunjung datang.


"Ehm, Pak Albert tunggu saja di dalam mungkin Pak Dirga dan Bu Alma sedang kejebak macet," jawab Deno berusaha menetralkan perasaannya.


"Kenapa tampak gugup begitu, Pak Deno?" tanya Albert yang membuat Deno berdegup kencang.


"Tidak, saya tidak apa-apa kok Pak," jawab Deno tersenyum.

__ADS_1


Albert berjalan ke arah Deno, dia meraih kedua bahu Deno dan mendekatkan wajahnya ke telinga Deno kemudian berbisik.


"Kamu sudah tahu saya siapa kan, Den?" bisik Albert yang membuat Deno menelan ludah.


Tebakan dan insting Deno tidak meleset itu adalah Arlan, dan Deno hanya bisa menatap Arlan yang sudah melepas bahunya.


"A-arlan?"


Albert mengangguk, tapi dia tampak tidak merasa senang melainkan menatap Deno seolah ingin menyampaikan sesuatu tapi tertahan.


Sementara itu Dirga baru saja memarkirkan mobilnya di depan kantornya, Dirga meraih gagang pintu tersebut tapi tertahan karena Alma meraih pergelangan tangannya.


"Kenapa dek?" tanya Dirga yang membuat Alma meraih tasnya dan mengambil tissue dari dalam sana.


Alma mengelap wajah Dirga dengan tissue yang membuat Dirga hanya diam dan menikmati, sementara itu baju kemeja putih Dirga juga sudah kotor.


"Bawa kemeja ganti kan?" tanya Alma yang membuat Dirga mengangguk.


"Jok belakang," Dirga menunjukkannya dengan dagu kemudian mengarahkan kedua tangannya melepas kancing kemejanya.


Kini Dirga hanya memakai kaos singlet, Alma sampai mengucap istighfar karena dada bidang suaminya itu, Alma pernah melihat kotak-kotak milik Dirga.

__ADS_1


"Zina mata gak nih?" Alma menutup matanya yang membuat Dirga tertawa dan memakai kemeja barunya.


Dirga memang memiliki wajah yang sempurna, keturunan Chinese-australia didapat dari Nanas, ibunya yang Chinese dan Anthony, ayahnya yang merupakan seorang arsitek terkenal berasal dari Australia.


Jadi tidak heran jika garis wajah oriental blesteran itu terasa sangat sempurna, dan membuat Alma bisa jatuh cinta, berkali-kali.


Setelah selesai mereka berdua kemudian berjalan menuju kantor setelah keluar dari mobil, tujuan mereka adalah ruangan meeting, dimana Deno sudah menunggu.


Sesampainya disana mereka langsung melihat Deno yang keringat dingin, Alma mengangkat alis berusaha bertanya ada apa, tapi Deno hanya menunjuk sosok Albert di dalam ruangan meeting.


"Pak Albert?" Dirga menyapa kliennya itu.


Albert berdiri dia menghampiri Dirga dan Alma dengan wajah khawatir. "Dirga, Alma, saya mohon, bantu saya lepas dari Diandra, saya tidak ingin melakukan kejahatan lagi."





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2