Dijual Suamiku Dibeli Pamanku

Dijual Suamiku Dibeli Pamanku
BAB 32. Kehilangan Semuanya


__ADS_3

Sementara itu Arlan dan Ishaya yang berusaha kabur dari sana berjalan dengan tergesa-gesa namun Arlan kesulitan berjalan karena kesakitan, mereka hendak naik lift namun lift tiba-tiba saja mengalami kemacetan yang membuat mereka berdua memilih menggunakan tangga darurat.


"Kuat Lan, kita harus segera pergi, pasti Alma sudah menelepon polisi sekarang," Ishaya memapah tubuh Arlan dengan keadaan tergesa-gesa.


"Tunggu, kakiku sakit," jawab Arlan merasakan pusing setengah mati pada dirinya.


ishaya tidak menjawab dia berjalan menuju tangga darurat dan berjalan perlahan menuruni tangan darurat tersebut, namun karena dia memapah tubuh Arlan membuat langkahnya sedikit terselengkat.


DUG!


Jeritan Ishaya yang merasakan sakit diperutnya sesaat mereka berdua jatuh terguling dari tangga ke lantai bawah, Ishaya seketika merasakan sakit di perutnya karena benturan itu.


Sementara Arlan yang ikut jatuh malah menghantam lantai dengan keras sehingga menimbulkan luka di wajahnya, dengan wajah penuh darah Arlan kini dalam kondisi tidak sadar, sedangkan Ishaya yang merasakan sakit luar biasa menatap Arlan sekilas.


"Lan! Perut aku sakit!" Ishaya memegang perutnya sendiri yang sakit karena hal tersebut.


Perlahan darah mengalir dari pangkal pahanya yang keluar dari daerah intinya di iringi perasaan sakit luar biasa disana, Arlan yang tidak sadarkan diri juga tidak bisa membantu Ishaya.


Ishaya yang sudah tidak kuat perlahan menangis dan tidak menghiraukan sekitat lagi dan semuanya menjadi gelap seketika.


Sementara itu Deno yang baru tiba di unit apartemen Alma terkejut melihat Dirga yang tidak sadarkan diri, Deno segera memapah tubuh Dirga keluar dari sana untuk turun ke lantai bawah.

__ADS_1


Alma meraih tasnya dan menyusul Deno dan Dirga, namun karena Deno dan Dirga sudah masuk lift duluan, Alma terpaksa memakai tangga darurat.


Namun betapa terkejutnya Alma melihat Ishaya dan Arlan bersimbah darah di lantai bawah yang membuat Alma shock dalam keadaan membekap mulutnya sendiri.


Alma segera berlari menyusul Deno dan Dirga yang sudah ada di mobil. "Den, biar saya aja yang bawa tolong kamu panggil ambulans untuk bawa Arlan dan Ishaya kerumah sakit, mereka ada di tangga darurat."


"Baik, Bu," jawab Deno berjalan masuk kembali ke apartemen meninggalkan Alma.


Alma masuk ke dalam mobil dan mengelus wajah Dirga pelan. "Om, yang kuat yah, aku cinta sama Om."


Alma menyalakan mesin mobil dan menuju rumah sakit.



"Bu, Ishaya sudah sadar?" Seorang dokter masuk dan mengecek kondisi Ishaya.


"Saya, kenapa dok?" tanya Ishaya meringis.


"Bu Ishaya mengalami cedera tulang belakang yang membuat Bu Ishaya lumpuh sementara, dan Kandungan Ibu, mohon maaf kami sudah berusaha tapi Ibu harus kehilangan janin Ibu," jelas dokter tersebut prihatin.


Mendengar ini membuat Ishaya berasa dihujam pisau seribu atas penjelasan sang dokter, Ishaya kemudian frustrasi dan mengingat Arlan.

__ADS_1


"Pasangan saya mana?"


"Pak Arlan?"


Ishaya mengangguk, dokter tersebut kemudian menghela napas panjang. "Pak Arlan mengalami pendarahan hebat di otak kecilnya sehingga membuat beliau mengalami koma."


Deg!


Ishaya kembali di pukul dalam atas fakta ini, rasanya nyawa Ishaya beralih meninggalkan raga Ishaya karena fakta ini, sekarang Ishaya hanya bisa terdiam kaku, tidak melakukan apapun karena rencana mereka malah berbalik kepada mereka sendiri.





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2