Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Jejak


__ADS_3

Laura bangun lebih awal untuk bersiap ke kampusnya, setelah selesai kemudian ia membangunkan suaminya Darren agar pria itu juga bersiap untuk pergi ke kampus bersamannya.


"Darren ayo bangun, kau harus ke kampus!" Laura mengguncang tubuh suaminya beberapa kali.


"Laura, aku masih mengantuk." Darren enggan mebuka mayanya, pria muda itu justru malah berbalik dan membelakangi istrinya.


"Darren bangun. Ayo mandi!" Laura menarik tangan Darren agar pria itu lekas bangun.


"Berikan aku satu ciuman maka aku akan bangun." ujar Darren serak dengan masih menutup matanya.


"Dih, kau itu menikahiku untuk balas dendam kan bukan untuk melakukan hal mesum denganku." Laura memukul dada Darren yang kemudian Darren menahannya.


"Hanya satu ciuman apa sesulit itu untukmu? Bahkan aku kerap kali melihat Daniel menciummu."


"Ya, karna dulu Daniel kekasihku."


"Ya dan aku suamimu. Aku juga berhak mendapatkan ciuman atau lebih dari itu." Darren semakin menahan tubuh Laura untuk tetap berada di atas tubuhnya.


Cup


Laura mencium bibir Darren sekilas.


Darren melemas seketika saat di cium oleh gadis tercantik di kampusnya ini mimpi setiap mahasiswa di kampusnya. Ia beruntung .


Darren tersipu. Laura menatap Darren yang merona, "Kau seperti gadis perawan yang baru mendapatkan ciuman pertama." Laura terkekeh, tak rugi juga mencium Pria tampan seperti suaminya, Darren cukup seimbang dengan Daniel pikir Laura.


"Enak saja aku sudah sering melakukan ciuman dengan mantan kekasihku dulu." Sangkal Darren, dan ia berbohong. Darren belum pernah pacaran sebelumnya, justru kapalnya karam sebelum berlayar.


"Baguslah jika begitu. Ayo tepati janjimu untuk mandi." Laura membantu Darren untuk bersiap kekampusnya setelah sarapan.


.


Sial Laura semakin muak saat Darren mengenakan atributnya berupa kacamata tebal dengan fashion rambut belah tengah di baluri minyak goreng.


Ya Tuhan, tak cukupkah Darren mempermalukannya di hari pernikahan mereka? Apa Darren ingin menunjukan pada semua teman kampusnya jika seorang culun lumpuh dan jelek bisa mendapatkan wanita speak bidadari. Laura memijat keningngnya dengan tangan yang memegang stir kemudi.

__ADS_1


Mentalnya cukup terguncang pagi ini oleh pria yang bernama Darren itu.


Darren menikmati raut kesal di wajah cantik Laura.


Sial teman-teman Laura menjadi lucknut semua. Bahkan bestaie Laura yang bernama Cindy dan Viona menyambut kedatangannya dengan sorak sorai kelopak bunga serta sebuah speaker.


"Inilah, pasangan terhot abad ini, Laura Moses dan si Culun lumpuh." ucap Viona saat Laura membantu Darren keluar dari mobil, di sertai taburan bunga membuat laura semakin muak di buatnya.


Laura tak menyaut ataupun melirik teman-teman yang menertawakannya dan Darren. Seperti ini kah di permalukan di tempat umum? pikir Laura. Sial Darren hanya diam tak membelanya sama sekali. Aih bukankan ini yang di inginkan Darren, mempermalukan Laura.


"Puas Kau? Mempermalukan aku di hadapan semua orang!" Laura mendorong kursi roda memasuki kelas mereka, dengan amarah yang tercokol di hatinya.


Amarahnya semakin menjadi saat Cindy temannya memasuki kelas dengan mantan kekasihnya. Temannya itu duduk di pangkuan Daniel dan mengecup pipi Daniel tanpa sungkan.


Amarah, sakit hati juga cemburu menikamnya secara bersamaan, dan sialnya Laura tidak bisa berbuat apa-apa.


Kali ini Laura memilih bolos dari kelasnya meninggalkan Darren di kelasnya. Ia tak tahan melihat kebersamaan teman dan mantan kekasihnya yang masih sangat ia cintai.


Setelah kepergian Laura, Daniel juga ikut pergi, meninggalkan kelas membuat Darren menatap penuh curiga mantan kekasih istrinya.


.


.


Saat pulang Laura kembali menyetir, ia juga tidak berbicara sepatah katapun. Saat Darren bertanyapun kemana tadi ia pergi, Laura enggan menjawab.


Saat sampai di kamar mereka tanpa perasaan apapun Laura membuka pakaiannya ia bersiap untuk mandi.


"Laura kau melakukan apa dengan Daniel." Darren menggeram marah saat melihat dua ruam di leher istrinya.


"Melakukan apa sih? Aku tidak melakukan apapun." Laura menyangkal karna memang ia tidak melakukan apapun.


"Kau pikir aku bodoh? Haah." Darren menarik Laura hingga terbaring di atas ranjang. Darren tidak memperdulikan rasa sakit dan ngilu pada area kakinya.


"Kau melakukan hal bodoh! Kau tidur bersama Daniel." tuduh Darren, dasar Darren bodoh ia tak bisa membedakan mana ruam karna ****** atau alergi.

__ADS_1


"Kau bahkan meninggalkan tanda di tubuhmu agar aku marah bukan? Kau ingin melihatku marah Laura?" Darren membentak istrinya yang terlihat bingung di bawahnya.


"Tanda apa aku tidak mengerti?" Laura semakin bingung.


"Aku tidak bodoh Laura. Tanda ini sering terdapat di tubuh wanita atau pria yang selesai bercinta." Darren menunjuk dua ruam yang timbul di leher Laura.


"Awas, Darren aku risih." Laura memberontak.


"Kau risih saat suamimu sendiri menyentuhmu sedangkan kau membuarkan pria lain menikmati tubuhmu." Darren mengingat jika kemarin saat ia mengecup salah satu bukit Laura, gadis itu sangat marah dan terlihat jijik.


"Kau ingin bilang jika ruam ini alergi? Cih aku bukan balita Laura."


Srak ...


Darren merobek atasan yang Laura, hingga gadis itu spontan menjerit. "Darren apa yang kau lakukan?" teriak Laura marah.


"Aku akan menghilangkan jejak pria sialan itu." Darren mencumbu tubuh bagian atas Laura. Terutama di bagian dada dan leher gadis itu, Darren meninggalkan banyak jejak di tubuh seksih itu.


Menjilat, meng ulum serta mere mas dada indah istrinya. Gejolaknya semakin menggila oleh tubuh bagian atas Laura.


"Darren ..." Laura terus memberontak, membuat Darren kewalahan karna keterbatasannya. Bahkan kini sudah terlepas dari kuasa pria itu.


Darren tersenyum sumir melihat jejak bibirnya yang terlihat sangat kontras dengan kulit istrinya. "Pintaran juga aku yang amatir dalam meninggalkan jejak, di banding dengan si Daniel itu." Darren tersenyum bangga.


Tapi tunggu dulu, mengapa jejaknya berbeda? Itu ruam merah seperti alergi dan jejaknya merah ke unguan.


"Darren sialan.!" Teriak Laura. "Beraninya kau meninggalkan jejak di tubuhku." Laura memukuli tubuh Darren yang hanya tersenyum kikuk serta meringis.


"Sudah ku katakan aku tidak melakukan apapun dengan Daniel. Dasar bodoh, kau lihat? Ruam yang kau tinggalkan berbeda dengan dengan ini. Argghh." Laura sangat kesal oleh perbuatan Darren.


Darren masih meringis, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Astaga ia benar-benar bodoh ia tidak bisa membedakan mana ruam alergi dan jejak betcinta.


"Memangnya kau alergi apa?" tanya Darren tak enak, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia malu karna marah tanpa alasan.


Laura tak memperdulikan pertanyaan Darren.

__ADS_1


"Dasar pria jadi-jadian. Kau bodoh tidak bisa membedakan mana alergi dan bekas cup ang." Laura mencubit perut suaminya.


"Awww. Sakit Laura." Darren mengaduh, tapi ia tampak puas dengan karyanya.


__ADS_2