Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Butuh perlindungan


__ADS_3

"Tidak Dad. Bayi itu milik Darren. Darren yang menaburnya. Darren pula pria pertama untuknya, sekalipun Laura memohon Darren tak akan melepaskan mereka."


"Bayimu? Bukankah kalian baru melakukannya pagi ini, kau meminta hakmu sebagai hadiah ulang tahun. Sedangkan kandungan Laura sudah berusia dua minggu Darren. Itu artinya ada pria lain yang meniduri putriku. Tak mungkin Laura hamil begitu saja." Kenan memancing Darren.


"Aku sudah pernah mendatanginya sebelum pagi tadi. Aku bisa menjamin bayi itu milikku Dad." Darren menceritakan semuanya dari awal jika dirinya menyuruh pelayan untuk mencampur obat tidur di makan milik Laura agar lebih leluasa mendatangi istrinya tanpa penolakan.


"Maafkan putraku Ken." Regantara menunduk malu dengan tingkah putramya yang tak jantan.


"Darren aku kecewa padamu. Harusnya jika Laura menolakmu kau bisa membujuknya, atau mungkin memaksanya. Asalkan tidak bertindak macam pengecut."


"Maaf Dad, aku tak bisa memaksa Laura aku takut menyakiti atau membuatnya trauma."


"Kau pikir caramu benar? Kau pikir istrimu tak terluka dan tidak trauma? Aku yakin istrimu bahkan stres memikirkan setan mana yang lancang menanam benih di rahimnya." Rega memarahi putranya habis-habisan.


Darren hanya menunduk, ia tau ia bersalah dan ia memilih diam.


"Temui putriku dan jelaskan apa yang terjadi padanya." Kenan menepuk bahu menantunya. Darren nyaris di buat marah karna pengakuan Laura yang mengatakan jika hanin yang berada di rahimnya bukan milik Kenan. Untung saja Kenan tidak langsung memarahi putrinya, jika itu terjadi ia akan menyesal karna yang bersalah adalah Darren.


.


Darren memasuki ruangan istrinya. Ibu mertuanya sangat pengertian, Mom Fana keluar dan membiarkan pasan suami istri itu berbicara.


"Lauraaa, janin itu milikku aku yang menanamnya."


"Jangan menghiburku Darren."


"Aku berkata bersungguh-sungguh. Aku menanamnya saat malam, saat kau terbangun dalam keadaan deman dengan tubuh yang merasa sakit semua. Aku mengaku Laura sema kejanggalan pada tubuhmu pagi itu karna ulahku." Darren menyebutkan malam juga tentang bagaimana ia mengambil haknya untuk pertama kalinya.


Laura benar-benar tak menyangka.


"Katakan apa aku berdarah saat kau mempra waniku?"

__ADS_1


"Ya. Laura aku sendiri yang mengambil kesucianmu aku yang merusak selaput daramu." Darren duduk di hadapan Laura. Dengan wajah menunduk, iatak menuangkal apa lagi mencari pembelaan. Ini memang salahnya yang gegabah, dan hanya memikirkan nafsunya yang sesaat.


Laura masih diam benaknya di penuhi dengan berbagai pertanyaan, tapi lidahnya terasa kelu ia enggan untuk bertanya lebih jauh kepada suaminya.


Laura bersyukur setidaknya ia tidak hamil anak jin ifrit.


"Tadinya ku pikir aku mengandung anak setan."


"Eh mulutnya." Darren tersentak kala Laura berkata di luar nalar. Enak sekali Laura mengatai bayinya anak setan.


"Kau bersalah Darren!"


"Ya aku tau."


Laura terlihat masih kesal terhadap Darren, pria itu sudah mengambil haknya tanpa ijin.


"Jika seperti ini bagaimana dengan nasib bayi ini?" Laura bergunam pelan, ia tak tau jika Darren mendengan gunamannya.


"Apanya yang bagaimana? Bayi itu akan lahir aku menginginkannya."


"Kesepakatan kita berlaku sebelum bayi itu hadir. Setelah aku tau ia tumbuh di rahimmu aku tak akan melepas kalian. Aku tau bagai mana rasanya hidup saat orangtua kandung berpisah bagai mana. Rasanya tak enak Laura!"


"Jika kau tau rasanya tak enak, lalu mengapa kau hadirkan dia di rahimku Darrennn? Apa aku harus melenyapkannya agar kita kembali ke sepakatan awal."


"Lauraaa ..."


Darren di buat murka kala Laura berkata akan melenyapkan bayinya. Menurut Darren, Laura benar-benar keterlaluan hendak melenyapkan bayinya. Hati Laura terbuat dari apa sebenarnya, tak adakah sosok iba dalam hati terhadap bayi yang ia kandung. Darren memang bersalah, tapi haruskah Laura berkata demikian.


Laura sendiri tak bermaksud demikian. Ia hanya kesal saja terhadap Darren, Laura bahkan menggigit kuat lidahnya, ia menyesal sudah berkata hal buruk terhadap calon anaknya, meski Laura tak berencana membuatnya hadir tapi Laura menyayangi calon anaknya.


"Jangan macam-macam Laura!" Darren mencengkram kuat rahang Laura hingga mendongak dan Laura mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Jika kau macam-macam terhadap bayiku. Aku akan memastikan neraka yang tak berkesudahan terhadap kau dan keluargamu. Ingat itu!" Darren menghempas kasar wajah Laura, ia muak dengan mulut Laura yang selalu melukainya.


Laura membisu saat Darren hendak keluar dengan keadaan marah, bahkan darahnya terasa mendidih.


Bukan Laura nama jika tak menantang atau membangkang perkataan Darren.


"Aku akan menjaganya dan melahirkan bayi ini untukmu." perkataan Laura menghentikan langkah Darren.


"Tapi setelah itu biarkan aku pergi. Kau boleh merawatnya aku tak akan mengusikmu dan bayi ini."


Darren berbalik dan tersenyum miring.


"Ingin pergi dariku. Heh? dalam mimpimu. Sekalipun kau melarikan diri ke alam kubur, aku akan menggeret paksa dirimu untuk tetap bersamaku dan bayi itu. Aku lebih baik memberikan penderitaan untukmu di banding harus melihat bayiku tanpa ibunya." Seandainya saja Laura peka. Darren hanya tak ingin membuat bayinya kekurangan kasih sayang persis seperti yang ia alami, sehingga dirinya menjadi orang yang intovert. Darren tak ingin anaknya mengalami hal itu.


"Kau egois Darren. Kau egois!!!" Laura menunduk dengan isakan pelan lagi-lagi ia harus hidup dengan pria yang tidak ia inginkan.


"Ya, Laura aku egois." Darren mendekat, mengumpulkan sejumput rambut panjang Laura dan membuat Laura mendongak seketika, hingga leher wanita hamil itu mengetat karna jambakan Darren lumayan kuat.


"Lepas! Ini sakit Darren."


"Jika sakit menurutlah. Aku bisa berbuat lebih kasar dari ini." Darren mengecup leher jenjang yang terpangpang nyata di hadapan wajahnya.


"Kau sakit Darren!"


"Ketahuilah Laura orang kejam tercipta karna menjadi orang baik tidak pernah kau hargai." Darren berharap Laura merasa takut dan patuh padanya. Bagaimanapun Darren harus memegang kendali Laura, ia harus tau kelemahan wanita itu.


Laura mulai ketakutan, Darren dalam versi ini benar-benar membuatnya panas dingin. Ia tidak menyukai kekerasan. Telapak tangan Laura bahkan sudah berkeringat.


Darren menampilkan wajah mengerikan dengan ekspresi yang membuat Laura menggigil ketakutan.


"Jika cara lembut tak bisa menahanmu untuk tetap tinggal di sampingku, maka aku akan menghalalkan semua cara untuk itu, termasuk mematahkan kedua kakimu agar kau tak dapat lari dariku." Darren melepas jambakan tangannya. Ia melihat beberapa helai rambut Laura tertinggal di tangannya. Darren memalingkan wajah, nuraninya tak tega melihat wajah Laura di linangi air mata. Darren terlalu kuat menjambak rambut istrinya.

__ADS_1


Laura beringsut mudur saat Darren melepas cengkraman di rambutnya. Laura buru-buru menekan tombol emergency yang ada di ruangannya berharap mommy dan daddynya datang untuk melindunginya dari Darren.


"Mom. Dad, tolong aku. Aku butuh perlindungan." Laura masih ketakutan akan raut wajah Darren yang menyeramkan barusan.


__ADS_2