
"Dari mana kau?" Darren menyambut Laura dengan begitu sinis, ucapannya semakin membekukan sekitar Laura.
"Aku, aku habis dari taman." Laura berujar pelan sungguh jika Darren bertanya kembali entah apa yang akan ia katakan.
"Apa yang kau kerjakan di taman? Mencabut rumput begitu?" bagai mana Darren tidak kesal Laura lebih memilih menemui mantan kekasihnya di banding menemaninya di perpustakaan. Padahal Darren tahu betul jika Laura tak suka membaca.
"Ck, aku menghitung kelopak bunga di sana." ucap Laura asal. "Ayo kita kekelas jangan mengajakku berdebat kembali." Laura mengangkat sebelah tangannya sebagai isyarat agar Darren tidak bertanya kembali.
.
Laura tersentak saat Daddynya mengatakan jika Liora akan menikah nanti malam dengan ayah dari mantan kekasihnya. Ya Om Eldy adalah ayah dari Daniel sekaligus mantan teman sekelas daddy dan mommy Laura.
Laura memijat keningnya yang terasa semakin berdenyut nyeri. Rasanya lingkar kepala Laura semakin membesar seiring waktu berjalan.
Om Eldy memang pria matang yang baik, perusahan hotel keluarganya juga berjalan dengan pesat, tapi tidak sedikitpun terpikir di benaknya jika mantan calon mertuanya akan menjadi adik iparnya sebentar lagi. Ya Tuhan Laura merasa dunianya terasa semerawut, demi kerang ajaib di serial spongebob Laura ingin menjerit sekencang-kencangnya.
.
__ADS_1
"Dad, Lio tak ingin menikah dengan om-om tua itu Dad, ayolah Dad, kita bukan keluarga miskin yang tak mampu memberi makan bayiku." Liora kehabisan akal untuk membujuk Daddynya.
"Lio, ini bukan waktunya kau harus memilih. Bagai manapun bayi itu harus lahir dalam pernikahan, Daddy tak mau tau di rumah ini kau harus menikah dengan Eldy."
"Lio tidak mau!" Liora masih kukuh dengan pendiriannya. "Pikirkan nasih aku Dad, apa kata orang jika aku menikahi pria tua, yang bahkan ayah dari mantan kekasih kakakku." Liora meremat rambutnya sendiri ia juga terjebak oleh ulahnya sendiri.
Kali ini ia bersalah. Niat hati ia meneteskan beberapa tetes sebuah obat afrosidak, sebuah obat yang bertujuan untuk meningkatkan hasrat bercinta seseorang agar lebih bergairah, atau bahasa kasarnya sebuah obat perang sang sek sual. Ya Liora mencampurkan obat itu ke minuman milik Daniel saat ia tengah bertamu di apartemen pria itu, sesaat sebelum Daniel menemui Laura, tujuannya hanya satu. Agar Daniel meniduri kakaknya dan Laura batal menikah dengan Darren pujaan hatinya. Tapi sayang rencana hanya tinggal rencana, sehingga ia sendiri yang terperangkap jebakannya sendiri dan berakhir menghabiskan malam dengan Om Eldy ayah dari Daniel.
"Liora, bisa tidak? Sekali ini saja menurutlah pada Daddy. Lagi pula Daddy mengenal Eldy dengan baik."
Liora kesal dan meninggalkan Daddynya yang tercenung sendiri di ruang kerjanya.
.
"Sampai segitunya kau memikirkan Daniel!" Darren tersenyum sinis. "Setiap orang memiliki sisi gelapnya masing-masing. Jangan sampai aku menunjukan versi lain di hadapanmu." Entah apa maksud ucapan Darren, dan Laura enggan memikirkannya masalah kerualganya sangat rumit dan belum menemukan titik terang hingga kini, masih abu-abu tentang bagai mana Liora bisa menghabiskan malam dengan pria matang seumur Daddynya.
"Aku adalah anak broken home."
__ADS_1
"Aku tau Darren, tak usah kau malah curhat di hadapanku." Laura terus menerus di buat kesal saat di dalam mobil seperti inipun Darren sempat-sempatnya membuatnya semakin muak dengan kalimat tak pentingnya.
"Aku selalu membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang di sekitarku. Tapi mengapa kau tak dapat memberikannya." apa kali ini Darren tengah menuntut perhatian dari istri penebus dosa itu.
"Kau selalu bersikap manis pada Daniel sedangkan padaku?" Darren menatap Laura yang tengah fokus mengemudi.
Sejebak Laura berpikir, juga melirik Darren sekilas, ptia di sampingnya terkesan bodoh, itu efek kacamata tebalnya atau karna Darren yang cerdas terlalu banyak duduk sehingga otaknya tak berkembang dengan baik, Laura menebak-nebak sendiri.
"Kalian berbeda Darren, aku menjalin hubungan dengannya karna ke inginanku. Sedangkan kita menikah atas paksaan darimu lalu kau ingin di perlakukan sama? Ck itu tidak mungkin!" Laura berhenti saat lampu rambu di hadapannya berubah berwarnanya merah.
"Matamu selalu menatapnya penuh kekaguman dan memuja."
"Ya itu benar."
"Darren ku rasa kepalamu terbentur sesuatu ayau kau salah meminum obat? Kau terdengar seperti pria patah hati. Apa ini ada hubungannya dengan Liora yang akan menikah? Nanti malam"
"Apa? Liora akan menikah nanti malam?" Darren tersentak mendengarnya, raut wajahnya semakin tak terbaca. Ya sepertinya Darren memang terlihat seperti pria patah hati.
__ADS_1