Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Aku bukan Ja-lang Darren!


__ADS_3

Laura sangat senang mendengar Darren telah sembuh, akhirnya sebentar lagi statusnya akan jelas. Ternyata pria tadi adalah Darren. "Yey, sebentar lagi aku menjadi Janda." saking senangnya Laura melompat-lompat, bahkan jika bisa ia ingin salto untuk mengekpresikan kebahagiaanya.


"Yeyeye yeyeyey aku akan jadi janda." teriaknya semakin girang.


"Jangan mimpi!"


Darren mendekat pada ayah dan anak itu, jejak keculunan di wajahnya kini telah lenyap di gantikan oleh sosok menawan dengan potongan rambut masa kini ala opa-opa korea.


Dasar Laura bodoh! Harusnya gadis itu dapat mengenali siaminya sendiri, **** telah banyak berubah, tapi tahi lalat kecil di ujung hidungnya masih tetap sama seperti dua tahun lalu. Terserah Laura tidak peduli! Yang jelas ia sangat bahagia, Darren sembuh itu artinya ia bisa terbebas dengan sangat mudah karna sesuai perjanjian antara Darren dan Daddynya jika Darren sembuh pria itu akan menceraikannya.


"Ahh, aku sangat bahagia akhirnya kau sembuh." lagi-lagi Laura terpekik senang.


"Ya, aku sangat berjuang dengan keras selama ini, untuk sembuh dan untuk menyelesaikan pendidikanku." Darren menyeringai sendu, banyak hal yang ia lalui dengan penuh pesakitan tanpa satu orangpun yang tau, sekalipun Papanya sendiri.


"Aku bangga padamu." ucap Laura, senyuman dan tawa yang di tampilkan Laura sangat indah membuat Darren enggan berpaling.


Kenan turut memperhatikan Darren yang menatap putrinya lamat-lamat.


"Omong-omong, kapan kita akan bercerai." Laura semakin bersemangat kala topik yang ia buka berhasil mengalihkan fokis Darren untuk mendekat ke arahnya.


"Tidak akan ada kata cerai antara kita, aku dan Daddy bahkan sudah membatalkan perjanjiannya."


"Apaaa?" Senyuman Laura luntur saat itu juga, ia tengah berpikir dan langdung mendekat ke arah Daddynya yang duduk di atas sopa.


"Dad, katakan tidak Dad."


Daddy Kenan menatap putrinya dengan kurun waktu lebih dari satu menit.


"Jawab Dad?"


"Apa yang di katakan Darren benar sayang! Daddy dan Darren sudah membatalkan perjanjian."


"Tidak-tidak, aku tidak mau Dad, pernikahanku dan Darren tidak sehat sejak awal aku tak ingin melanjutkannya." Laura menyentak Daddynya. "Maaf."


Darren tersenyum kecut meski setelah dua tahun berlalu Lauranya masih keras kepala menolaknya, apa kurangnya? ia tampan dan mapan dengan jabatan wakil Ceo di kantor ayahnya.


Sepertinya selama Darren pergi, Laura tidak merindukannya sama sekali.


"Biarkan aku yang akan mengurus perceraiannya Dad."


Inilah yang Darren takutkan. Sial dia terlalu gegabah memunculkan dirinya dalam keadaan normal. Harusnya ia berpura-pura lumpuh terlebih dahulu, agar ia mampu memperbaiki hubungannya dengan Laura. Darren hanya diam mencoba menggunakan otaknya yang encer supaya Laura tidak berani macam-macam apa lagi mengambil tindakan.


"Kau tak akan menemukan alasan untuk menggugatku. Terima saja nasibmu memang harus menjadi istriku." Darren mendekat, tapi Laura semakin menjauh ia bersembunyi di balik punggung Daddynya yang kini tengah berdiri di hadapan Darren berdiri.


"Kau meninggalkanku tanpa kejelasan selama dua tahun itu bisa di buat alasan di depan hakim di pengadilan nanti."

__ADS_1


"Aku pernah mengatakan padamu aku akan berobat dalam kurun waktu tidak di tentukan. Dan lagi aku memberimu nafkah dengan kartu yang ku berikan." ucap Darren datar.


Sial Laura benar-benar bodoh menghabiskan banyak uang dengan kartu yang di berikan Darren padanya.


"Aku akan mengganti uangmu." ucap Laura tak mau kalah.


"Mengganti uang milyaran yang kau habiskan dalam waktu dua tahun itu tak mudah, sepertinya kau sangat bersenang-senang saat aku tak ada."


Dari mana Darren mengetahui semuanya? pikir Laura.


"Dad, bisa tolong keluar sejenak aku ingin berbicara dengan istriku?" Darren meminta dengan nada sopan, ini yang Kenan sukai dari menantunya sekalipun pria muda itu tengah kesal.


"Jangan keluar Dad, pria ini gila Dad, putrimu dalam bahaya Dad." Laura memohon pada Daddynya.


"Dia tidak akan menyakitimu sayang." Kenan mulai mengayunkan kakinya untuk melangkah.


"Daddy tidak tau seperti apa dia di belakangmu Dad, putrimu kerap kali di lecehkan." Laura berharap Daddynya berbalik arah dan turut membawanya, tapi sayang Daddynya tidak berhenti sama sekali.


"Daddy ..."


Laura mengejar Daddynya, tapi ...


Hap, pinggang mungilnya di tangkap oleh Darren.


"Gadis kura-kura yang bisanya mengadu." Darren memencet hidung Laura dengan gemas.


"Kau tidak merindukan suami tampanmu ini?"


"Merindukanmu?"


Cuih ...


Laura meludah ke samping ke arah lantai, sampai tersisa tetesan liur di bibir sensual Laura. Dan terlihat semakin menggoda dengan bibir basahnya.


Darren langsung kembali ******* dan menyedot habis saliva dari mulut Laura, lidah pria itu turut mengabsen seluruh mulut Laura.


"Manis, dan rasanya memikat."


Astagha Laura kehabisan kata-kata untuk memaki Darren.


"Jika kau kebanyakan atau kelebihan salivamu katakan padaku, aku akan menyesapnya dengan senang hati." ucap Darren menyeringai.


"Dasar gila! Apa setelah kau sembuh dari culunmu kau berubah menjadi pria psyco, pergilah lagi kau perlu berobat." Laura kembali mendorong Darren tapi pria itu tidak bergeming sama sekali.


Menyesal Laura dulu pernah berpikir ingin menjerat pria itu, nyatanya Darren seorang psyco bahkan menatap penuh minat ludahnya yang ia buang.

__ADS_1


"Kurasa aku sudah terlalu lama membiarkanmu. Ku hitung-hitung kau menghabiskan uangku lebih dari seratus juta perbulan." Dasar suami perhitungan, rupanya selama ini Darren mengawasinya.


"Itu kewajibanmu sebagai suami sialan. Untuk apa kau menikahi anak gadis orang jika tak kau nafkahi." ujar Laura menggebu-gebu, ia tak sadar jika ucapannya akan menjadi boomerang untuknya.


"Ya jika di pikir-pikir untuk apa aku menikahimu? Aku melakukan semua kewajibanku sebagai suamimu memberimu nafkah dan perlindungan tanpa kau ketahui, lalu kau memberiku apa sebagai seorang istri?" Di tanya seperti itu Laura bungkam. Ia kebingungan untuk menjawab.


"Aku- aku kan pernah membuatmu keluar sekali waktu itu." cicit Laura pelan. Ia bahkan memejamkan kelopak matanya yang di hiasi bulu mata lentiknya.


"Ya hanya sekali." Darren berujar datar.


"A-aku juga merawatmu dengan baik beberapa hari." sambung Laura.


"Tapi selama dua tahun kau tak merawatku!"


"Bukan salahku, itu karna kau yang pergi." Meski bodoh Laura selalu memiliki jawaban untuk mendebat suaminya.


"Kuhitung kau menghabiskan uangku lebih dari 6 M."


Laura menelan salivanya dengan susah payah, sebenarnya uang yang di gunakannya bukan untuk poya-poya melainkan untuk membuat sebuah pabrik skin care dengan brandnya sendiri, Laura menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk orang lain.


"A-aku akan membayarnya, aku tidak akan lari Darren." cicit Laura lagi.


"Bagaimana kau akan membayarnya?"


"Uangmu yang 6 M itu tidak ku habisi semuanya. Aku akan mencicilnya, aku janji."


Laura mempunyai uang di rekeningnya yang tentu saja uang simpanan sekaligus modalnya. Laura sadar diri ia bodoh oleh sebab itu ia tidak berniat meneruskan perusahaan Daddynya, makanya Laura membuka usahanya sendiri.


"Bagai mana jika kita membuat kesepakatan?"


"Maksudmu?"


"Aku sangat menginginkan tubuhmu Laura!" aku Darren terus terang, sebenarnya tubuh itu halal untuk Darren ruda paksa. Tapi Darren memikirkan dampaknya juga.


"Darren." Laura sudah menggeram marah dengan wajah yang sudah memerah.


"Tenang saja, aku akan membayar kehormatanmu sebesar 3M, setengah dari hutang yang kau miliki!" tawar Darren entah apa yang berada di otak pria itu, tapi yang jelas Darren sangat menginginkan Laura untuk ia miliki, entah ia hanya terobsesi atau apapun Darren sendiri tak mengerti.


"Kau tak akan menemui pria sedermawan aku Laura. Pria mana yang akan membayar wanita dengan harga mahal hanya untuk satu kali tidur?" Darren malah menggulingkan tubuh Laura ke atas ranjang.


Darren belum pernah segila ini terhadap seorang gadis sekalipun gadis yang membuatnya tertarik dan memasuki sekolah tempat Laura berada.


"Dan lagi setiap kau melayaniku aku akan membayarmu dengan harga lima puluh juta."


Amarah yang sedari tadi Laura tahan sudah terkumpul dan menguasainya.

__ADS_1


"Aku bukan Ja-lang Darren!"


__ADS_2