Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Salah ucap


__ADS_3

Darren menatap tubuh Laura yang terlelap di sampingnya, wajah kepuasan terpatri jelas di tampilkan oleh Darren. "Terimakasih, sudah menjadi istriku." Darren memeluk dan mengecup tubuh Laura dengan erat.


Malam sudah menyapa tapi Darren masih menikmati menatap wajah istrinya.


Ketukan pintu terdengar di telinga Darren sehingga Darren mulai menapaki kakinya di atas lantai dan segera mengambil celananya, yang sebelumnya Darren lemparkan ke sembarang arah saat memulai permainan. Ia membiarkan bagian tubuh atasnya terbuka, Darren membuka pintu dengan membiarkan tubuh atasnya terpampang nyata.


Ceklek ...


Pintu terbuka, menampilkan Agnes yang memaku di tempatnya. Memandang ke arah Darren drngan tatapan penuh kekaguman.


"Ada apa?" Darren membuyarkan angan Agnes yang menatap Darren dengan pikiran liar seorang gadis.


"Ma- mama memanggil Kak Da-Darren dan Kak Laura untuk makan malam." Agnes tidak dapat memalingkan wajah dari dada bidang dan perut kotak yang Darren suguhkan.


Tiba-tiba Darren tersentak akan sebuah dorongan juga pintu yang di tutup secara tiba-tiba.


Brakkk ...


Di sana sudah menampakan Laura yang menggulung tubuhnya dengan selimut. "Kau sengaja memertontonkan tubuhmu di hadapan gadis itu? Kau ingin menggodanya begitu?" Laura terlihat sangat marah akan apa yang sudah Darren lakukan.


"Ada apa? Mengapa kau terlihat marah? Bukankah kau mengatakan tidak mencintaiku? Harusnya tidak masalah aku menemui Agnes dengan ke adaan seperti ini. Atau kau benar-benar cemburu? Akui saja jika kau cemburu?" Darren dengan santai menanggapi tudingan istrinya, ia ingin melihat sejauh mana Laura mempertahankan egonya.

__ADS_1


"Ya Darren aku cemburu! Aku tak menyukai saat kau menjadi pusat perhatian oleh para gadis. Aku kesal saat mata mereka menatapmu dengan tatapan kagum. Aku tak rela saat kau memuji gadis lain di hadapanku. Aku sungguh tak mengerti dengan perasaanku sendiri." Laura terlihat sangat marah dan menggebu saat mengatakan ketidak sukaannya saat ada gadis yang terang-terangan menyukai suaminya.


Darren menerbitkan senyumannya. "Itu artinya kau sudah mencintaiku Laura. Kau sudah mencintaiku. Tidak usah menghawatirkan tatapan mereka, aku hanya akan menatap ke arahmu kau wanita satu-satunya yang aku inginkan. Aku mencintaimu dengan sangat." Darren membawa tubuh Laura yang terbalut selimut ke dalam dekapannya.


"Kau sungguh tidak akan meninggalkanku?" Laura kembali memastikan.


"Tidak akan! Aku akan menua bersamamu. Membesarkan anak-anak kita kelak." Darren berbisik di dekat telinga sang istri.


"Bagai mana jika di masa depan ada wanita yang lebih cantik dan lebih pintar dariku menawarkan kebahagiaan dan kenyamanan untukmu?" Laura mendongak menatap wajah Darren yang menurutnya wajah Darren semakin tampan seiring berjalannya waktu.


"Sekalipun seorang bidadari menawarkan diri untuk menggantikan posisimu aku akan dengan tegas menolaknya. Hanya dirimu yang ku inginkan, aku tak perduli apapun kata orang. Nyatanya aku benar-benar jatuh cinta pada seorang wanita yang pernah ku sebut sebagai iblis betina." Darren mendaratkan satu kecupan basah di bibir istrinya.


"Aku vahagia malan ini Laura. Kau akan benar-benar menjadi rumah untukku." Laura tersipu mendengarnya,


"Hanya mandi?"


"Ya hanya mandi! Jika kurang nanti saja nambahnya setelah makan malam "


"Darren!" Laura menggigit dada telanjang suaminya.


"Awww. Sakit sayang." Darren tertawa karna ulah istrinya.

__ADS_1


"Kau semakin berat sayang."


"Turunkan Aku!" Laura menatap tajam ke arah Darren, ternyata kata berat sangat sensitif untuk seorang wanita. Dan sepertinya Darren salah berujar.


Laura terus menggerutu. Baru beberapa saat Darren membuatnya tersipu, sekarang Darren malah membuatnya kehilangan moodnya.


"Sayang aku tak bermaksud."


"Salahmu juga yang menghamiliku. Aku jadi tidak bisa diet. Tubuhku akan gemuk, wajahku akan jelek. Hiks ... Hikss ..." Laura sekarang bahkan menangi di kamar mandi, tepat sesaat setelah Darren meletakan Laura dari gendongannya.


Darren benar-benar salah berucap. Sehingga Laura menangis, "Satang aku minta maaf."


"Aku sakit hati kau mengataiku gendut. Itu termasuk perundungan." Laura masih terisak.


"Kapan aku mengatakanmu gendut?"


"Tadi saat kau menggendongku. Hwaaa ...," Laura semakin kencang menangis.


"Aku hanya mengatakan kau sedikit berat."


"Bukan sedikit." Sangkal Laura. "Kau mengatakan aku semakin berat. Jangan berbohong. Itu artinya secara tidak langsung kau mengatakanku gendut." ingatan wanita memang tajam.

__ADS_1


Darren terlihat kewalahan menghadapi Laura. Hanya karna dirinya salah berucap hal itu menjadi masalah yang membuat Darren pusing tujuh keliling.


__ADS_2