Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh

Dipaksa Menikahi Si Culun Lumpuh
Pengangguran kaya


__ADS_3

Darren meninggalkan gedung rumah sakit dengan hati yang sangat hancur. Papa dan Mamanya kini sudah tidak lagi menganggap dirinya sebagai putra mereka lagi. Biarlah seperti itu jalannya, Darren akan berusaha merelakan takdir buruk dari hidupnya.


Darren juga akan menerima jika seandainya orang-orang akan mengatakan dirinya anak durhaka, memang mungkin Darren adalah satu-satunya anak yang memilih istrinya yang menurut Papanya Laura bersalah.


Taksi online yang membawa mereka, kini menjauh dari rumah sakit tempat Mamanya di rawat, Darren bahkan sekuat mungkin menahan diri agar tidak menoleh ke belakang. Perasaannya sangat halus dan peka, ia tetap memaklumi sang Ayah yang berlaku demikian padanya. Darren selalu berpikir seiring berjalannya waktu semua akan baik-baik saja.


Darren sangat menyayangi mamanya, itu sebabnya ia memilih untuk pergi menjauh dari keduanya, agar mamanya tidak merasa tersaingi akan kehadiran sang istri. Mama Dhira dan Mama Sarah adalah surganya. Sedangkan Laura adalah hidupnya. Maka percuma ia berada di surga jika dirinya merasa tak hidup. Tapi jika ia bersama Laura setidaknya ia masih tetap merasa hidup meskipun tanpa surga. Seandainya bisa Darren ingin hidup damai dengan ibu dan istrinya. Tapi Tuhan belum menghendaki hal itu secara bersamaan. Darren akan bersabar. Ia tau Ayahnya berkada demikian hanya karna marah dan kecewa padanya, Darren berani menjamin jika papanya sangat menyayanginya dan akan memafkannya saat waktunya tiba nanti.


Darren selalu berpikir baik terhadap semua orang di sekitarnya.


"Darren." Laura meraih jemari Darren yang panjang kemudian mengapit juga menggenggamnya. Darren menoleh melirik ke arah Laura.


"Darren pikirkan lagi. Kau bisa kembali pada keluargamu, aku tak akan menahan dirimu. Bukan karna aku tak menginginkanmu. Aku hanya tak ingin egois dengan menahanmu untuk diriku sendiri. Mereka jauh lebih lama bersamamu." Laura kembali mengingatkan Darren tapi pria itu hanya mrnggeleng samar.


"Aku sudah berulang kali merasa kehilangan. Maka jika aku harus merasa kehilangan mereka sekali lagi aku tidak keberatan, asalkan mereka tetap hidup bahagia. Ada atau tidaknya aku di hidup mereka sama sekali tidak mempengaruhi mereka." Darren membawa tubuh istrinya dalam dekapannya, terserah Laura tak mencintainya atu tidak yang pasti ia tidak akan bertindak bodoh dengan kembali membuat Laura kecewa.


"Pulang kerumah Daddy?" Laura bertanya, mendongak menatap wajah yang tengah memeluknya.


"Kemanapun. Asal bersama dirimu aku tidak keberatan." Darren akan menyembuhkan lukanya sendiri malam ini, ia akan berdiri di kakinya sendiri, seperti yang ia lakukan selama ini di belakang semua orang.


Bagi Darren tidak setiap pencapaian dalam hidupnya harus di ketahui publik, Darren menyimpan beberapa hal untuk ia bagi dengan dirinya sendiri, setidaknya Darren merasa masih memiliki kejutan kepada dunia, jika dirinya spesial dan istimewa.

__ADS_1


Meski tanpa sepeserpun harta Papanya Darren mampu menghidupi keluarga kecilnya. Bukankah Darren pernah mengatakan ia kaya meskipun tanpa bantuan sang Ayah.


Darren rasa papanya juga mengetahui hal itu. Papanya juga tau Darren kerap kali membagi waktu kerjanya dengan jam kantor papanya dengan usaha yang ia geluti.


Di perusahaannya sendiri Darren hanya tinggal mengecek keuntungan, karna Darren sudah menyiapkan orang-orang profesional untuk menangani setiap pekerjaan sesuai tugasnya masing-masing.


Sudah sekitar 8 tahun Darren menggeluti usahanya sendiri. Bermodal dari hobinya untuk mempermudah urusan orang, hingga kini Darren menjadi salah satu pemilik perusahaan drever online di kotanya, bersanding dengan pengusaha ternama lainnya, meskipun kekayaan dan aset yang ia miliki jauh di bawah papanya, tapi setidaknya Darren bisa di katakan sukses berdiri di kakinya sendiri.


Darren tiba di rumah Daddy Kenan sekitar pukul satu dini hari. Daddy Kenan masih bermain catur dengan sang menantunya Eldy. Tadi Gian bayi Eldy dan Liora sangat rewel sehingga membangunkan semua se isi rumah.


"Skak!." terdengar suara Kenan yang mendominasi.


"Ada apa? Mengapa pulang malam-malam?"


Darren diam, ia tak ingin membuka masalah keluarganya sekalipun dengan mertuanya sendiri.


Laura yang mengetahui kebungkaman Darren, mengagumi dalam hati suaminya itu selalu berpikir dewasa.


"Laura ingin tidur di rumah, akhirnya Darren hanya menurut saja Pa." ujar Laura.


"Ya sudah, kalian istirahat. Daddy juga akan tidur." Kenan dan Eldy beranjak secara bersamaan meninggalkan ruangan tengah, untuk mengistirahatkan tubuhnya.

__ADS_1


.


Laura sudah mandi dan sudah bersiap, ia akan ke kampus. Tinggal menghitung hari sebentar lagi dirinya akan lulus kuliah meskipun dengan nilai yang pas-pasan.


"Darren bangun. Ini sudah siang." Laura mengguncang tubuh Darren, tapi Pria itu malah menggulingkan tubuh istrinya dan memeluknya.


"Kau mau kemana sudah cantik bagini? Astaga wangimu sangat semerbak. Kau menumpahkan satu botol parfume ke tubuhmu?" Darren mengendus dan mengecupi ceruk leher istrinya.


"Aku mau ngampus, sebentar lagi aku lulus. Banyak hal yang perlu ku selesaikan Darren." Laura menatap Darren yang mengecupinya, padahal matanya masih terpejam tapi tangan Darren tidak diam, tangan mesar itu menjelajahi tubuh istrinya, meremas dua kelembutan yang menjadi favoritenya.


"Tunggulah sebentar. Aku mandi dulu. Aku akan mengantarmu." Darren melepas pelukannya dan beranjak dari ranjang.


"Memangnya kau tak sibuk ingin mengantarku?"


"Kau lupa? Suamimu ini seorang pengangguran Sayang."


"Tidak masalah, aku bisa bernegosiasi memiliki suami penganguran dengan ribuan aset yang tak akan habis itu." Laura tergelak renyah. Ia tau seberapa kaya suaminya itu, sekalipun tanpa harta mertuanya.


"Ah, istriku yang Pengertian." Darren mengecup pipi Laura sebelum berlalu ke kamar mandi.


"Nanti malam kita menginap di rumah mama Sarah." Darren menyembulkan kepalanya dari pintu kamar mandi. "Pulang kuliah aku akan menjemputmu."

__ADS_1


__ADS_2