
Bram tidak menyangka setelah ia kembali ke kantor Raffan, ia terkejut mendapatkan fakta baru ternyata adik ipar nya itu merahasiakan pernikahan nya dengan Alin terbukti ketika ia berada dikantor tidak ada yang mengetahui soal Raffan yang sudah memiliki istri.
"Apa Raffan sengaja mendekati Alin karna dia tau aku masih mengejar nya" Guman Bram
Ia semakin yakin dengan dugaan nya itu!
Sementara Alin wanita itu terlihat tidak bersemangat bekerja karna hari ini suami nya tidak berada dikantor, pria itu sudah berangkat ke surabaya bersama Rey sekertaris nya.
Dan lebih membuat moodnya buruk dikantor ia malah bertemu Bram dan tadi kakak iparnya itu malah menyuruh nya untuk berangkat bersama, untung saja Alin berpura-pura kalo ia sudah memesan taksi online sehingga ia tidak jadi berangkat bareng pria itu.
Alin memikirkan nasib pernikahan nya waktu itu kini tinggal dua minggu lagi, apa ia akan mengatakan duluan soal perasaan nya pada Raffan.
"Alin" Seseorang memanggil nama nya
Namun yang dipanggil masih asik melamun dengan pikiran nya
"Alin" Orang itu memanggil lagi namun yang dipanggil malah menompangkan dagu dengan tangan nya
"Alin" Panggil orang itu lagi mengguncang bahu Alin
Alin terkejut lalu menoleh kearah orang itu "Guna, kamu ngagetin aku aja!"
"Abis aku panggil diem aja, kenapa sih ngelamun aja lagi ada masalah?"
Alin menunduk dan terdiam
"Cerita aja biar kamu lebih rileks! siapa tau aku bisa bantu, kalo ada beban jangan dipendam sendirian!"
Alin menghela nafas nya panjang
"Biasalah soal Raffan!"
"Kenapa lagi bukan nya hubungan kalian lagi baik-baik aja?" Tanya guna
"Iyaa.. tapi aku lagi mikirin soal perjanjian nikah itu waktu nya tinggal dua minggu lagi"
"Apa aku bilang duluan aja soal perasaan ku, menunggu Raffan yang bicara duluan kayak nya gak mungkin" Alin menatap wajah sepupu nya itu
"Kenapa enggak, mumpung masih ada waktu untuk memperjuangkan nya" ucap Guna menyemangati Alin
"Aku akan ungkapin perasaan ku setelah Raffan pulang dari surabaya" Alin tersenyum tampak kembali bersemangat
"Nah gitu dong itu baru sepupu ku, aku yakin sepupu ku ini gak bakal jadi janda muda hehe"
"Lebih tepat nya janda tapi masih perawan haha" Ucap Guna lagi
__ADS_1
Alin mengerucutkan bibir nya ia mencubit lengan pria itu ketika guna meledek nya, memang tidak ada rahasia di antara mereka, termasuk soal Alin yang belum disentuh oleh suami nya, guna tau soal itu.
"Hehe.. gak kok aku becanda lagian aku tuh yakin pak bos punya perasaan yang sama kaya kamu terlihat dari sikapnya yang sering ngasih perhatian sama kamu, mungkin aja pak bos gengsi ngungkapin duluan!"
"Kamu pasti bisa Lin, semangat terus ya udah jangan galau-galau terus!" Ucap guna memegang bahu Alin memberi dukungan pada wanita itu
Alin tersenyum menatap sepupu nya itu
"Iya makasih ya gun"
Alin sudah bertekad akan memulai nya duluan, ia akan membicarakan soal perasaan nya pada Raffan setelah pria itu kembali dari surabaya, mungkin terdengar tidak etis ketika wanita yang terlebih dahulu mengungkapkan isi hati nya namun ia ingin mempertahankan pernikahan nya, ia tidak mau hanya sampai disitu saja pria itu sudah mencuri hati nya!
Alin pulang ke rumah menggunakan taksi online sangat terasa berbeda karna dua hari ini ia pergi dan pulang kerja sendirian biasa nya ia selalu bersama Raffan meskipun terkesan ngumpet-ngumpet agar tidak ketahuan orang dikantor namun Alin bersemangat hari ini ia ingin cepat sampai rumah karna pria itu sudah janji hanya dua hari saja di surabaya malam ini pria itu pasti akan pulang.
Alin berdecak ketika melihat pesan yang ia kirim belum di baca oleh Raffan mungkin pria itu sedang dijalan pikir Alin, ia sudah sampai rumah nya Alin ingin mandi dan berdandan cantik untuk suaminya.
Ia juga berpikir akan memasak masakan kesukaan suami nya
Sebelum wanita itu memulai ritual mandi nya ia kembali mengirim kan pesan pada suami nya
Alin
Mas sudah sampai mana?
Alin
Alin
Aku tunggu kamu pulang ya mas!
Centang dua namun masih belum dibaca padahal sebelum nya ia sudah mengirimkan pesan sebanyak lima kali, Alin melempar ponsel nya ke ranjang lalu ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi setelah itu ia akan memasak.
Alin sudah selesai mandi ia sedang mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk ia menatap heran ketika melihat ponsel nya berada di atas meja, bukankah tadi Alin melempar nya ke atas ranjang! apa mungkin Alin lupa karna pikiran nya sekarang ini hanya Raffan saja.
Ia kembali mengambil ponsel nya dan melihat isi pesan nya yang ternyata sudah centang biru tapi suami nya tidak membalas pesan nya, Alin mengerucutkan bibir nya dan kembali meletakkan ponsel nya diatas meja ia memutuskan akan memasak dulu sembari menunggu Raffan pulang
Alin mengganti pakaian nya ketika hendak keluar kamar ponsel nya berdering!
Hah.. Raffan telpon Alin buru-buru memencet tombol hijau.
"Hallo mas"
"Kamu udah sampai mana? jadi pulang kan?"
Alin langsung memborong dengan segala pertanyaan nya
__ADS_1
"Aku gak jadi pulang malam ini soalnya masih ada kerjaan besok baru bisa pulang"
Alin terdiam melemas
"Hallo"
"Alin kamu masih disitu kan" Tanya Raffan
"Emm iya mas aku masih disini, jadi kamu pulang nya besok?"
"Iya aku minta maaf ya"
"Iya gak apa mas, kamu selesaikan dulu pekerjaan kamu!" Ucap Alin pelan dengan nada sedih
Dari telepon Raffan bisa merasakan nya
"Jangan sedih ya nanti aku bawain oleh-oleh"
"Aku gak perlu oleh-oleh aku mau nya kamu pulang dengan selamat itu aja!"
"Iya.. iya.. yaudah aku tutup telpon nya ya"
"iya mas bye.."
Alin menghela nafas nya ia meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja ia tidak jadi ke dapur untuk memasak mood nya sudah berubah karna Raffan tidak jadi pulang, ia memutuskan untuk merebahkan tubuh nya diatas ranjang menatap ponsel nya yang terdapat gambar suami nya disana
"Rindu kamu mas" Alin mengusap layar ponsel nya yang terdapat foto suami nya ia mengambil foto itu diam-diam ketika suami nya sedang tertidur
Cetrek!
Tiba-tiba saja kamar nya menjadi gelap seperti ada yang mematikan sakral lampu nya
"Mas.. apa itu kamu" Ucap Alin
Alin berpikir suami nya ternyata sudah pulang dan berniat memberi nya Frank!!
"Mass..." Panggil Alin kembali
Ia bangun dari tidurnya ketika merasakan ada derap langkah kaki menuju ke arah nya
.
.
.
__ADS_1
.