Dituduh Selingkuh

Dituduh Selingkuh
Part 23 Pengumuman


__ADS_3

Hari ini Raffan akan kembali ke kantor setelah cuti dua hari


"Mas hari ini kamu kembali kerja"


"Iya"


"Mas yakin melarang aku kerja"


"Iyaa kamu gak boleh kerja lagi..!! dan mas akan mengumumkan tentang pernikahan kita"


Alin terkejut mendengar nya


"Emm..aku rasa itu gak perlu deh mas.. kita kan hanya nikah siri"


"Mas janji nanti kita akan nikah resmi setelah keadaan membaik"


Alin tersenyum mengangguk


"Aku mau mas.."


"Yaudah kamu siap-siap ikut ke kantor kita akan membuat pengumuman tentang pernikahan kita.. supaya gak ada yang bilang kamu ngaku-ngaku jadi istri aku lagi.." Ucap Raffan tersenyum


Alin mengernyitkan dahinya "Kok kamu tau mas"


"Ada orang yang melaporkan nya pada mas.. kamu tenang aja orang yang suka ngehina kamu mas pastiin dia akan dipecat setelah mendengar pengumuman itu"


"Mas jangan gitu aku juga gak dendam kok"


Sesampainya dikantor semua karyawan nya terkejut melihat pemandangan sang bos yang membuka kan pintu mobil untuk Alin, semua nya menunduk tidak ada yang berani bicara apa-apa ketika Raffan menghampiri karyawan nya yang sudah berkumpul, Raffan berjalan menggandeng tangan istri nya sementara Alin hanya menundukkan wajahnya.


"Angkat wajahmu sayang.. kamu ini istri pemilik perusahaan Jangan menundukkan wajah mu" Bisik Raffan


"Aku malu mas" Alin tetap menunduk


Sementara Danisa wanita yang selalu menghina Alin tampak tidak menyukai apa yang ada dihadapannya, ia heran kenapa bos nya malah menggandeng wanita OB itu.


Berbeda dengan Guna dan juga Rey sekertaris nya yang tersenyum melihat nya, mereka pikir seperti nya akan ada pengumuman yang mengejutkan


"Baguslah kalian sudah berkumpul semua disini" Raffan menghampiri semua karyawan nya yang sudah berkumpul


"Saya akan mengumumkan sebuah fakta yang saya rahasia kan selama tiga bulan ini"


Raffan merangkul pundak istri nya


"Sejak tiga bulan lalu saya sudah menikah dengan Alin, yang kalian tau dia bekerja disini sebagai OB"


Semua nya tampak terkejut tak percaya tapi tidak dengan Guna dan Rey sekertaris mereka nampak tersenyum.


"Mulai sekarang kalian hormati dia juga.. saya tidak mau mendengar ada orang yang menghina nya lagi karna dia adalah istri ku" Ucap Raffan tegas


Semuanya hanya mengangguk tak ada yang berani bertanya apa-apa, berbeda dengan Danisa ia tampak cemas selama ini ia selalu mengejek Alin ternyata dia beneran istri nya bos.


"Dan kamu..." Raffan menunjuk Danisa "Ikut ke ruangan saya"


Danisa menelan ludah nya tamat sudah riwayat nya sebentar lagi pasti ia akan menjadi pengangguran


Danisa sudah berada diruangan Raffan ada Alin, Rey dan juga Guna disitu.


"Sekarang kamu beresken semua barang-barang kamu dan Rey beri dia gajih terakhir nya sekaligus pesangon"


Ucap Raffan tanpa basa-basi lagi

__ADS_1


"Maksud bapak saya dipecat" Ucap Danisa dengan mata yang berkaca-kaca


"Iya"


"Pak saya mohon jangan pecat saya pak.. saya meminta maaf atas segala kelakuan saya"


"Jangan meminta maaf pada saya..!!!" Ucap Raffan dengan nada suara tinggi


Danisa menatap Alin ia menghampiri wanita itu dengan wajah yang sudah penuh air mata "Aku minta maaf sama kamu atas segala perkataan aku yang mungkin selalu menyakiti hati kamu" Ucap Danisa dengan memegang kedua tangan Alin


Alin tersenyum "Aku sudah memaafkan kamu"


"Makasih ya kamu sudah berbaik hati mau memaafkan aku" Danisa tidak menyangka Alin begitu baik setelah apa yang sudah ia perbuat


Alin menganguk "Mas tolong jangan pecat dia, pasti dia juga punya keluarga yang harus ia penuhi kebutuhan nya"


"Iya pak saya mohon kedua orang tua saya sudah tua dan saya harus membiayai sekolah adik saya"


"Apa kamu yakin sudah memaafkan dia"


"Iya mas sudah sejak lama aku memaafkan nya"


"Baik lah kamu boleh tetap bekerja disini tapi posisi kamu akan bertukar dengan Guna"


Guna menatap bos nya heran


"Mulai sekarang Guna akan bertugas dibagian staf manager dan kamu jadi OB"


Danisa menganguk pasrah


"Baik pak yang penting saya masih bisa kerja disini" Ucap Danisa menerima


.


.


.


Alin hanya tersenyum "Cerita nya panjang mbak hehe"


"Mbak masih gak percaya, lagian selama ini kamu juga kerja sebagai OB padahal kamu istri pemilik perusahaan"


"Kenapa gak cerita sih" Timpal Rita lagi


"Sekarang kan semua nya sudah tahu"


"Mbak masih gak nyangka deh"


Alin hanya tersenyum


.


.


.


Hari ini Guna dan Danisa bertukar posisi, Danisa pun menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan oleh Guna sebelum ia melakukan tugasnya sebagai seorang OB, karna Guna belum paham apa yang mesti dia kerjakan untung nya pak Rey sekertaris meminta Danisa mengajarkan Kepada Guna dulu.


"Sekarang kamu paham kan apa yang mesti kamu kerjain"


Guna menganguk paham

__ADS_1


"Kalo ada yang gak kamu ngerti kamu bisa langsung tanya in sama aku" Ucap Danisa lagi


Guna menatap wanita yang ada didepan nya, sekarang wanita itu terlihat berbeda tidak se menyebalkan dulu.


"Oiya.. soal waktu itu aku minta maaf ya" Ucap Danisa menunduk


Guna tersenyum "Iya gakpapa yang penting sekarang kamu sudah mengakui kesalahan kamu"


Danisa tersenyum menatap Guna "Terimakasih"


.


.


.


"Makasih ya mas buat semua nya" Ucap Alin yang kini masih berada diruangan suami nya


"Iya sayang.. sudah sepantas nya seperti ini kan"


Alin menganguk tersenyum bahagia


Rey sekertaris mengetuk pintu sebelum masuk ia pergi sebentar untuk membeli sesuatu karna permintaan bos nya


"Ini pak sudah saya belikan apa yang bapak minta" Rey memberikan sebuah kotak yang entah berisi apa


"Terimakasih.. sekarang kamu boleh keluar"


"Baik pak"


"Sayang ini buat kamu" Raffan memberikan kotak itu pada istri nya


"Ini apa" tanya Alin


"Buka aja"


Alin membuka kotak itu ternyata isinya sebuah ponsel keluaran terbaru yang harga nya pasti sangat mahal, bahkan bermimpi memiliki nya pun Alin tidak.


Alin melihat nya tak percaya


"Yaampun mas ini ponsel buat aku"


"Heem.. buat ngegantiin ponsel kamu yang rusak"


"Ini pasti harga nya mahal.. kenapa gak beli yang murah-murah aja mas.. sayang uang nya"


"Tenang aja bagi mas ini murah kok.."


Alin melihat-lihat ponsel nya yang harga nya mungkin bisa menghabiskan uang gajih nya selama empat bulan.


"Makasih ya mas" Ucap Alin terharu


"Iya sama-sama.. sebagai ucapan terimakasih nya boleh dong mas minta ini.." Raffan menunjuk bibir nya dengan senyum genit nya


Cup


Alin mengecup bibir Raffan singkat, namun Raffan menekan kepala nya agar ia bisa merasakan nya bibir Alin lebih lama.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2