
"Mas.. itu kamu kan?"
"Kamu jangan becanda deh" Ucap Alin kembali
Derap langkah kaki itu semakin mendekat namun tidak ada suara perasaan Alin tiba-tiba saja tidak enak buru-buru ia menyalakan lampu yang ada di ponsel nya.
Deg!
Deg!
Deg!
Alin melototkan mata nya ketika ponsel nya menyoroti sesosok pria dengan senyum menyeringai tengah menatap nya dengan senyum licik
Jantung Alin berdegup tidak karuan tubuh nya bergetar ia merasakan takut dengan orang yang ada di hadapan nya saat ini
"Bram" Pekik Alin
"Ya ini aku mas Bram.. kamu pikir siapa? suamimu..!! bukan nya dia tidak jadi pulang malam ini.. hahaha" Bram tertawa dengan suara yang menggelegar
"Mau apa kamu mas" Ucap Alin dengan perasaan cemasnya
"Hahahaa.. kamu gak usah takut ngeliat mas kaya gitu!"
"Pergi kamu dari kamarku mas" Alin melempar kan bantal kearah Bram
Pria itu memasang senyum devil nya dia tertawa melihat Alin
"Mas udah tahu kenapa kamu menikah sama Raffan, ternyata dugaan mas bener ya dia nikahin kamu karna dia tau mas masih mengejar kamu!"
"Dan soal perjanjian nikah kamu sama Raffan mas juga tau.. dan lebih membuat mas senang adalah ternyata suami kamu itu belum menyentuh mu" Ucap Bram dengan senyuman jahat nya
Bram tidak sengaja mendengarkan obrolan Alin dengan sepupu nya tadi siang dikantor sehingga ia begitu senang mendengar fakta itu! dengan senyum licik nya ia akan merencanakan sesuatu dan mengambil kesempatan ketika tidak ada Raffan dirumah
"Mas aku mohon pergi dari kamarku mas, aku gamau terjadi salah paham!" Ucap Alin dengan nada memohon
"Mas akan pergi tapi.. sebelum nya mas menginginkan mu malam ini aja" Ucap Bram menatap Alin dengan tatapan liar
Alin menatap Bram tak percaya ia menggelengkan kepala nya buru-buru Alin beranjak dari tempat nya menuju pintu dia harus kabur sebelum pria itu berbuat yang tidak-tidak
__ADS_1
Alin mencoba memutar knop pintu kamar nya namun pria itu ternyata sudah mengunci nya, Alin semakin ketakutan ketika Bram mulai mendekat kearah nya, ia masih berusaha untuk membuka pintu itu
"Tolooonnggg..." Teriak Alin menggedor pintu dari dalam kamar ia berharap kakak iparnya mendengar nya
"Percuma kamu teriak..!! kakak ipar kamu sedang tidak ada dirumah, dia sedang pergi keluar ketemu sama teman nya" Ucap Bram menyeringai
"Hahaha... kali ini aku tidak akan melepaskan mu kamu harus jadi milikku sebelum suami mu itu memiliki mu..!!!"
Alin menggeleng kan kepala nya airmata nya sudah membasahi wajah nya entah sejak kapan tubuh nya bergetar hebat, ia sangat ketakutan
Dengan tubuh yang masih bergetar Alin membuka ponsel yang masih ia pegang ia harus menelpon Raffan namun belum sempat ia menekan tombol pria itu sudah melempar ponsel nya, Untung saja ponsel Alin tidak mati sehingga masih ada cahaya lampu yang menyorot dari ponsel nya
Pria itu hendak menangkap Alin, buru-buru Alin menghindar, Alin berlari ia harus menyelamatkan mahkota nya sampai tak terasa kaki Alin tersandung meja
"Awww" Alin memegangi kaki nya yang terasa sakit
"Hahaha.. kamu gak akan bisa lari kemana-mana malam ini kamu milik ku Alin... hanya milik ku..." Suara itu terdengar sangat menyeramkan bagi Alin.
Lebih baik ia mati saja dari pada harus menyerahkan sesuatu yang paling berharga untuk pria yang ia benci, Alin tidak Sudi!
Cuihhh!
Alin meludahi Bram namun pria itu malah semakin mendekat ke arah Alin
Alin kembali melempari pria itu dengan gelas yang masih berisi air hingga beberapa bingkai foto yang ada dimeja ia lempari juga ke arah Bram namun tetap saja tidak mengenai nya, pria itu bisa menghindari serangan Alin.
Pria itu tertawa ketika Alin sudah tidak memiliki pertahanan lagi, Alin semakin bergetar takut
'YaAllah tolong akuuu selamat aku dari pria brengsek ini... Masss Raffan toloongg aku mas..."
Airmata Alin mengalir deras dengan sekuat tenaga ia berdiri menahan sakit di kaki nya karna tersandung meja.
Alin berjalan mundur ketika pria itu sudah semakin mendekat nya Alin semakin mundur dan mundur.
Jleebbb!
"Akhhhh" Alin meringgis ketika kaki nya menginjak sesuatu yang tajam ia terkena pecahan kaca darah segar mengalir di telapak kaki nya
Hahahaha... pria itu tertawa melihat nya
__ADS_1
"Mas aku mohon jangan lakukan itu mas..." Ucap Alin memohon dengan sisa kekuatan nya
"Masss Raffan... tolong aku mas.." Teriak Alin tubuh nya sudah membentur tembok sehingga ia sudah tidak bisa mundur lagi
"Percuma aja kamu memanggil nama nya dia tidak akan mendengar teriakan kamu!!"
"Jangaannn...." Alin menangis sejadi-jadinya ia berharap suami nya datang dan menyematkan nya
Pria sudah berada dihadapan Alin
"Mas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, sudah sejak lama mas menginginkan mu" Bram menarik rambut indah Alin yang tergerai dan mencium nya
Bram mendekat kan wajahnya ke wajah Alin ia berusaha mencoba mencium bibir nya namun Alin menahan bahu Bram dengan sekuat tenaga nya
Namun apalah daya tenaga pria itu jauh lebih kuat dibanding kan dengan diri nya dengan mudah nya pria itu mencekal kedua pergelangan tangan Alin.
Alin menggeleng kan wajah nya ke kiri ke kanan ketika pria itu ingin mendekatkan bibir nya
"Diamm!!!" Bentak Bram karna Alin yang tidak bisa diam
Pria itu berhasil ******* bibir Alin, wanita itu berpikir ia akan bunuh diri saja setelah ini dengan sisa tenaga nya Alin menendang selakangan Bram, pria itu meringis memegangi junior nya
Dengan cepat Alin mengusap kasar bibir nya yang sudah tersentuh oleh bibir Bram dengan kedua telapak tangan nya, ia merasa jijik sangat jijik.
Alin hendak kabur namun pria itu sudah mengukung tubuh kecil nya ditembok kedua tangan nya ia tompang kan disisi kiri dan kanan membuat Alin tidak bisa lari kemana-mana
Alin menatap mata nya itu dengan sorot penuh kebencian ia menatap pria itu dengan tatapan tajam nya
Bram menyeringai
"Jangan melototi aku seperti itu sebentar lagi kamu akan mendesah kenikmatan dibawah tubuh ku" Bram tertawa penuh kemenangan
"Aku membenci mu seumur hidup ku Bram!!!"
"Stttt... jangan berbicara seperti itu nanti kamu sendiri yang akan ketagihan setelah ini sayang.." Bram berbisik ditelinga Alin
.
.
__ADS_1
.
.