Dituduh Selingkuh

Dituduh Selingkuh
Part 7 Bakso Rawon


__ADS_3

Hari adalah hari Raffan akan menjemput istrinya pulang sudah 7hari istrinya itu berada dirumah orang tuanya.. Raffan sudah memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah orangtua Alin.


Tok tok


"Assalamualaikum".


"Walaiqumsalam Bu kayanya itu mas Raffan"


"Iya cepat bukain pintu".


Alin membukakan pintu


"Hai...kamu udah siap pulang hari ini"


Alin tersenyum ketika suaminya itu menyapanya lalu dia mengangguk.


"Iya mas"


"Bu.. Alin pamit pulang ya Bu, ibu yakin gamau ikut sama Alin" Tanya Alin pada ibunya


"Emm.. ibu mau disini aja"


"Nanti sendirian"


"Gakpapa kok kan masih banyak kerabat ibu disini"


"Yaudah aku pulang dulu ya Bu"


"Kamu hati-hati ya dijalannya... Nak Raffan tolong jaga Alin ya.. ibu titip dia" Ucap ibu


"Iya Bu pasti" Ucap Raffan


Mereka pun mengecup punggung tangan ibu bergantian.


Diperjalanan.


Raffan hanya diam saja dia fokus mengemudi sementara Alin menatap wajah suaminya.


'Mulai sekarang aku akan jadi istri yang baik buat kamu mas, aku ingin menjalankan amanat bapak.. walaupun aku gak tau pernikahan kita akan berakhir seperti apa nanti... tapi biarkan untuk saat ini aku menikmati saat-saat bersamamu...


"Kenapa ngeliatin aku terus... Iya memang aku tampan" Ucap Raffan mengagetkan Alin dari lamunannya.


"Sombong"


"Fakta kok"


"Iyadeh percaya"


"Kamu laper gak" Tanya Raffan


"Emm iya"


"Yaudah kita nyari restoran dulu"


"Aku lagi pengen yang pedes-pedes, kita makan bakso aja gimana dipinggir jalan juga enak-enak loh"


"Aku gak pernah makan, makanan pinggir jalan"


"Ayolah mas sekali-kali aja, aku lagi pengen bakso pinggir jalan... aku tau daerah sini bakso yang enak dijamin steril kok"


"Aku gak biasa, nanti sakit perut gimana"


"Hahahaha.. kamu tuh lucu deh ya gak bakal lah atau jangan-jangan lambung kamu itu lambung sultan gak bisa Nerima makanan murah... beda sama lambung aku baru lihat harga makanan mahal aja udah kaget duluan lambungnya.."


"Yaudah terserah kamu aja"


"Beneran"


"Iya jadinya kita makan dimana"


"Yang diperempatan itu ya mas nanti ada tulisan dikedainya Bakso Rawon"


"Bakso Rawon..?"


"Iya bakso yang banyak tetelannya.. enak banget tau"


Raffan menelan ludahnya.. apa bener seenak itu.


Raffan pun memarkirkan mobilnya didepan kedai itu.


"Mang pesen bakso 2 ya makan disini"


"Pake apa aja neng..? lohh neng Alin nya" Tanya pemilik kedai bakso itu.


"Hehe mang Agus gimana kabarnya"


"Alhamdulillah damang neng... kamana wae atuh baru kelihatan"


"Aku sekarang tinggal diJakarta mang ikut suami"


"Oihhh.. Iyeu suamina kasep pisan"


"Hehe iya mang.. Oya baksonya campur aja ya mang"


"Siap neng"


Alin memang mengenal pemilik kedai bakso itu karna dia sudah jadi langganannya, Alin sering makan kesini dulu sama teman-temannya.


"Kamu kenal" Tanya Raffan


"Iya aku kan sering kesini"

__ADS_1


"Tadi dia ngomong apa kok aku gak ngerti"


"Kamu gak akan ngerti dia ngomong pake bahasa sunda"


"Ini harganya bener cuma 17rb 1 porsi"


"Heem" Alin mengangguk


"Ini neng bakso na" Pemilik kedai bakso itu menyajikan 2 mangkok bakso.


"Minum na naon neng" Tanya pemilik kedai itu.


"Minumnya es teh jus 2 nya mang"


"Oke neng"


"Neng itu apa sih kok dia manggil kamu neng terus" Tanya Raffan


"Neng itu sebutan buat perempuan, kaya aku manggil ke kamu mas gitu"


"Ibu sama bapak juga kadang manggil aku dengan sebutan neng, Tapi kita tuh jarang aja ngomong pake bahasa Sunda" Ucap Alin sambil menuangkan sambel ke mangkok baksonya.


Raffan hanya manggut-manggut dia terlihat menikmati bakso itu.. Alin tersenyum melihatnya.


"Mas mumpung masih ditasik, boleh ya kita mampir ke pendopo disana banyak aneka jajanan dari jajanan zaman dulu sama zaman sekarang itu ada disana.."


"Kamu baru aja makan bakso udah minta jajan"


"Buat cemilan dimobil"


"Aku pengen beli telur gulung" Ucap Alin lagi.


"Telur digulung-gulung maksudnya"


"Yagitu deh...emang kamu gak tau makanan itu"


"Nggak"


"Ish..padahal dari aku sekolah SD itu udah ada jajanannya"


"Aku gak tau"


"Yaudah deh nanti kita beli telur gulung, batagor, takoyaki, terus apalagi ya emm..." Alin membayangkan jajanan yang akan dia beli


"Banyak banget emang bakal abis"


"Aku tuh makannya banyak.. lagian mumpung ada kamu yang bayarin soalnya dulu itu aku kalo kesini mau jajan pasti milihnya salah satu padahal pengen semuanya tapi uangnya gak cukup hehe"


"Kalo kamu mau aku bisa beliin semua jajanan disini sama gerobak-gerobak nya sekalian"


"Apaan sih gausah lebay deh"


"Ini sih kebanyakan" Alin menerima uang itu


"Yaudah kamu tunggu disini" Alin pergi meninggalkannya Raffan dimobilnya.


Alin kembali dengan membawa keresek yang isinya banyak dengan jajanan, dia kembali masuk ke dalam mobil.


"Udah puas"


Alin tersenyum menganguk.


"Makasih ya mas, kamu tau gak kalo aku lagi sedih aku selalu menghibur diri aku sendiri dengan cara seperti ini..."


"Iya... yaudah sekarang kita lanjutin perjalanan" Raffan menyalakan musik Favorit nya.


Alin menganguk lalu menyantap makanan yang dia beli itu satu persatu


sampai habis, Alin pun tertidur karna kekenyangan.


Raffan menoleh kearah istrinya yang tidak lagi mengeluarkan suara.


"Dasar kucing imut udah kenyang tidur"


Hingga pada akhirnya mobil Raffan pun sudah sampai didepan rumahnya.. namun istrinya itu masih tertidur pulas, Raffan tidak tega membangunkannya.. sampai akhirnya dia memilih untuk menggendong Alin masuk ke dalam rumahnya.


"Dek, istri kamu tidur" Ucap Anya pelan ketika mendapati adiknya masuk sambil menggendong istrinya.


"Iya mbak, aku ke kamar ya" Ucap Raffan sedikit berbisik.


Anya tersenyum melihat tingkah adiknya..


Raffan pun membaringkan tubuh Alin diranjangnya.. wanita itu masih tertidur tanpa merasa terusik...


Raffan menatap wajah istrinya yang terlelap.. dia menyelipkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantiknya..


Cup


Raffan mengecup bibir Alin singkat.


"Maaf aku mencuri ciumanmu"


Raffan menyelimuti seluruh tubuh Alin dengan selimut, lalu dia beranjak pergi ke kamar mandi karena merasa tubuhnya sudah sangat lengket.


Alin terbangun dia merenggangkan tangannya lalu melihat kearah sekitar ternyata dia sudah sampai dirumahnya... Alin beranjak dari tempat tidur berjalan gontai menuju kamar mandi... dia membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci dengan wajah yang terlihat masih mengantuk.


Ceklek


Alin menurunkan sedikit celana serta ********** lalu berjongkok dia mengambil gayung serta air untuk membersihkan areanya.. lalu Alin kembali menaikan celananya setelah itu dia hendak mencuci muka dan...


"Aaaaaaakkkhhh" Alin melempar gayung itu ke wajah Raffan.

__ADS_1


"Kenapa kamu ada disini"


Alin tidak sadar kalo daritadi Raffan sedang berendam di bathtub, dia malah menyelonong masuk.. dan lihatlah sekarang malah Alin berteriak seolah-olah dia adalah korbannya.


"Aku daritadi disini, kamu maen masuk aja dan malah pipis didepan aku" Raffan sengaja menggoda Alin.


"Apa... jadi tadi kamu liat, kenapa gak dikunci pintunya kalo mau mandi" Wajah Alin tampak memerah menahan malu.


"Aku lupa"


"Yaudah sana keluar kamu mau ngeliatin aku mandi"


Alin menggeleng dengan cepat buru-buru dia keluar dari dalam kamar mandi.. Alin meruntuki kebodohannya, dia memutuskan untuk turun ke lantai bawah dia tidak mau bertemu Raffan... Alin merasa sangat malu...


"Alin" Panggil Anya.


"Eh.. mbak"


"Baru aja mbak mau panggil kalian buat makan"


"Oya.. Mbak turut berdukacita ya atas meninggalnya bapak kamu, maafin mba gakbisa datang kesana... mbak baru pulang dari Surabaya kemarin karna nemenin mas Bram beberapa hari disana... Raffan juga ngabarin nya pas mbak udah disurabaya" Ucap Anya merasa tidak enak.


"Iya gakpapa kok mbak"


"Gimana sekarang hubungan kamu sama ibu kamu apa udah membaik"


"Alhamdulillah mbak sekarang hubungan kita baik-baik aja"


"Alhamdulillah kalo gitu... nanti kapan-kapan ajak mbak silaturahmi ya"


"Iya mbak pasti nanti Alin ajak kesana kalo ada waktu luang"


Alin tersenyum mengusap rambut Alin lembut.


"Kamu jangan sedih terus ya"


Alin menganguk memeluk kakak iparnya itu.


"Makasih ya mbak, dulu aku pengen sekali punya kakak sekarang aku benar-benar merasakan nya"


"Sama-sama sayang, mbak juga kepengen banget punya adik perempuan hehe"


"Oh jadi selama ini mbak itu maunya punya adik perempuan" Ucap Raffan tiba-tiba saja turun dari lantai atas.


"Apaan sih maen nyamber-nyamber aja" Ucap Anya mengerucutkan bibirnya.


"Sekarang aku dilupain"


"Apasih dek cemburuan terus sama istri sendiri juga"


"Kamu tau gak Lin, suami kamu itu tukang cemburuan waktu awal-awal mbak nikah aja dia cemburuan terus sama mas Bram"


"Mulai deh ngomongin aku"


Raffan menatap kearah Alin..


Alin hanya menundukkan wajahnya dia tidak berani menatap wajah suaminya setelah kejadian tadi.


"Yaudah makan dulu mbak udah laper nungguin kamu lama"


"Kenapa gak makan duluan aja sih"


"Nanti ngambek gak ditungguin, mbak serba salah deh"


"Yaampun mbak"


Alin hanya tersenyum mendengar percakapan adik kakak ini... Raffan selalu terlihat menjadi adik yang manja jika didepan kakaknya.


Ponsel Raffan tiba-tiba saja berdering, dia melihat nama yang tertulis dilayar lalu menekan tombol hijau.


"Hallo ada apa"


"Pak ada masalah dikantor"


Raffan melirik kearah Alin dan Kakaknya lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan sedikit menjauh dari dua wanita itu.


'Raffan telepon sama siapa kenapa dia menjauh' Alin membatin


"Oke kita bahas lagi besok dikantor" Ucap Raffan pada seseorang yang meneleponnya.


Raffan mengatakan kalo ada masalah besar dikantornya, semenjak hari itu dia jadi sering pulang larut malam dan pergi pagi-pagi sekali... dia jarang sarapan dan makan malam dirumah...


Sudah tiga hari ini Alin merasa kesepian.. ketika bangun pagi dia sudah tidak melihat Raffan dan ketika Raffan pulang dia malah sudah tertidur... sama sekali tidak ada waktu untuk sekedar bicara...


Malam ini Alin memutuskan akan menunggu Raffan pulang dia tidak ingin ketiduran lagi... sudah pukul 23.30 namun belum ada tanda-tanda suaminya akan pulang..


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen ya kak🙏🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2