Dituduh Selingkuh

Dituduh Selingkuh
Part 20 Tinggal di apartemen


__ADS_3

Raffan berjongkok dihadapan Alin memegang kedua tangan wanita itu.


"Aku mohon jangan pergi dulu.. setidak nya kasih aku waktu untuk berpikir.." Raffan terlihat menitikan air mata nya


Alin semakin dibuat tidak tega oleh Raffan, baru pertama kali ia melihat suami nya menangis, ia kembali berpikir apa keputusan nya sudah benar.


Alin membantu Raffan untuk berdiri "Mas, walaupun kamu tidak tinggal serumah dengan kakak kamu bukan berarti kamu meninggalkan nya.. kamu masih bisa mengunjungi kakak kamu.. kamu bisa main kesini kapan pun kamu mau.. kamu masih bisa jadi adik yang selalu ada untuk kakak nya.."


"Kamu harus bisa ngambil keputusan kamu sendiri..!! kamu udah punya istri dan kakak kamu juga udah punya suami.. kamu dan kakak kamu sudah punya keluarga masing-masing.." Ucap Alin lagi


Raffan terdiam ia masih berat dengan pilihan yang Alin berikan!


Alin menarik nafas nya panjang


"Lebih baik kamu pikirin dulu semua nya.. maaf aku harus pergi dulu mas.. aku mau kerumah ibu, aku kangen sama beliau.." Ucap Alin membawa kembali koper nya pergi meninggalkan Raffan yang masih mematung ditempat nya


Alin pergi dengan hati yang hancur tapi ini sudah jadi keputusan nya, dia hanya tidak mau tinggal bersama ipar karna ia berpikir tidak baik tinggal satu rumah dengan ipar sebaik apapun kakak ipar nya.


Alin terpaksa berbohong pada Raffan ia tidak mau pria itu terus menahan nya, Alin tidak mungkin pulang kerumah nya dengan kondisi seperti ini, ia tidak ingin membuat ibu nya sedih.


Alin berjalan dengan kaki nya yang masih terasa sakit, ia belum tau arah tujuan nya kemana yang jelas dia tidak akan pergi kerumah ibu atau bibi nya, ia tidak mau masalah rumah tangga nya diketahui oleh keluarga nya, ia berpikir akan mencari kontrakan saja untuk sementara.


Raffan masih mematung ditempat nya, ia tidak menyangka Alin benar-benar pergi meninggalkan nya, tanpa berpikir panjang ia mengambil kunci mobil nya ia harus menyusul Alin, ia tidak mau kehilangan istri nya, Raffan tidak boleh telat sebelum Alin keburu jauh, nanti ia akan berbicara pada kakak nya pasti dia akan mengerti yang penting sekarang ia harus menemui Alin dulu.


Raffan melajukan mobil nya pelan ia sangat yakin Alin belum jauh dari rumah nya, benar saja Alin masih berada disekitaran komplek, terlihat wanita itu tengah berjalan dengan tertatih menahan sakit dikaki nya sambil menarik koper, buru-buru Raffan menepikan mobil nya


Ia keluar dari dalam mobil berjalan menghampiri wanita itu lalu memeluk nya dari belakang.


"Jangan pergi.." Ucap Raffan


Alin terdiam ia dapat merasakan hembusan nafas Raffan dileher nya, Raffan membalikan tubuh Alin untuk saling berhadapan ia memegangi kedua tangan istri nya lalu mencium nya.


"Aku mencintaimu dan aku gak mau kehilangan kamu.. kita hadapi masalah ini bareng-bareng yaa.." Ucap Raffan membersihkan sisa air mata diwajah istri nya

__ADS_1


"Maksud kamu..?" Tanya Alin tidak mengerti


"Ayo kamu ikut aku sekarang..!" Raffan menarik tangan istri nya


"Aku gak mau pulang mas..!!" Ucap Alin berusaha melepaskan tangan nya


"Nggak, aku gak ngajak kamu pulang kerumah, kita akan tinggal di apartemen aku sekarang.."


Raffan mengambil koper Alin dan memasukan nya ke dalam bagasi mobil nya, ia menuntun wanita itu masuk kedalam mobil nya


Didalam mobil Raffan hanya terdiam saja "Mas.. apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu.. aku gak mau memaksa.." Tanya Alin


"Iyaa mas udah yakin.. kamu tenang aja mbak Anya pasti akan ngertiin nanti.. aku juga berhak menentukan hidup aku sendiri.." Ucap Raffan tersenyum pada Alin


Alin yakin suami nya belum benar-benar yakin dengan keputusan nya terlihat dari raut wajah nya yang masih bingbang, Alin tidak ingin bertanya apa-apa lagi.


Diperjalanan mereka hanya saling diam dengan pikiran mereka masing-masing, hingga mobil Raffan sudah sampai didepan apartemen nya.


"Kamu beresin baju-baju kamu dulu, mas mau mandi.." Ucap Raffan ketika mereka sudah memasuki apartemen nya


Raffan melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi dia ingin menenangkan pikiran nya dengan guyuran air dingin.


Alin membuka koper nya dan memindahkan baju-baju nya ke dalam lemari, disana sudah terdapat baju-baju Raffan juga yang mungkin memang sudah disiapkan khusus di apartemen nya.


Alin mengedarkan pandangan nya melihat-lihat isi apartemen Raffan seperti nya tempat ini cukup nyaman ada dua kamar tidur, ruang tamu dan juga ruang tv yang berdekatan, dan yang paling Alin suka dapur nya ia bisa memasak sambil melihat pemandangan luar kearah balkon, apartemen Raffan berada dilantai atas sehingga ia bisa melihat pemandangan kota.


"Apa kamu suka" Tanya Raffan yang tiba-tiba saja sudah keluar dari dalam kamar mandi


Alin tersenyum dan menganggukan kepala nya "Seperti nya disini nyaman" Ucap Alin menatap suami nya


Alin membuka kulkas dan terlihat tidak apa-apa didalam sana hanya ada air minum saja.


"Kamu nyari apa sayang.." Hati Alin kembali berdesir mendengar panggilan sayang itu lagi

__ADS_1


"Aku nyari bahan makanan gak ada"


"Kamu mau masak atau kamu laper"


"Aku laper mas belum makan dari pagi"


"Yaudah mas pesenin ya.. kamu mau makan apa",


"Apa aja deh yang penting makanan berat"


",Oke deh"


Raffan memesan dua porsi makanan karna ia juga lapar dari pagi belum makan, karna terlalu banyak masalah dirumah nya tadi ia jadi tidak ingat untuk makan.


Raffan tersenyum menatap wajah istri nya ia mengacak gemas rambut Alin walau pikiran nya masih pada kakak nya Anya.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang, dan mereka makan bersama, Alin dan Raffan bergantian saling menyuapi biasa nya kalo dirumah mereka tidak akan melakukan itu karna mereka selalu makan bersama kakak nya, tidak mungkin kan mereka bermesraan didepan Anya.


"Mas apa kamu udah bicara sama mbak Anya kita tinggal disini.."


"Belum.. nanti aku bicara in kalo suasana nya udah membaik.."


Alin menganguk melanjutkan makan nya


Sebenar nya Alin merasa bersalah karna meminta Raffan untuk pindah dari rumah nya, ia masih bisa merasakan kalo Raffan sebenar nya berat melakukan itu namun pria itu berusaha untuk menutupi nya, suami nya sudah membela nya mati-matian, sampai dia sendiri harus berdebat dengan kakak nya, dan sekarang ia memilih ikut bersama nya meninggalkan rumah itu.


"Makasih ya mas sudah membela aku" Ucap Alin pelan menyentuh punggung tangan suami nya


Raffan tersenyum menatap istri nya "Iya sayang.."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2