
Alin tidak mau melayani nafsu bejad Bram, ia tidak Sudi !!
Bram hendak menggendong Alin untuk membawa nya ke ranjang, namun tiba-tiba ia mendengar suara deru mobil didepan, ia berdecak kesal dan menatap keluar jendela kamar
Sial!!! Guman Bram
Buru-buru ia pergi keluar kamar meninggalkan Alin yang masih bergetar ketakutan
Raffan sudah memarkirkan mobil nya diperkarangan rumah nya, pria itu keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah bucket bunga mawar, Raffan tersenyum ketika membayangkan ekspresi wajah istri nya yang melihat nya tiba-tiba saja pulang, ya tadi Raffan sudah membohongi nya
"Alin.." panggil Raffan ketika memasuki kamar nya
Gelap!
Itulah yang Raffan lihat sekarang kamar nya begitu gelap tidak biasa nya Alin mematikan lampu kamar nya
"Alin..kenapa gelap" Panggil Raffan kembali
Raffan menyalakan sakral lampu kamar nya!
cetrek!
Raffan terkejut ketika mendapati kamar nya yang bagaikan kapal pecah!! sangat berantakan bantal guling tergeletak dilantai, ditambah banyak pecahan kaca bekas bingkai foto dan beberapa pecahan vas bunga yang berserakan dilantai seperti habis dilempar-lemparkan!
Pria itu menatap sekeliling nya ia lebih terkejut lagi ketika menangkap sesosok wanita terduduk dipojokan kamar nya, wanita itu tengah memeluk kedua lutut nya dan menenggelamkan wajah nya dengan kedua tangan, Raffan menghampiri wanita itu tubuh nya bergetar terlihat sangat ketakutan!
"Alin" Panggil Raffan mendekat kearah istri nya
"Jangaannn...jangann mendekat..!!!" Masih dengan menutup wajah nya
"Pergiiii....pergiii....!!!!" Alin berteriak ketakutan tubuh nya bergetar hebat
"Alin kamu kenapa..?"
Alin menggeleng takut!
"Ini aku Raffan" Raffan memegangi bahu Alin
Alin membuka mata mendongkak kan wajah nya
"Mas..Raffan" lirih Alin langsung mendekap tubuh suami nya kencang
"Mas.. kamu udah pulang..?" Alin terisak
"Iya mas pulang"
"Apa yang terjadi..?" Tanya Raffan penasaran
"Mas.. jangan tinggalin aku sendirian..aku takut.. aku takut mas..!!" Ucap Alin menangis sejadi-jadi nya dengan tubuh yang masih bergetar
"Kami gak usah takut.. aku ada disini.."
Raffan mengusap lembut rambut Alin
__ADS_1
wanita itu menatap sekeliling nya, ia takut kalo Bram masih ada dikamar nya!
"Aku takut.. dia kesini lagi.." Alin kembali menenggelamkan wajah nya ke dada bidang Raffan
"Dia.." Ucap Raffan heran
"Dia siapa..?"
Tubuh Alin masih bergetar dia seperti sangat ketakutan entah apa yang sudah terjadi, Alin tampak tidak tenang Raffan tidak ingin banyak bertanya dengan kondisi Alin yang seperti ini, ia akan menenangkan istri nya dulu.
"Kamu gak usah takut lagi yaa..!!" Ucap Raffan menenangkan Alin
Raffan hendak membantu istri nya berdiri
"Astaga..kaki kamu terluka" Ucap Raffan cemas ketika melihat telapak kaki Alin yang berdarah
Raffan menggendong tubuh kecil istri nya
lalu membaringkan tubuh Alin diranjang nya, Raffan hendak pergi keluar untuk mengambil kotak P3K namun tangan nya ditahan oleh Alin
"Mas jangan kemana-mana aku takut mas.. aku takut dia kembali.." Ucap Alin dengan tatapan memohon
"Aku mau mengobati luka kamu, sebentar ya"
Alin menggelengkan kepala nya lemah ia tidak mau Raffan meninggalkan nya sendiri, Akhir nya Raffan pasrah dan menghubungi salah satu pelayan dirumah nya untuk membawa kan kotak P3K ke kamar nya ia juga tidak lupa menyuruh pelayan nya untuk membersihkan kamar nya yang sangat berantakan!
"Kamu minum dulu biar lebih tenang..!!" Titah Raffan membantu Alin bangun dan bersandar di dinding ranjang
Ia melihat Alin yang sudah lebih tenang
"Sebenar nya apa yang sudah terjadi?" Tanya Raffan
Alin kembali menangis tubuh nya bergetar
"Bram" lirih Alin
"Bram!!! kenapa lagi dia? apa yang sudah dia lakukan sama kamu..!!!?" Rahang Raffan menegas kala mendengar nama pria itu
"Bram...ia tadi masuk kekamar dan mau mencoba menyentuh ku mas" Ucap Alin air matanya kembali mengalir mengingat kejadian tadi
Raffan melotot tak percaya, ia mengepalkan tangan nya terlihat wajah nya yang menahan emosi ia menggertakkan gigi nya.
"Kamu yakin..?"
Alin menganggukan kepala nya
Raffan bangkit dari duduk nya ia berjalan keluar membanting pintu kamar dengan keras, ia turun kebawah dan mendapati Bram yang sedang duduk santai diruang tamu sambil menyesap kopi.
Raffan sudah tersulut emosi terlihat dari wajah nya yang memerah,
Dengan langkah lebar nya Raffan menghampiri kakak iparnya itu dengan gerakan cepat ia menarik kerah baju Bram dan memukul wajah nya
Bughh!!!
__ADS_1
Alin menyusuli suami nya dengan langkah tertatih menuruni anak tangga, ia takut suami nya akan hilang kendali
"Apa sudah kamu lakukan pada istri ku hah..!!!!"
Bughh!! Raffan kembali meninju wajah itu
"Berani-beraninya kamu mencoba menyentuh istri ku...!!!!" Teriak Raffan ia memukuli pria itu dengan membabi buta.
"Raffan...!!!!! hentikan...!!!!" Teriakan seorang wanita yang baru saja masuk kedalam rumah nya ia terkejut mendapati suaminya yang sedang dihajar habis-habisan oleh adik nya sendiri
Dengan langkah cepat Anya membantu membangunkan suami nya yang sudah tersungkur
"Ada apa ini Raffan kenapa kamu memukuli mas Bram.." Tanya Anya dengan tatapan tajam
"Tanyakan sendiri pada suami mbak, apa yang sudah dia lakukan pada istri ku" Teriak Raffan menahan emosi nya
"Apa yang terjadi mas" Anya bertanya pada suami nya, pria itu terdiam meringgis kesakitan.
"Pria ini sudah berani mencoba untuk menyentuh istri ku... dia mengambil kesempatan disaat aku dan Mbak gak ada dirumah..!!!" Raffan menunjuk pada Bram
Anya membulatkan mata nya menatap tak percaya
"Gak mungkin..!!! mas bram tidak mungkin seperti itu..!!!"
"Apa nya yang gak mungkin mbak.. mas Bram pernah menjalin hubungan dengan Alin sebelum menikah dengan mbak.. dan pria ini masih mengejar istriku sampai sekarang.."
Duarrr... bagai disambar petir tidak mungkin kalau suaminya itu ternyata mantan pacar adik iparnya sendiri
"Apa semua itu benar mas..?" lirih Anya menatap kearah suami nya
Bram menunduk kan wajah nya!
"Iya itu semua benar sayang"
Anya menggeleng tak percaya tubuh nya terasa lemas mendengar nya!
"Tapi sungguh mas sudah move on sejak lama dari Alin.. karna saat ini mas hanya mencintai kamu seorang.. kamu percaya kan sama mas... justru Alin yang tidak bisa melupakan mas..!!!"
Alin melotot kan mata nya menatap Bram tak percaya dengan mudahnya pria itu membalikkan fakta!
Anya menatap kearah Alin dengan tatapan yang sulit diartikan!
"Cukup mas..!! jangan berkelit lagi aku sudah tau semua kelakuan mas..!!! ucap Raffan
"Kamu itu jangan terlalu percaya sama omongan nya Alin.. mas udah pernah bilang kan kalo Alin itu wanita penggoda dan murahan..!!!!"
.
.
.
.
__ADS_1