Dituduh Selingkuh

Dituduh Selingkuh
Part 19 Tetap pergi


__ADS_3

"Mas.." Lirih Alin pelan menatap suami nya yang terpejam


"Aku ingin kamu tau aku tidak pernah berbohong padamu mas.. mungkin kamu masih meragukan aku.. tapi yang jelas aku tidak pernah menghianati kamu.." Ucap Alin pelan nafas nya tercekat menahan sesak


Alin memejamkan mata menghela nafasnya dalam, lalu kembali menatap wajah suami nya yang masih terlelap, wajah yang akan ia rindukan nanti.


"Sebelum aku pergi.. aku ingin mengatakan kalo aku sangat mencintaimu mas entah sejak kapan perasaan itu ada.. yang jelas aku bener-bener tidak mau berpisah sama kamu.. tapi aku gak sanggup melihat kamu tidak mau berbicara dengan ku lagi mas.. apalagi kamu gak percaya sama aku.." Ucap Alin kembali menangis


"Makasih ya mas selama ini kamu begitu baik.. kamu sangat memperhatikan aku.. aku bahagia hampir tiga bulan ini aku bisa mengenal dan menjadi istri kamu.. aku mencintaimu mas.. maaf aku harus pergi.."


Alin mengecup kening suami nya hati-hati ia tidak ingin membuat suami nya terusik dan terbangun, Alin mengusap air mata nya, ia tersenyum menatap wajah suami nya yang masih terlelap karna esok ia tidak akan melihat wajah itu lagi ketika bangun tidur.


Alin membalikan tubuh nya mengambil koper yang sudah ia bawa tadi, ia akan pergi mungkin lebih baik seperti ini Raffan tidak mengetahui kepergian nya.


Alin menghela nafas nya panjang, ia kembali menyeret koper nya yang terasa berat kenapa sangat berat sekali, Alin terdiam ia kembali menyeret kopernya namun terasa seperti ada yang menahan nya.


Deg!


Alin membulat kan matanya dengan gerakan cepat ia membalikan tubuh nya, ia kaget melihat Raffan menahan koper Alin dengan tangan nya posisi nya masih terlentang ditempat tidur namun mata nya menatap wanita itu dengan tatapan teduh.


Pandangan mereka bertemu seperti memberi sinyal lewat tatapan dalam itu kalo mereka sama-sama tidak ingin berpisah, Alin masih mematung ditempat nya.


"Jangan pergi..." Lirih Raffan dengan suara Berat nya, menatap wajah wanita itu dengan teduh


Raffan menarik tangan Alin membawa tubuh wanita itu ke dalam dekapan nya posisi Alin kini berada diatas tubuh Raffan, ia mendekap tubuh itu erat seperti tidak mau kehilangan.


"Jangan tinggalin aku.." Lirih Raffan


Raffan mengubah posisi nya bersandar di dingding ranjang sementara Alin duduk ditepian ranjang menghadap suami nya.


"Tadi kamu gak tidur mas.." Ucap Alin menatap suami nya


Raffan menggelengkan kepala nya


"Aku hanya memejamkan mataku"


"Jadi kamu denger apa yang aku katakan tadi.."

__ADS_1


Raffan menganguk "Jangan pergi ya..aku mohon.." Raffan meraih kedua tangan istri nya


Alin mencoba melepaskan tangan nya "Aku tetap harus pergi karna perjanjian pernikahan kita sudah hampir selesai.."


"Kamu gak bisa pergi dari aku..!!" Tegas Raffan


Alin menatap suami nya heran "Kenapa..?"


"Karna aku juga mencintai kamu" Ucap Raffan menatap mata istri nya dalam


Alin menatap suami nya tak percaya, ia tersenyum haru mata nya berkaca-kaca


"Kamu serius mas..?"


Raffan menganguk "Aku sudah lama gak memikirkan soal perjanjian itu.. aku ingin kita memulai semua nya dari awal.."


"Tapi bukankah kamu meragukan aku mas..."


"Aku percaya sama kamu" Ucap Raffan meyakinkan


"Makasih ya mas kamu udah percaya sama aku, aku pikir tadi kamu udah..."


"Sttttttt....iya aku minta maaf soal tadi, aku bener-bener pusing ditambah mbak Anya tadi marah sama aku.."


"Aku minta maaf mas gara-gara aku kalian bertengkar" Alin menundukkan wajah nya


"Ini bukan salah kamu..!! aku hanya beda pendapat sama mbak Anya.. wajar dia ngebela suami nya.."


Alin kembali memeluk Raffan menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya, Alin terdiam memikirkan sesuatu ia mendongakan wajah nya menatap suami nya.


"Kenapa sayang..?" Alin terenyuh kala Raffan memanggil nya dengan panggilan sayang untuk pertama kali nya kata itu terucap dari mulut Raffan


Alin terdiam ia takut mengatakan nya, bagaimana kalo suami nya tidak setuju mereka baru saja saling mengungkapkan perasaan.


"Kenapa diam aja.. ada sesuatu yang mau kamu bilang..?" Raffan melihat raut wajah Alin yang berubah


"Mas.. aku tetap mau pergi dari rumah ini.." Alin menundukkan wajah nya

__ADS_1


Raffan kaget mendengar nya "Kenapa..? kamu benar-benar mau meninggalkan aku.." Raffan mengguncang kedua bahu Alin


Alin menggelengkan kepala nya "Bukan gitu mas.. aku cuma gak mau tinggal dirumah ini lagi..gak baik kita terus-menerus tinggal bersama ipar apalagi banyak kesalah pahaman antara rumah tangga kita dan juga kakak ipar.."


"Maksud kamu, kamu ingin pindah dari sini.."


Alin menganguk "Aku memang membenci mas Bram tapi bukan berarti aku membenci kakak kamu juga walaupun dia tidak mempercayai aku.. tapi ini demi rumah tangga kita.. aku juga masih Trauma dengan kejadian semalam.." Air mata Alin kembali jatuh


"Aku minta maaf ya mas bukan aku bermaksud mengajak kamu menjauhi kakak kamu, bukan karna aku gak betah atau apa, aku betah tinggal disini kakak kamu sangat baik tapi aku cuma gak mau ada kesalahpahaman lagi antara kita dan kakak kamu.."


Raffan terdiam memikirkan ucapan Alin yang memang ada benar nya, tapi ia juga bingung semenjak kedua orang tua nya meninggal dia sudah berjanji akan selalu bersama kakak nya apapun yang terjadi.


Anya juga pasti tidak akan setuju kalo Raffan keluar dari rumah ini, apalagi saat ini kakak nya sedang kecewa pada Raffan pasti dia akan tambah kecewa nanti.


Raffan memijat kening nya yang tidak pusing, ia benar-benar dilema antara istri nya atau kakak nya pilihan yang sangat sulit bagi nya!


Alin mengerti dari raut wajah Raffan ia sudah tau apa jawaban nya, ia mengambil koper nya dan kembali menyeret nya melangkah pergi meninggalkan Raffan.


Ketika Alin hendak membuka pintu kamar dengan gerakan cepat Raffan menutup kembali pintu kamar itu dan mengambil koper Alin dari tangan nya dengan kasar, Alin terlonjak kaget!


"Kamu gak boleh pergi..!!!"


"Jangan tinggalin aku.. aku mohon.." Ucap Raffan dengan mata yang berkaca-kaca


Alin menatap suami nya sendu ia menjadi tidak tega "Aku gak meninggalkan kamu mas.. aku cuma memberi kamu pilihan.."


"Aku gak bisa..!! aku udah pernah janji untuk selalu bersama kakak aku apapun yang terjadi.. tolong ngertiin aku.." Ucap Raffan dengan nada memohon


"Kamu jangan minta aku buat ngertiin kamu.. tapi kamu juga harus bisa ngertiin perasaan aku mas.. aku takut mas.. aku trauma... bukan gak mungkin kalo aku terus tinggal disini mas Bram bisa melakukan hal itu lagi..!!!"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2