
Bocil skip dulu ya!!!
"Sayang..apa boleh mas lihat ponsel kamu.."
"Ponsel aku rusak mas karna dilempar sama Bram.. tadi nya masih hidup sekarang udah mati total.."
"Yaudah nanti kita beli ponsel ya"
Alin menganguk tanda mengerti, sebenarnya Raffan hanya ingin melihat chat yang ada di ponsel Bram waktu itu.
"Emm..soal chat ituu.. apa.."
"Aku juga gak tau mas.. tapi aku curiga sama Bram seperti nya chat itu dikirim oleh dia sendiri pake ponsel aku.."
"Gimana bisa.."
"waktu aku pulang kerja aku inget banget naro ponsel diatas kasur pas mau ke kamar mandi.. pas aku udah selesai aku lihat ponsel aku ada diatas meja kamar.."
Raffan manggut-manggut masuk akal bisa aja Bram diem-diem masuk ngambil ponsel Alin saat istri nya sedang mandi.
"Kamu percaya kan sama aku.. aku sama sekali gak ngirim chat apa-apa nomor dia aja udah aku blok"
"Iyaa sayang.. mas percaya.." Raffan mengusap rambut Alin lembut.
"Yaudah kamu siap-siap kita beli ponsel ke mall.." Ucap Raffan lagi
"Nanti aja deh mas.. aku capek mau istirahat.."
"Yaudah mas temenin bobok ya" Ucap Raffan menunjukan senyum genit nya
Alin tersenyum malu melihat tatapan suami nya yang tidak biasa, ditengah-tengah masalah nya dengan kakak ipar namun disatu sisi Alin merasa sangat bahagia karna sekarang bersama suami nya yang juga mencintai nya.
.
.
.
Raffan tengah memeluk tubuh istri nya dari belakang mereka sedang berbaring diranjang.
Tadi nya Alin ingin istirahat namun ia tidak bisa memejam kan mata nya karna Raffan terus memeluk nya dan sesekali pria itu terus menciumi leher nya, yang membuat Alin jadi merasa geli.
__ADS_1
"Emm.. sayang.."
"Ya.."
"Apakah sekarang sudah boleh.." Ucap Raffan mulut nya berada dekat ditelinga Alin, seketika Alin merasa merinding ketiak hembusan nafas suaminya mengenai leher nya
"Boleh apa.." Jawab Alin tidak mengerti
"Ituuu..." Raffan menggigit kecil daun telinga Alin
Alin merasa semakin merinding, ia tau maksud Raffan namun ia pura-pura tidak tahu untuk mengerjai suami nya.
"Itu apa sih mas..?" Ucap Alin Pura-pura tidak mengerti
"Beneran gak tau.."
Alin menganguk namun ia terkikik sendiri melihat Ekspresi wajah suami nya
"Kalo gitu biar mas yang kasih tau"
Raffan membalikan tubuh istri nya agar bisa menghadap kearah nya, lalu Raffan mengubah posisi nya berada diatas tubuh Alin, entah kenapa jantung Alin berdegup kencang ketika wajah nya bertemu dengan wajah Raffan, apakah ini akan menjadi malam pertama nya dengan Raffan, pikir Alin.
Raffan melihat ekspresi wajah istri nya yang terlihat gugup, dengan perlahan Raffan mendekatkan wajah nya mencium kening Alin lalu turun mencium kelopak mata Alin dengan lembut, Raffan tak melewatkan se inci pun menciumi bagian wajah istri nya, Alin memejamkan mata nya menikmati sensasi yang berbeda namun jantung nya terasa akan melompat dada nya naik turun menahan gejolak yang ia rasakan.
Raffan menyatukan kening nya pada kening istri nya, Alin bisa melihat tatapan Raffan yang berkabut pria itu sedang mode on, Alin kembali mengatur nafas nya.
"Apakah sekarang sudah boleh.." Raffan mengulangi pertanyaan dengan suara berat menahan hasrat nya
Alin tersenyum dan mengangguk memberi lampu hijau untuk Raffan, tanpa basa basi lagi Raffan langsung menyambar bibir itu kembali ******* nya dengan rakus, ia juga menggigit kecil leher Alin memberikan tanda kepemilikan disana, Alin mulai mendesah ketika Raffan begitu rakus nya menciumi setiap inci tubuh nya yang entah sejak kapan mereka sudah tidak memakai sehelai benang pun.
Raffan mulai memasuki milik nya hati-hati, bibir nya mencium kening istri nya, lalu turun ******* bibir Alin, ia melakukan nya dengan pelan agar wanita itu tidak merasa sakit, mereka berdua menikmati penyatuan pertama nya, hingga sampai Raffan sudah berada dipuncak nya, ia mengerang nikmat ketika benih nya ia tabur kan pada rahim Alin.
Alin merasakan begitu hangat diperutnya, hingga Raffan melepaskan penyatuan mereka dan menumbruk tubuh nya.
Raffan mencium kening Alin "Makasih ya sayang.."
Wanita itu hanya mengangguk kelelahan tak lama ia pun terlelap, Raffan menyelimuti tubuh istri nya yang masih telanjang ia pun membaringkan tubuhnya disamping istri nya memeluk nya erat
Raffan sangat bahagia karna menjadi yang pertama untuk Alin, ini pun pertama kali untuk nya, Raffan tersenyum akhir nya ia bisa memiliki Alin seutuh nya.
Raffan memejamkan mata nya menyusul Alin ke dalam mimpi, dalam mimpi pun Raffan ingin selalu bersama istri nya.
__ADS_1
.
.
.
Alin terbangun merasakan tangan berat seseorang yang melingkari perut nya, ia membalikan badannya menatap wajah suaminya yang terlelap, ia tersenyum mengingat kejadian tadi pertama kali nya suami nya itu menggagahi nya, Alin bahagia karna bisa menjaga harta paling berharga nya dan memberikan nya untuk orang yang dia cintai.
Alin merasakan sakit di bagian pangkal paha nya ketika ia hendak beranjak dari ranjang, ia berjalan pelan menuju kamar mandi ia ingin membersihkan tubuh nya.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Alin menatap suami nya yang masih terlelap, ia masih menggunakan handuk nya
"Kenapa mandi duluan.." Alin terlonjak kaget baru saja ia akan mengganti pakaian, ia membalikan badannya terlihat suaminya sudah bersandar di dinding ranjang padahal barusan dia melihat suami nya masih terlelap
"Kamu udah bangun mas.."
"Udah"
"Kenapa mandi duluan.. kenapa gak nunggu aku"
"Aku kan pengen mandi bareng" Ucap pria itu lagi
Alin menelan ludahnya ketika melihat tatapan Raffan yang menatap ia seakan-akan ingin memangsa, Alin masih menggunakan handuk nya.
"Kamu mau menggodaku" Ucap Raffan menatap tubuh Alin dari atas sampai bawah
Alin melihat kearah tatapan mata Raffan, buru-buru ia berbalik untuk mengambil pakaian nya sebelum Raffan meminta ronde selanjut nya, namun terlambat pria itu sudah beranjak dari posisi nya dan menarik handuk Alin hingga terlepas.
Alin berusaha mengambil handuk itu dari tangan suami nya "Mas.."
Namun bukan nya memberikan nya, Raffan malah menggendong tubuh Alin membawa nya ke ranjang lalu menindih nya.
"Salah mu sendiri menggoda ku sekarang rasakan saja.."
Raffan meminta jatah nya lagi hingga satu jam mereka baru selesai dengan kegiatan nya lalu dilanjut dengan mandi bersama sesuai permintaan Raffan.
.
.
.
__ADS_1
.