Dont Leave Alone(Taenie)

Dont Leave Alone(Taenie)
Rasa yang berbeda


__ADS_3

_________________________


Happy Reading


________________________


Perlahan pelukan itu terurai. Kleon mengusap air mata yang tersisa di pipi Hera.


"Jen, salah gak kalo gue suka sama lo?"


Deg....


Rasanya dunia berhenti sebentar saat mendengar perkataan Kleon tadi. Apa itu benar-benar Kleon? Pikir Hera. Bukan malah menjawab justru Hera bungkam.


"Lupain yang gue bilang tadi, gak usah di pikirin." Balas Kleon menunduk tapi masih datar. Apa Hera harus menjawabnya, tapi, kata Kleon lupakan, yasudah itu tandanya dia tak ingin menambah pikiran Hera. Tapi, Hera menjawabnya,


"Gak salah kok, tapi yang salah kalo aku nolak kamu." Gumam Hera tapi terdengar jelas oleh Kleon. Hera yang awalnya mematung kini menunduk malu.


"Gue belum nembak lo Jen," balas Kleon dengan datar. Ini yang polos siapa sih? Hera, atau Kleon? Jika mereka berpasangan, pasti terasa canggung.


"Sebelum lo nembak gue, lo sendiri udah tau duluan jawabannya."


"Sebenarnya, gue cemen Jen, lo bisa nunggu gue sampe berani ngungkapin yang sebenarnya kan Jen?" Yap, kenapa semua lelaki sama? Selalu meminta untuk menunggu. Dan karna si wanita juga suka yah luput aja tuh sama prianya. Manut-manut aja.


"Jadi, pdktan?" Kleon mengantuk, tapi masih tampak datar. Hera berdecih, lalu tersenyum tipis.


****

__ADS_1


Kleon pernah mengatakan Eskul musik di buka minggu depan. Yap, sebenarnya sudah di buka, di buka untuk pendaftaran belum untuk kegiatannya.


Hera dan yang lain sudah mendaftar terkecuali Ara, suka keluyuran saat mereka mendaftar.


"Hai kak Kleon." Sapa Ara menghampiri Kleon di ruang osis. "Paan?" Balasnya datar. "Mau daftra ekskul musik nya kak." Ucap Ara melirik ruangan Osis itu. Luas, dan rapi.


"Alex." Balasnya masih sibuk dengan buku yang ia bolak-balik tidak jelas. Ara mengerutkan keningnya tak paham.


"Sama kak Alex?" Tanyanya memastikan. Kleon hanya mengangguk. Lalu Ara bertanya lagi, "Kak Alex nya di–"


"Ruang musik." Potong Kleon dia tau pasti Ara akan menanyakan hal itu. Ara menganggu lalu berpamitan untuk menemui Alex.


Karna yang ia temui Alex, dengan girang ia berjalan santai sembari merapi kan rambutnya terutama poninya. Memegang pipinya yang terasa hangat lalu tertawa pelan tak jelas.


Dari jarak kurang lebih lima meter Ara mendengar musik dan ia pasti sudah dekat dengan ruangan musik itu. Menarik napas panjang lalu menghembuskannya untuk mengontrol rasa dagdigdug nya.


Senyam senyum Ara memandang Alex dari depan pintu. Seseorang menepuk pundak Ara sehingga membuatnya terkejut. Ara menoleh.


Ternyata itu adalah Giara, teman geng nya Elora. "Paan? Mau nyari ribut, sorry lagi gak mood." Ucap Ara blak blakan lalu membuang muka dari hadapan Giara. Giara menarik Ara duduk di bangku dekat kelas musik itu.


"Lo suka Alex?" Tanya Giara to the point. Ara menaikan sebelah alisnya, aneh, aneh Giara menanyakan hal itu. "Kalo iya, kenapa? Cemburu?" Ketus Ara. Dasar tak ada sopannya.


"Kalo lo suka, gue bakalan mundur kok Ra. Karna gue tau, Alex gak bakal milih gue." Ara bungkam tak percaya Giara akan mengatakan hal itu. "Maksud lo, lo suka Kak Alex?" Giara mengangguk.


"Gue suka dia dari awal masuk sekolah ini. Tapi, dia gak pernah mandang gue. Miris." Decih Giara. Ara bisa merangkumkan bahwa Giara bukan sejahat seperti Elora dan Nitra.


"Kok lo baik?" Tanya Ara. "Sebenarnya, gue juga gak suka sama sikap Elora tapi ia sepupu gue. Gue gak gampang berbaur Ra, jadi gue manut aja sama dia. Kalo Nitra temen Elora dari SMP." Ternyata Giara memang asik, tanpa di bertanya panjang dia menjelaskan segalanya kepada Ara. Dan itu membuat Ara bungkam dan meminta maaf atas pikiran buruknya terhadap Giara.

__ADS_1


"Lo bisa kok temenan sama gue." Giara hanya tersenyum lalu berpamit pergi. Dan begitu juga dengan Ara, masuk dan mendaftar kan diri kepada Alex.


Senang, sangat senang. Itu lah yang Ara rasakan.


****


Karna proses pdkt-an, Kleon ingin kenal lebih dekat dengan Hera. Dan pagi ini, Hera di jemput oleh Kleon. Hal itu membuat Kara, Ara dan Rose meledekin Hera. Misalnya mulai dari menowel lengan Hera hingga mengatakan 'Hera dah gedek, udah bisa milih yah, tapi jangan lupa sama kak Arta.'


"Kakak kok gak bilang kalo mau jemput Hera." Tanya Hera menatap ke sebelah kanannya. Kleon hanya melirik sekilas.


"Kejutan." Balasnya datar.


"Kak, kalo gak bisa cool jangan sok cool !" Tegas Hera melirik sinis ke arah Kleon. Demikian pun Kleon.


"Turun." Yap, Kleon memberhentikan mobilnya melirik Hera. Sedangkan Hera kaget tak percaya. "Ka...kakak beneran mau nurunin aku?" Tanya Hera dengan jantung yang takut. Bahkan tampak dari wajah Hera dia ingin menangis. Kleon tersenyum tipis dan itu membuat Hera bingung.


"Becanda, jangan nangis. Masa gue selalu jadi alasan lo nangis." Yap ucapan yang cukup panjang. Kleon mengusap kepala Hera lembut membuatnya menunduk. Dan ia pun mulai menginjak pedal gasnya.


Hingga mereka sampai di sekolah. Hera dengan cepat berlari tapi sempat di jegal oleh Kleon.


"Kenapa?" Tanya Hera yang malu menatap Kleon. Kleon tersenyum tipis mengusap pipi Hera dan mengatakan.


"Belajar yang bener. Jangan mikirin gue aja." Kalimat terakhir itu membuat Hera mendongak. Kleon melewati Hera berjalan lebih dulu. "Dih, kepedean banget sih kak." Kleon membalikan kepala melambaikan tangannya sembari tersenyum.


________________________


Thanks

__ADS_1


Vote + komen ; ')


__ADS_2