Dont Leave Alone(Taenie)

Dont Leave Alone(Taenie)
Penjelasan


__ADS_3

"Rose, sini lu." Ara menarik paksa Rose ke kamar berkumpul dengan yang lainnya. Ingin menolak tapi malas untuk memberontak. "Apaan sih woy, ganas banget dah." Ucapnya memegang pergelangan tanggannya.


Yang lain tidak berkomentar mereka masih lekat memerhatikan Rose. Dengan hal itu membuat Rose bingung iya mengerakkan alisnya pertanda bertanya.


"Lo udah jadian sama kak Revian?" Tanya Kara yang menatap sinis Rose. Introgasi yang megangkan. Rose tersenyum kecil lalu menjawab. "Belum gue terima."


"Lha? Jadi maksud lo, lo... Lo beneran di tembak sama kak Revian tapi lo belum jawab?" Hera juga ikut dalam sesi introgasi ini. Emang dasar yah temen suka keponya sampe lambung. Rose hanya mengangguk masih dengan senyum nya.


"Sok kecantikan lo, sok-sok di tolak padahal suka." Ketus Ara mendapatkan toyoran dari Rose. "Sembarangan aja, gue emang cantik yah." Ledaknya mengulurkan lidah ke arah Ara.


"Kok belum lo jawab?" Tanya Kara yang tampak ingin serius dengan hal ini. Rose pun kembali menatap Kara menjawab pertanyaannya. "Karna, gue cuma mau mastiin kalo dia udah gak ada apa-apa sama Giara dan mau mastiin dia sayang apa enggak sama gue." Jawab Rose semua mengangguk paham dengan jawabannya, terkecuali Hera. Anak kudet.


"Giara yang mana? Kok gue baru tau yah." Sambungnya membuat suasana krik-krik menjadi memalas. Ingin rasanya mereka menampol Hera yang kudetnya keterlaluan.


"Giara tu temennya si Elora, yang sok-sokan ngelabrak kita waktu itu." Jawab Ara dan di balas anggukan oleh Hera.


"Rose, pokonya kalo lo udah jadiian sama kak Revian traktir kita yah."


"Nah bener, kalo gak peje gak langgeng."

__ADS_1


"Dih, enak di kalian."


"Di lo juga enak kok bisa jadian sama kak Revian. Gue kapan yah jadian sama kak Alex."


"Tunggu gue tikung kak Kleon." Sambung Hera tanpa memperdulikan reaksi temannya yang menatapnya di lamunannya. "Dih, sok berani lu." Toyor Ara membuatnya meringis.


"Gak boleh gitu Ra, kita dukung dia." Sambung Kara dan itu membuat Hera mendekatkan duduk nya kepada Kara.


"Denger tu, mbak Kara emang penyemangat deh." Ucapnya merangkul Kara.


"Kenapa gak sama kak Arta? Kan wakil osis tuh."


"Sebenernya gue suka sama,"


"Iya tau lo suka sama kak Kleon." Potong Ara. "dengerin dulu buset dah belum kelar juga gue ngomongnya." Ketus Hera yang tidak terima. "Iya lanjutin." Ujar Roseta.


"Sebenernya gue suka sama keduanya." Sambungnya memalas. Yang lain juga ikut masam.


"Sebuah dilema."

__ADS_1


"Dasar lu maruk."


"Embat aja semua neng, mending kita satu doang."


"Dasar yah, punya temen serasa musuh ih." Ketusnya datar. Yang lain hanya tertawa melihat reaksinya. " Yaudah gini, lo jalanin aja dulu enakan sama siapa kira-kira. Nah nanti lo tentuin deh."


"Iya gue setuju sama mbak Kara." Sambung Roseta mengiyakan.


"Jalaninnya gimana, ngeliat kak Kleon aja udah ada singa yang siap mangsa. Kalo sama Arta, gue malu." Gumamnya mencibir.


"Eleh sok malu lu. Kak Arta baik kok, mending yang pertama lo jalanin aja dulu sama kak Arta baru deh sama kak Kleon."


Semua mengangguk paham. Emang yah mbak Kara mah idaman. Selalu memberi solusi untuk temannya, yah walaupun hanya beda setahun saja.


______________


Wah udah lama yah aku gak ngeup :)


Hahaa lagi gak ada ide soalnya.

__ADS_1


Semoga kalian suka sama Part ini :)


__ADS_2