
_________________________
Happy Reading
_________________________
14 : 30, ekskul musik di mulai lagi dan tepatnya hari ini hari jumat. Semua murid duduk dengan rapinya di lantai yang di alasi dengan tikar.
"Panas...." gerah Ara mengipaskan rambutnya.
"Iya nih kok panas yah. Kipasnya mana sih, bauk nih gue lama-lama." Sambung Roseta mencium ketiaknya kanan dan kiri.
Kara dan Hera tertawa melihat tingkah nya. Dasar gak ada malunya.
Klaon, Kevan dan Alex masuk membawa kipas angin lalu meletakkannya di sudut ruangan. Semua orang di dalamnya membuang napas lega, akhirnya ada udara adem.
"Wah pengertian yah." - Kara.
"Alah palingan mereka kepanasan juga." - Hera.
"Gue pengen deh denger kak Kleon nyanyi, kata nya sih dia selama di sekolah ini belum pernah nyanyi. Kalo di suruh nyanyi sama guru yah cuma ada mereka berdua doang." Ucap Ara menyandarkan tubuhnya di tubuh Hera. Membuat Hera keberatan.
"Beneran? Wah gue teriak nyuruh kak Kleon nyanyi deh." Sambung Roseta antu sias. "Good, gue dukung." Timpal Kara.
"KAK KLEON NYANYIIN SATU LAGU DONG BUAT KITA." Pekik Roseta membuat yang lain menoleh padanya. Awalnya Kara kira dia hanya bohong ternyata tidak. Memang dasar yah, si aneh.
Kleon yang memang sedang membersihkan piano langsung menoleh ke sumber suara, melihat satu persatu adik kelas yang duduk itu.
"Kak, nyanyi." Ucap Roseta lagi. Hera menatap lekat Kleon sembari tersenyum seperti mengatan, 'yaudah nyanyi' .
"Ayo lah kak satu lagu aja."
"Jangan malu-malu ih kak makin gemes."
"Kaya mau aja Kleon kalian suruh nyanyi." Sambung Alex mencemeehkannya di ikuti Kevan tertawa kecil. Karna memang pada dasarnya Kleon takan pernah mau nyanyi di depan umum.
Kleon masih diam, matanya sesekali menatap mata Indah milik Hera. Kleon memerhatikan piano yang ada di depannya. Ia duduk di bangku yang khusus untuk piano itu.
"Beneran lo mau nyanyi?" Tanya Kevan mencurigakan. "Jangan sangka gue gak pinter nyanyi. Salah lo semua." Ketus Kleon. Alex membelalak kata panjang yang ia ucapkan sanagatlah langka.
Kleon mulai memainkan jarinya di setiap not yang ada pada piano itu dan mendapatkan sosak sorai dari adik kelasnya. Baru aja intro udah serasa konser apa lagi suaranya.
__ADS_1
Kleon mulai menyanyi, ia menyanyikan lagu Scenery yang di populerkan oleh Kim Taehyung. Suara beratnya sangat melelehkan pendengar. Seluruh ruangan diam bungkam tak percaya sebagus ini kah suara Kleon?
Lagu yang ia nyanyikan masih lanjut sampai akhirnya di reff terakhir. Pada saat itu Arta datang, selama dua hari Arta ijin tak sekolah sebab urusan keluarganya.
Lagu berakhir dan di akhiri oleh sorak sorai penonton serta tepuk tangan. Dari depan pintu itu Arta bisa melihat Hera sedang menikmati lagu dari Kleon tadi.
Arta sangat merindukan senyuman manis gadis itu, sangat. Kleon membalik, berjalan menuju tempat duduk Hera. Hera mengerutkan keningnya, Kleon menarik paksa Hera sehingga membuat gadis itu mengikuti langkahnya.
Semua murid yang ada di sana membelalak, adegan apa tadi. Saat ingin keluar pintu, Hera tak kalah terkejutnya dengan yang lain. Sebab ada Arta di sana, pria yang juga ia rindukan.
Langkah cepat Kleon membuat Hera tak sempat untuk berhenti menyapa Arta. Ia hanya menoleh ke belakang dan begitu pula Arta yang memperhatikannya.
Apa sekarang mereka memiliki hubungan?
Batin Arta membiarkan mereka pergi.
****
Ternyata Kleon membawa Hera ke rooftop seperti yang Revian katakan kemarin malam. Bahkan Hera sendiri tak tau maksud dan tujuan Kleon membawanya ke mari.
Kleon hanya diam, dan keduanya juga diam.
"Kita ngapain ke sini kak? Ekskul baru mau di mulai lho." Tanya Hera memerhatikan Kleon.
"Kak," panggil Hera.
"Gue suka sama lo." Ucap Kleon sekaligus. Sejenak Hera terdiam lalu,
"Iya, tau, kakak emang suka sama aku. Trus?" Tanya Hera pura-pura tidak paham. "Mau, jadi pacar gue?" Tanya Kleon balik, Hera mengulas senyumnya.
Sesuai yang pernah ia katakan. Salah jika ia menolak Kleon dan pastinya jawaban Hera 'iya.'
Kleon tersenyum bahagia, senyum yang belum pernah Hera liat. Senyum kotak dengan matanya yang sedikit tertutup. Melihat itu Hera juga ikut tertawa malu.
"Resmi?" Tanya Kleon menarik pelan rambut Hera. Dan dibalas anggukan. Dengan lembut Kleon menepuk kepala Hera.
Keduanya tampak canggung. Tapi, yang masih jadi pertanyaan oleh Hera, kenapa harus di rooftop?
"Oh iya kak, kenapa jedornya harus di rooftop ini?"
"Biar gue bisa lompat dari atas sini kalo lo nolak."
__ADS_1
"Hahah... rencana yang mateng yah kak."
"Btw, tadi suara kakak bagus." Sambung Hera sambil malu-malu mengayunkan kakinya yang tenggulai. Jadi posisinya ini, mereka lagi duduk.
"Suka?" Tanya Kleon dan Hera mengangguk. "Buat lo." Sambung Kleon.
Hera menoleh ke samping kirinya dan tersenyum selebar yang ia inginkan. Bahagia, sangat.
Ternyata, berpacaran dengan Kleon berbeda dari pria lain. Kleon sangat santai, buktinya, baru beberapa menit yang lalu mereka jadian Kleon tetap biasa saja seperti tidak terjadi apa pun. Dan, yah, sedikit menjengkelkan tapi, Hera menyukainya.
Hera masih memerhatikan Kleon yang menyadar di bangku menatap ke langit.
"Kenapa?" Tanya Kleon membuat Hera tersentak. "Gak apa-apa kok." Jawab Hera membalingkan wajahnya.
"Maaf," Hera kembali menoleh mendengar kata maaf dari Kleon untuk pertama kalinya. "gue gak romantis." Sambungnya. Hera hanya tersenyum lalu mengangguk.
"Yaudah, balik yuk kak." Hera berdiri tegap pas di depan Kleon. Hera berjalan lebih dulu di iringin Kleon yang memperhatikannya.
"Oh ya kak, kenapa kakak suka sama aku?" Tanya Hera berhenti tiba-tiba membuat Kleon hampir menabrak nya. Kleon tak menjawab hanya menaikan bahunya pertanda entah.
"Yah, kok malah gak tau. Jangan-jangan kakak mau sama aku biar gak jomblo yah?" Cibir Hera menuduh Kleon.
"Biar gak jomblo? Konyol." Decih Kleon membalingkan wajahnya.
"Terus karna apa?" Tanya Hera lagi. Dasar kepoan.
"Karna lo aneh." Kleon memutarkan badan sedikit mendorong nya agar tidak banyak tanya lagi. Tapi, saat Hera ingin berbalik Kleon menahannya dan mau tidak mau Hera pun berjalan lebih dulu.
Kleon masih diam mematung memerhatikan punggung gadis yang baru berberapa menit menjadi pacarnya itu.
Alasan gue suka sama lo, karna lo tu beda. Menarik perhatian gue.
Kleon pun menyusul Hera yang sudah lebih dulu berjalan.
Saat di koridor menuju ruang musik, Hera bertemu dengan Arta yang sedang duduk di sana. Kehadiran Arta membuat Hera terkejut sekaligus senang.
"Kak Arta, ngapain duduk di sini? Kaya hantu penjaga aja." Kekeh Hera maju selangkah. Arta pun berdiri tersenyum menyapa Hera.
"Hai Jen, udah lama yah gak ketemu."
"Hera kangen sama kakak."
__ADS_1
___________________________