
Skip,
aku gak tau mau buat gimana lagi 〒▽〒 Kehabisan ide. Jadi, aku skip aja.
__________________________
Happy Reading
______________________________
Ini saat Hera dan yang lainnya telah lulus sekolah. Satu persatu mereka menghilang entah kemana. Hera kembali seperti dulu, sunyi, sepi dan tak ada teman. Keluar rumah pun, tak ada yang cocok dengannya.
Tapi, dia masih bisa lega sebab, Kara masih di rumahnya. Kara masih di sana, belum ada niatan untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.
"Kar, janji jangan tinggalin gue yah. Bang Dyo gak di sini lagi." Keluh Hera sedih. Jika semua pergi dan menghilang dengan perlahan, bagaimanapun dengannya yang takut akan kesunyian. Apa mungkin, ini saatnya Hera belajar untuk berani sendiri? Tapi, dia belum siap.
"Gak akan Jen." Kara memeluk Hera sedih. Sulit rasanya meninggalkan anak satu ini. Dia spesial bagi Kara. Tapi, Kara tak tau bagaimana kedepannya nanti. Intinya, Kara hanya memikirkan untuk hari ini.
****
Hubungan Kleon dan Hera masih berjalan dengan ldr an atau mungkin tidak. Kleon masih di kota yang sama dengan Hera tapi, tak sedekat yang dulu lagi. Bahkan selama beberapa hari ini, tak ada kabar dari Kleon.
blasiuskleon
Hay kak
Apa kabar?
Selama tiga menit Hera menunggu jawaban dari Kleon tapi tak juga di balas bahkan di read pun tidak. Hera kembali mengirim pesan.
Kakak kemana?
Kok gak di balas?
Kakak udah ngelupain
__ADS_1
aku yah?
Kini matanya sudah berkaca-kaca, sekali berkedip air matanya pun mengalir. Hera sangat merindukan Kleon yang sok cool kepadanya. Hera juga merindukan perhatian kecil dari nya. Dan, senyum khas Kleon. Tapi kini, Hera tak bisa menghubungi Kleon.
Kak, Hera kangen.
Lirih Hera sambil mengirim pesan itu. Ia sangat ingin bertemu dengan Kleon.
Dulu aja,
kakak bilang gak bakalan
ninggalin Hera sendirian
tapi ini apa?
Kalo kakak emang udah ngelupain Hera, baiklah. Tapi maaf Hera gak bisa ngelupain kakak.
Hera mematikan ponselnya menyeka air mata yang terus-menerus memebasahi pipinya. Kara menghampirinya. "Jen, kenapa?" Hera menyeka air matanya. "Gue kangen sama Kleon. Dia kemana?" Hera menangis di pelukan Kara. Kara berusaha menenangkan Hera.
"Setiap hari gue nge dm dia tapi gak di balas juga Kar. Sesibuk apa sih dia?"
"Mending, lo lupain aja dia."
Hera melepaskan pelukannya dari Kara, mengusap air matanya.
"Lupakan? Mustahil, gue gak bisa ngelupain dia gitu aja."
"Tapi dia udah ngelupain elo kan? Gak ada yang mustahil, lo belum coba."
"Gue mau tidur." Hera tak mengomentari perkataan Kara tadi, ia berbalik menuju tempat tidurnya. Mungkin, saat ia bangun nanti semua kerinduan ini akan terbalaskan.
****
Paginya, Hera bangun lebih lama dari biasanya. Saat ingin turun dari ranjangnya Hera melihat sekeliling. Kamarnya sudah rapi dan bersih bahkan sudah ada sarapan di meja kecil dekat ranjangnya. Pasti ini ulah Kara, pikirnya. Saat Hera ingin mengambil segelas susu coklat itu, Hera menemukan selembar kertas beserta tulisan. Yang isinya,
__ADS_1
Sebelum nya, gue minta maaf sama lo Jen. Maaf kalo gue ada salah, karna manusia tak luput dari kesalahan. Dan gue juga mau bilang makasih. Makasih udah numpangin gue di rumah gedek lo ini selama 3 tahun tanpa bayar.
Gue beruntung bisa kenal orang kaya lo Jen, you strong my by. Gue tau lo tu lemah yang pura-pura sok tegar. Gue bangga sama lo, entah kenapa.
Oh iya Jen, gue mau minta maaf lagi. Gue harus ninggalin lo seperti yang lainnya. Kenapa? Karna ortu gue kebelet pengen ketemu sama anak gadis nya ini. Awalnya gue menolak Jen, tapi pas jam 5.00 subuh mereka datang dan gue harus ngiyain kemauan mereka.
Maaf lagi Jen, gue gak nepatin janji. Gue tau lo phobia sendiri Jen. Tapi, lo harus beraniin diri untuk melakukan ini itu sendiri. Gue gak ngerasa terbebani kok Jen, tapi, gue pengen lo tu kaya kita juga :')
Karna, kita sayang sama lo Jenhera Calista :*
_Kara mu_
Setiap kalimat yang Kara tulis membuat Hera menangis sejadi-jadinya. Seharusnya paginya tak seperti ini. Hera tak bisa lagi menahan tangisnya. Apa yang harus Hera lakukan di rumah yang besar ini sendiri, oh bukan sendiri tapi, ada pembantu yang akan mengurus Hera.
Hera berjalan menuju mading mereka saat semua teman gilanya tinggal di kamarnya. Terlihat senyum Indah dari mereka semua, dan canda. Hera sangat begitu merindukan mereka.
Mungkin memang benar, ini lah saat nya Hera melupakan mereka semua. Dengan hati-hati Hera melepaskan isi mading itu dan menyimpannya di dalam kotak kardus berukuran sedang.
Hera ingin menyimpan semua itu tanpa mengingatnya. Ya, ini lah saat nya Hera untuk benar-benar sendiri. Sebenarnya Hera sangat takut tapi, apa lagi yang harus ia lakukan.
"Kalian jahat." Pekik Hera sambil memasuki foto-foto itu ke dalam kardus. "Kalian kira, gue gak bisa ngelupain kalian? Salah, gue ahli dalam melupakan kenangan." Bohong, jika Hera ahli dalam melupakan kenangan, kenapa dia belum bisa melupakan kejadian saat dia berumur 4 tahun itu. Hera mengatakan itu untuk menyemangati dirinya sendiri.
Ingat lah ini, saat kalian kembali, aku bukan lagi Hera yang dulu. Aku pasti bisa berubah dan melupakan kalian dalam sekejap.
_
The End_
-------------------_____________
Hamdalah akhirnya cerita ini berakhir dengan aneh :')
Semoga kalian masih mantau Don't Leave Alone suatu kebahagiaan jika kalian masih Setia :')
Endingnya gantung yah, aku bakalan buat bonus nya :')
__ADS_1
Aku pamit dulu and sampai ketemu di cerita ku yang lainnya :'*