Dont Leave Alone(Taenie)

Dont Leave Alone(Taenie)
Jedor katanya(?)


__ADS_3

_________________________


Happy Reading


___________________________________


Kevan menghampiri gadis itu, gadis yang tengah sibuk mencari buku yang di inginkannya. Matanya fokus ke gadis itu dan langkahnya pun sekitit ragu untuk menghampirinya.


Dia masih sama seperti dulu.


Batin Kevan, kini jarak nya sudah dekat dengan gadis itu. Kevan menepuk pundak gadis itu. Membuat gadis itu membelalak dan kaget.


"Kevan?" Kagetnya, keringat dingin bercucuran dari keduanya. "Hai, gimana kabar lo? Lama yah lo ninggalin gue." Ketus Kevan tapi masih dengan nada santai.


"Baik-baik aja kok. Aku baru balik dari Amerika. Maksudnya?"


"Syukurlah."


"Kamu ngapain disini?" Tanya gadis itu. "Nyari buku lah, dan ini umumkan bebas siapa aja yang masuk." Jelas Kevan mulai tidak santai atau mungkin sedikit tidak santai.


Gadis itu mengepal tangannya, rasa bersalah kembali menghantuinya. "Kamu masih marah ya sama aku?" Tanya nya sedikit canggung. "Menurut lo.?"


"Maaf Van, aku nyesal."


"Maaf lo basi, dan kalo lo nyesal, lo tanggung sendiri." Ketus Kevan. Sepertinya dia memang masih benci kepada gadis itu. Di tengah pertengkaran singkat itu, datanglah Kara dengan gembiranya.


"Kak Kevan, aku udah nemu bukunya. Buku kakak mana?" Tanya Kara tanpa melihat kanan kiri nya hanya fokus terhadap Kevan. Tapi, akhirnya ia melihat ke samping kanannya, tepat di mana gadis itu berdiri.


"Siapa?" Tanya gadis itu. "Pacar gue, dan mungkin akan menjadi masa depan gue." Balas Kevan cepat. Rasa benci yang bergebu-gebu. Mendengar ucapan Kevan tadi membuat Kara menoleh ke arahnya kaget. Membatin, pacar? Sejak kapan?


"Kar, kenalin ini temen sekolah aku dulu." Ucap Kevan. Kara pun mengulurkan tangannya.


"Kara."


"Nayon."


"Mama...!" Seorang bocah kecil menghampiri mereka.


****


"Kak, aku butuh penjelasan, itu tadi sebenarnya siapa sih kak? Kok kayaknya kak Kevan benci sama dia.?" Pertanyaan yang tak henti-hentinya ia tanyakan.


"Kan aku udah bilang, temen sekolah dulu."


"Trus, kok udah punya anak?"


"Tandanya dia murahan, semudah itu memberi dirinya untuk orang yang hanya memanfaatkan nya."


"Kakak kok benci gitu sama dia?"


Flashback


Kevan, makasih udah mau nerima aku yang gak baik buat kamu.


Tapi, aku rasa hubungan kita ini gak bisa untuk di lanjutkan. Kamu terlalu baik buat aku.


Aku punya jalan hidup ku sendiri, dan begitu juga kamu. Aku mau bilang sesuatu,


Saat aku berpacaran dengan mu, dan saat itu aku sudah hamil. Aku tau, pasti kau jijik dengan ku. Jadi, aku memutuskan untuk pergi dari kota ini.


Terimakasih telah singgah di hati ku.

__ADS_1


_Nayon_


Hanya selembar Surat Yang tertinggal dark Nayon dan juga beberapa kenangan indah Yang mereka lewati.


Dan mulai saat itu, Kevan di unjing seperti.


Jangan-jangan si Kevan pernah juga tuh ngapain si Nayon?


Kevan kok mau yah pacaran sama ******.


Kevan kan sok polos.


Alasan, kenapa Kevan lebih suka di Perpus hanya untuk menjauhkan unjingan orang Yang tak tau apa kebenarannya.


Flashback off


"Karma dia murahan."


****


Mereka menyempatkan waktu untuk menyedu secangkir kopi panas di salah satu kafe. Kedua nya saling diam, tapi Kara, otaknya masih berpikir soal ucapan Kevan tadi. 'Pacar gue, dan mungkin akan menjadi masa depan gue.'


Kak Kevan astaga ini aku ngefly lho kak.


Batinnya sembari tersenyum sendiri dan itu membuat Kevan bingung. "Kamu kenapa?"


"Gak papa kak. Kak, Kara mau nanya."


"Nanya apa?"


"Soal aku yang pacar kakak, maksudnya?"


"Eh, kok gitu?"


"Terus?"


"Kakak kan belum jedor aku."


"Kamu pikun yah, tadi aku udah jedir kamu di toko buku."


"Itu jedor? Aku kan belum ngejawab."


"Iya Kara ku. Kalo menurut aku, kamu gak bakalan nolak aku. Karna, kamu bakalan nyesal sendiri."


"Ih kepdan."


"Jadi, kita resmi pacaran?" Tanya Kara sedikit malu. "Iya Kara." Kevan menarik dagu Kara geram. "Beneran?" Tanya Kara lagi. "Iya beneran. Kamu mau anak berapa?" Tanya Kevan asal.


"Lho kok anak?"


"Abisnya kamu gak percaya kalo aku ini pacar plus calon suami kamu."


"Iih kak Kevan udah pinter ngegombal."


Kara mengelitik Kevan membuat pria itu tertawa, untung aja mereka duduk di sudut ruangan jadi gak banyak di lihatin orang.


Kevan menakup wajah Kara memerhatikan garisan wajah gadis itu. Yang di gituin diam senyum-senyum tidak jelas. Lalu, Kara meniup wajah Kevan.


"Zina mata kak." Kevan melepaskan tangannya dari wajah Kara, tertawa.


"Nanti malam mau jalan gak?" Tanya Kevan. Kara diam sebentar. "Seharian full sama kakak nih?" Tanya Kara mengedipkan sebelah matanya. Kevan tertawa tak tahan melihat Kara yang mulai centil kepadanya.

__ADS_1


"Yaudah, kalo gak mau."


"Mau kak, kalo aku nolak nanti aku nyesal."


"Kamu kok makin manis sih?"


"Karna kakak, aku jadi lebih sering kikuk dan bingung kalo sama kakak."


"Bingung kenapa?"


"Kadang kakak gemesin dan kadang kakak serius."


Kevan hanya tersenyum merespon penjelasan Kara yang sedikit malu-malu.


****


20:30 Kevan datang menjemput Kara untuk kencan pertama mereka, mungkin. Kevan masih Setia menunggu Kara yang masih berdandan. Sambil termenung mengingat kenangan nya dulu bersama Nayon yang tiba-tiba terlintas.


Kenangan bagaimana pertama kali mereka berpacaran dan kenangan yang menjadi momen terindah saat mereka berdua bolos manjat pagar. Tapi, untuk sekarang dan seterusnya Kevan tak ingin mengingat hal tentang Nayon lagi, percuma.


Kini sudah ada Kara, yang menjadi mood nya. Kara yang senantiasa menunggunya membaca di perpus tanpa bosan, dan Kara yang lebih dari segalanya di banding Nayon.


"Ehem," deheman itu membuat Kevan tersentak dan mendongak ke sumber suara. Keduanya saling bertatapan.


"Ehem, duh couple baru mau kencan pertama. Seharian berduaan mulu." Ejek Roseta terkekeh membuat keduanya jadi salah tingkah.


"Kaya remot sama batre, tanpa batre remot takan berfungsi." - Hera.


"Iih, iri gue. Kapan yah jadian sama kak Alex. " - Ara.


"Di gantung mulu. Yaudah yuk kita berangkat. " Kevan berjalan menghampiri Kara lalu menggenggam tangan gadis itu membawanya keluar dari ruang tamu menuju mobilnya. "Kak Kevan iih, suka bener deh." Balas Ara dari ambang pintu dan hanya di balas lambaian dari Kevan.


Kini mobil mereka sudah hilang dari perkarangan rumah Hera. Entah kemana lah tujuan mereka sekarang. Di dalam mobil keduanya saling diam. Kara sesekali melirik Kevan yang sibuk menyetir.


"Kita mau ke mana kak?" Tanya Kara sedikit canggung. "Gak tau juga." Kekeh Kevan. Keduanya diam Kara tampak seperti berpikir. "Hm, gimana kalo kita ke taman bermain." Saran Kara membuat Kevan mengerutkan keningnya.


"Taman bermain? Yang dekat lapangan bola belakang sekolah kita?" Tanya Kevan memasti kan. Sebenarnya taman itu lebih di minati anak-anak tapi, anak dewasa juga sedikit banyak ke sana.


"Iya, kita ke sana ya kak. Aku gak pernah ke sana." Balas Kara gembira, akhirnya dia ke sana juga. Kevan memutarkan mobilnya, karna jalan menuju sana sudah lewat.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di sana. Kara dengan girang turun dari mobil di ikuti Kevan dari belakang.


"Kak, ayo sini. Kita naik ayunan yah." Senang, itu lah yang di rasakan keduanya. Kara duduk di ayunan biru sambil mengayun tubuhnya, tapi tak berapa lama, Kevan yang mengayun Kara dan Kara juga mengayun Kevan. /masa kecil yang suram :')


"Kak, kenapa kakak milih aku? Aku kan penguntit. " Ucap Kara kepada Kevan yang masih mengayunnya. "Entah lah, rasa itu muncul dengan sendirinya." Jawab Kevan dengan senyum tipisnya.


"Gak salah milih kan kak?" Tanya Kara lagi, kini Kevan sudah jongkok di depannya. "Dengar yah, dari kamu pertama kali ikut MOS, aku udah tau kalo kamu emang penguntit. Penguntit yang handal, selalu curi-curi kesempatan untuk ngedeketin aku. Dan dari tingkah kamu itu, ngebuat aku bahagia jika memiliki kamu." Jelas Kevan menatap mata Kara dalam-dalam. Kara tersenyum, ternyata usahanya tak sia-sia.


"Zelyn, tunggu, jangan lari."


Teriakan perempuan itu membuat Kara dan Kevan menoleh ke sumber suara. Dengan sigap Kevan menarik Kara bermaksud untuk pergi dari sana.


-----------------------------


Karna di setiap hubungan pasti ada orang ke tiga :')


Yuhuu...!


Khusus Kevan, Kara, dan orang ketiga :') Semoga suka yah guys


Ini reques dari temen aku, dia minta moment Kara sama Kevan dan aku tambahin orang ke tiga nya :'D. Kalian juga bisa reques kok guys, tapi sesuai sama tokoh di dalam cerita ini :')

__ADS_1


__ADS_2