
"Pagi yang indah, pagi yang cerah, saat nya kita pergi sekolah."
Tampaknya Kara sangat bahagia hari ini, entah apa yang membuatnya merasa seceria ini. Dan hal itu membuat yang lain bingung.
"Mbak Kara lo kenapa?" - Vielara.
"Mimpi monsteryah tadi malem?" - Roseta.
"Ato jangan-jangan kena pelet?" - Jenhera.
"Sembarangan aja yah kalian kalo ngomong. Yang ini lah yang itu lah, buat mood hancur." Ketusnya dan itu membuat Jenhera dan yang lainnya bingung.
"Eh kok malah bengong, ayuk kita sekolah. Gak mau sekolah? Gak mau jadi anak pinter? Yaudah di rumah aja." Celotehnya lagi dan lagi. Memang, sangat memang aneh, ada apa dengan Kara pagi ini ?
"Mbak, jangan buat gue takut deh." Ucap Vielara tampak takut. "Hellow... Gue ni masih orang ya bukan hantu."
"Tapi lo kenapa Kar? Seneng banget kayanya." - Jenhera.
"Dih, kalian ni yah. Selain suka ngegosip kalian juga suka kepo yah sama orang."
"Astaga, mending kita ke rumah sakit aja yuk. Kayanya mbak Kara emang gak sehat deh." Ucap Roseta blak-blakan.
"Ya ampun gue udah sehat 45 nih. Masih aja di bilang gak sehat. Udah buruan ke sekolah. Kakel gue nunggu tuh di perpus." Kara berjalan lebih dulu. Hari ini dia tampak berbeda, simpel tapi manarik.
"Oh, pantesan aja semangat."
"Eh btw nanti jadi kan kalian kenalin gue sama kakel idaman kalian." Hera menggerakan alisnya naik turun. Yang lain membentuk jari mereka dengan oke.
__ADS_1
•
•
•
Sesampainya di sekolah, setelah meletakan tas mereka di kelas. Kara langsung pamit untuk ke perpus. Tentu saja ingin menemui Kevan, si kakel idamannya.
Perlahan ragu tapi pasti. Kara bertingkah santai, rileks. Tujuan Kara bukan hanya ingin melihat Kevan, tapi dia memang suka membaca buku di perpus. Bisa di katakan tujuan keduanya ingin mencuri pandang dengan Kevan.
Hal pertama yang dia lakukan seperti biasa. Mencari buku tentang hewan. Kara sangat menyukai binatang tapi terpilih.
"Lho? Bukunya kok gak ada? Biasanya juga letaknya di rak ini. Kok ilang yah." Gerutu Kara. Karna biasanya letaknya di rak ke 3 dan tingginya hampir setinggi Kara. Oleh sebab itu dia gampang mengambilnya tanpa bantuan orang lain.
Tapi, dimana sekarang buku itu?
Karna tidak melihat jalannya, tanpa sengaja Kara menabrak seseorang hingga membuatnya terjaduh di sertai buku yang di pegang seseorang itu.
BRUKK....
"Aduh," Kara meringis. Ia langsung berdiri. Merapikan pakaiannya.
"Maaf, gak kenapa-napa kan?" Tanya Pria itu. Awalnya ingin marah tapi, yang di tabrak kakel idaman (Kevan) yah bisa apa.
"Gak papa kok kak aku yang salah." Ucap Kara menunduk. Ia melihat buku tentang hewan yang ia cari tepat di bawah kakinya.
Kara langsung mengambil buku itu.
__ADS_1
"Nah ini bukunya, ketemu juga." Riangnya. "Suka hewan juga?" Kevan bertanya kepada Kara dan itu membuatnya terkesima.
Ya ampun dia ngomong sama gue. Astagaa.
"Hey..." Seru Kevan
"Ah, iya kak." Jawabnya shy. Kevan hanya beroh ria. Kevan pun berbalik dan pergi, tapi saat selangkah dia berjalan Kara menghentikannya.
"Kak, kenalin nama aku Kara. Kara Lois." Awalnya KevAn hanya melihat tangan Kara yang menggantung di udara. Dan akhirnya dia menjawab salaman tangan itu.
"Anak X kan. Kayanya aku gak harus nyebut nama deh, kamu bisa baca kan?" Kevan melepaskan salaman itu melirih nama yang tertera di bajunya. Kara hanya mengangguk paham.
Tangan dia nempel di tangan gue, ya ampun fly nih jantung.
———————
Wah wah wah
Mbak Kara udah deket aja yah sama Kakel idamannya.
Gimana sama Vielara, Roseta dan Jenhera yah.
Tunggu aja kelanjutan Kakel Idaman (2)
Mbak Kara ngambek, berharap bakalan bahas ini itu sama Kevan tapi orangnya udah pergi duluan :)
Byeee
__ADS_1