Dont Leave Alone(Taenie)

Dont Leave Alone(Taenie)
Permintaan maaf


__ADS_3

____________________________


Happy Reading


______________________________________


Sedari tadi malam Kleon terus-menerus mengirim pesan ke pada Hera, tapi takda balasan. Dan Kleon juga menelpon dia, nomor sibuk. Bagaimana tidak, semalaman Hera berbincang bersama Arta melalui ponsel.


Hera terkejut, saat melihat 15 pesan dan 9 panggilan tak terjawab dari Kleon dan itu membuat Hera khawatir. Pacaran pertama yang gagal. Pikirnya. Hera menunggu Kleon datang di depan pagar bersama satpam sekolah.


"Nunggu siapa neng?" Tanya Pak Satpam menghampiri Hera. "Nunggu kak Kleon pak. Jangan manggil Eneng saya gak boneng pak." Jawab Hera mencibir.


"Pacarnya nak Kleon?" Tanya Satpam itu lagi, banyak nanya yah :')


"Pacar? Hm... gak tau deh pak, Hera lagi sedih nih." Cemberut nya kembali memerhatikan siswa siswi yang berlalu lalang. "Oalah neng, lagi galau toh. Dasar yah anak jaman sekarang tuh kerjaan nya galau terus. Heran para orang tua." Oceh Satpam itu. Hera memutarkan matanya memalas. Mood nya hancur, mungkin setelah mendapatkan maaf dari Kleon mood nya akan membaik.


"Kak Kleon gak sekolah ya pak?" Tanya Hera kepada Satpam itu. "Mon maaf yah neng, saya bukan orang tuanya jadi saya gak tau." Kekeh satpam itu. Hera membatin.


Eh iya juga yah


Hera hanya terkekeh, tertawa tak jelas sebab pertanyaan konyolnya.


Kembali iya memerhatikan orang-orang yang belalulalang dan pada saat itu ia melihat mobil Kleon memasuki gerbang sekolah. Hera berdiri dari duduknya dan mengejar mobil itu ke parkiran. Sesampainya di sana, pintu mobil terbuka.


"Kenapa?" Tanya Kleon. Hera menunduk antara malu dan takut. Tapi, ini satu-satunya jalan kata Ara padanya. Yah dia manut-manut aja.


"Hm, soal kemarin, maaf yah kak." Ucap nya sembari menarik jaket Kleon pelan. Kleon masih dengan gaya santainya. Membalas. "Kemarin, yang mana, sorry gue lupa." Ketuanya, Hera membelalak dan ternyata Kleon memang benar-benar marah padanya.


"Kak, maafin Hera. Kemarin Hera telponan sama Kak Arta trus langsung tidur." Jelas Hera kepada Kleon. "Terus, lo gak ingat gue?" Tanya Kleon mendingin. Hera bungkam.


"Tu kan, lo beneran ada rasa gak sih sama gue? Kayak nya ini bertepuk sebelah tangan." Sambung Kleon. /Author ada rasa sama kamu kok Kleon tenang aja sayang :*


"He-ra sa- "


"Udah lah gue mau masuk udah bel." Kleon memotong ucapan Hera lalu berjalan lebih dulu. Sekitar 5 langkah Kleon berhenti, melihat sekeliling yang sudah mulai sepi lalu ia membalik ke belakang menatap Hera. Dia takut kalo sendirian. Satu hal yang menjadi pertanyaan, kenapa dia takut sendirian?


Kleon membatin. Lalu menghampiri Hera yang masih mematung di dekat mobilnya itu. "Ayo masuk, gue anterin ke kelas." Kleon menarik lengan baju Hera. Lengan baju bukan tangan nya :')

__ADS_1


Hera masih mencibir, yang dia inginkan penerimaan maaf dari Kleon.


****


Jam istirahat adalah jam yang di tunggu-tunggu. Semua murit sudah berbondong-bondong menuju kantin, tapi tak dengan Kleon, ia lebih memilih bersantai di ruang osis dengan kipas angin yang mengarah kepadanya dan secangkir jus.


Untuk hari ini atau mungkin seterusnya Hera menjadi penguntit Kleon. Tanpa sadar Hera sudah berdiri di ambang pintu osis ini. Menarik napas lalu melangkah santai memasuki ruangannya.


"Hai kamu." Sapa Hera tersenyum tiga jari. Dan hanya di balas senyum kecil yang tak terlihat oleh Kleon. "Ngapain?" Tanya Kleon dingin. Hera mendudukan dirinya di bangku samping Kleon.


"Buat kamu." Ia menyodorkan sekotak makanan yang isinya nasi goreng spesial ala Hera. Lengkap dengan telor mata sapi, timun, tomat, selada, ayam, udang, cumi, dan yang lain.


Kleon masih diam. "Di makan yah, spesial buat kamu." Ucap Hera lembut. Sejujurnya, Kleon susah payah menahan tawa sebab kata 'kamu' dari Hera.


"Gue alergi udang, lebih suka telor dadar, gak suka bawang goreng dan gak suka daun bawang." Jelas Kleon dingin, sama masih sama dengan gaya cool nya.


"Yah... sedih, padahal Hera sempatin waktu buat ini untuk kakak. Maaf Hera gak tau banyak soal kakak, seharusnya sebelum jadi pacar kakak Hera ngestalk kakak ato jadi sessang." Ucap nya panjang dengan mata yang berlinang. Seperti mata upin ipin kalo minta sesuatu sama oppah nya.


Kleon bungkam, Hera menunduk meremas rok nya. Kleon tersenyum, lalu menepuk kepala Hera pelan membuat Hera mendongak.


"Gue becanda Jen, gue udah maafin elo. Dan ini hanya tipuan." Kleon tertawa lepas, sedangkan Hera masing bingung.


"Biar lo deketin gue mulu."


"Iih kak Kleon ngeselin."


"Tapi sayang kan?"


Hera menunduk menutupi tawanya yang malu-malu. "Oh iya, berhenti manggil gue 'kamu' geli sendiri gue." Ucap Kleon disisa tawanya. Hera mengangguk mantap.


"Jadi, kakak mau nyoba masakan Hera?" Tanyanya sembari melirik nasi goreng nya. Kleon mengangguk lalu menyuap nasi goreng itu.


"Gimana? " Tanya Hera setelah makanan itu sudah masuk ke perut Kleon.


"Kok asin?"


"Tandanya mau nikah tu kak."

__ADS_1


"Nikah? Sama siapa?"


"Sama kakak."


Kekeh Hera dan begitu pula Kleon. Sejak kapan Hera berubah menjadi penggombal receh seperti ini.


****


Seperti biasa, Kara dan Kevan menikmati waktu mereka dengan membaca buku atau pun novel di perpustakaan yang tampaknya menjadi tempat favorit bagi keduanya.


Selama 1bulan ini mereka selalu bersama dan menghabiskan waktu bersama di perpus. Tapi, terkadang juga membaca di bawah pohon besar yang ada di belakang sekolah. Membaca sembari menghirup udara segar. Entah apa lah hubungan mereka sekarang. Sepertiny gantung.


Dan asal kau tau Kevan, di gantung itu gak enak.


"Kak, nanti kita jadikan ke toko buku?" Tanya Kara sedikit berbisik. "Jadi, aku juga mau beli buku." Jawab Kevan mengangguk. Dan mereka pun kembali ke rutinitas masing-masing.


Tanpa sadar bel pulang berbunyi, Kara menunggu Kevan di parkiran.


"Kar, lo mau kemana?" Tanya Ara yang kebetulan lewat bersama Hera. Di mana Rose? Dia sedang bersama kekasihnya.


"Biasalah, kencan di toko buku." Sambung Hera sedikit terkekeh. "Dih, dasar kalian tau yah. Ini hubungan yang sangat positif bagi remaja, berkencan di toko buku. Hal langka. " Bangga nya memamerkan hubungan gantungnya.


"Iyain dah." Ara dan Hera melangkah meninggalkan Kara dan tak berapa lama Kevan datang.


"Lama yah. Sorry." Kara menggeleng menandakan tidak apa-apa. Lalu ia masuk ke mobil Kevan dan mobil itu menancap meninggalkan perkarangan sekolah.


Sesampainya mereka di toko buku itu dan masuk. Kevan mematung sebentar saat pertama masuk, tak sengaja ia bertemu seseorang yang dulu mengisi hari-hari nya menjadi lebih baik lalu pergi sehingga membuat Kevan lebih suka mengurung di perpus.


"Kak, aku cari buku musik di sana ya kak." Tegur Kara menunjuk ke sebelak kiriny. Kevan hanya mengangguk lalu menghampiri gadis yang dulu sangat berarti baginya, tapi apa sekarang masih?


.....


___________________________


Oh jadi gitu yah Kevan selama ini, dia memiliki seseorang yang dulu membuatnya lebih baik )':')


Siapa hayoo............???? (Aku gak tau)

__ADS_1


Thanks vote + komen


__ADS_2