
Kriiing.....
Kriing......
Kriiing....
Alaram sudah menunjukan pukul 7:00,tapi salah satu di antara mereka belum juga bangun. Biasanya, Bibi Hera akan membangunkam mereka tapi hari ini Paman dan Bibi pergi.
Rasanya percuma ada alaram kalo mereka juga tidak bangun. Sekali lagi, alaram itu tak berhenti berbunyi dan akhirnya salah satu di antara mereka terbangun.
Kara mematikan Alaram itu dengan mata yang masih memejam. Merenggangkan badan dan membuka mata. Terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 7:00.
"Woy, bangun, kita telat nih udah jam 7." Pekik Kara beranjak dari ranjangnya. Mendengar itu semua ikut terbangun an panik.
"Duh gimana nih?" Tanya Hera juga panik. "Udah lah kita bolos aja." Sambung Ara kembali menyelimuti tubuhnya.
"Gak ah, gak mau bolos, bosen di rumah tau gak sih." Ucap Rose beranjak mengambil handuknya.
"Hayo lho, lo bolos sendiri Ra. Gak ada temen di rumah." Hera meninggalkan Ara dan menuju kamar mandi. Untungnya kamar mandi di rumah Hera ada 3. 1 di bawah dan 2 di setiap kamar.
"Dasar yah temen gue selalu aja beda pemikiran."
****
Setelah semua selesai berkemas mereka pun berlari agar lebih cepat sampai kesekolah.
"Udah ah capek gue lari mulu." Ucap Ara berhenti dengan napas yang tak terkontrol. "Yah baru juga gitu lo dah capek. Buruan elah bentar lagi sampai tu."
Ujar Rose menarik tangan Ara untuk berlari.
"PAK, JANGAN DI TUTUP DULU PAGER NYA..." Pekik mereka semua sambil berlari. Tapi sayang, pagarnya udah ketutup.
"Yah... Si bapak mah gak bisa di ajak kompromi." Keluh Hera memalas memegang pagar abu-abu itu.
"Bapak jahat iih," cibir Kara.
"Apa gue bilang, percuma dah kita lari-lari tapi ujungnya telat juga." - Ara.
"Maaf yah neng, peraturannya kalo udah bel pagar harus di tutup." Balas Pak satpam.
"Setidaknya bapak baik hati dong sama kita. Tau gak pak, kita tuh udah capek lari-lari biar gak terlambat tapi bapaknya mah jahat." Keluh Rose menatap sinis pak Satpam.
"Ya itu bukan urusan saya." Ucap bapak itu dan pergi meninggalkan 4 gadis di luar pagar itu.
__ADS_1
"Huaa... Sedih, masa iya kita kena hukum." Rengek Kara yang lain hanya membuang napas.
Seperti gembel duduk di depan pagar sambil memainkan ponsel masing-masing. Keringat sudah bercucuran.
"Masuk."
Suara itu membuat mereka mendongak dan berdiri.
"Eh, beneran boleh masuk nih?" Tanya Ara girang. "Kalo gak mau yaudah di luar aja." Balas Kleon dengan datar.
"Enggak, gak, buruan masuk hayuk." Hera pertama masuk dengan semangat di ikuti temannya. Dengan santai mereka berjalan ingin menuju kelas.
"Mau kemana? Hukuman dulu." Ujar Kleon berjalan ke arah kiri sekolah. Dan di ikuti oleh mereka.
"Belum cukup apa ngebiarin kita di luar pagar tadi." Rengek Roseta menggertak kan kakinya.
"Udah lah gapapa. Gue males belajar mtk." Kata Ara terkekeh.
Mereka berhenti di halaman belakang sekolah. Halaman yang memiliki pohon besar dan sejuk.
"Kita mau istirahat ya di sini?" Tanya Rose. "Bodo, palingan kita di suruh nyapu di mari."
" 2 orang nyapu di sini, 2 nya lagi ikut gue." Sambung Kleon dengan tangan yang di masukan ke sakunya. Tampak begitu cool di tambah rambutnya yang sedikit panjang tertiup angin.
"Gue juga ikutan lha. " Ujap Kara menyusul Kleon dan Hera yang sudah jalan lebih dulu.
"Ini nih temen kurangajar. Mau enak nya doang. "
"Gapapa lah Ra, yang penting kita juga bisa nyantai di mari. " Balas Roseta mendudukan tubuhnya di bangku kecil bawah pohon itu dan Ara pun juga ikut.
****
Mereka pun sampai di salah satu ruangan. Ruangan yang sangat berantakan dan tidak tersusun rapi. Banyak debu di mana-mana dan banyak kertas yang tak terpakai atau berserakan.
"Ini ruang musik kan? Kok berantakan kak? " Tanya Kara melihat seisi ruangan itu.
"Udah tau, nanya lagi." Balas Kleon datar.
Kara dan Hera hanya terkekeh geli. Aneh, Ketos yang sok cuek, pikir mereka.
"Btw, kelas musiknya gak di pakai lagi kak?" Tanya Hera.
"Mulai minggu depan ekskul musik di buka, nah karna kalian terlambat hukumannya bersihin ruangan ini." Kata terakhir dari Kleon sebelum dia keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Lha malah main keluar aja tu orang." Ketus Hera dengan kesal. Sedangkan Kara terkekeh geli melihatnya.
Mereka mulai membereskan ruangan yang berapu ini. Pertama mereka menyusun beberapa meja dan bangku. Walaupun sambil terbatuk-batuk tapi mereka tak mengeluh.
Jika Ara ikut dengan mereka membereskan semua ini pasti dia akan kesal dan memaki sendiri.
Dan jika Roseta ada, dia akan bersemangat membereskan semua ini.
Begitu banyak kotak tak teratur letaknya. Jenhera dan Kara pun menyusun satu demi satu kotak itu. Isinya yah alat-alat untuk bermain musik.
"Astaga sumpah ini capek banget." Ucap Kara mengelap keringatnya. "Kita tinggal nyapu doang, ayo mbak Kara semangaat." Ujar Hera dengan senyum lebarnya.
Sedangkan di sisi lain, hukuman mereka sudah hampir selesai. Tinggal membuang sampah daun ini ke tempat sampah dan siap lah pekerjaan mereka.
****
Akhirnya masing-masing hukuman dari mereka terselesaikan. Lelah, letih, bahagia karna hukumannya sudah siap dan dapat beristirahat.
"Kak Kleon kita udah siap nih, boleh istirahatkan?" Tanya Kara saat mereka semua berada di depan kelas Kleon.
Astaga ada kak Revian, ganteng bat dah.
Kak Alex apaan sih liat-liat sini, malu adek bang.
"Woy, kalian kenapa cengingiran?" Tanya Hera yang heran melihat kedua temannya itu.
"Eh gapapa." Balas mereka serentak.
"Yaudah, kalo mau istirahat." Balas Kleon. Revian, Alex, dan Arta menghampiri mereka. "Lo habis ngapain mereka Eon?" Tanya Arta. "Bersihin belakang sama ruang musik." Jawabnya.
"Wah pasti capek yah?" Tanya Alex tapi matanya terfokus kepada Ara. "Banget mah kak." Jawab Kara.
"Yaudah, kekantin gih istirahat pasti haus." Sesuatu yang tak di sangka, Revian mengusap pucuk kepala Roseta dan sontak itu membuat nya membelalak tak percaya. Jangan kan Roseta, yang lain pun terkejut.
"Eh si bantet enteng banget tuh tangan megang-megang anak orang." Ujar Arta menjitak kepala Revian tapi dia hanya terkekeh. "Kakak udah jadian sama Rose?" Tanya Ara, memastikan.
"Secret."
———————————
Hayo lho ceritanya ngelantur 😅
maaf yah ;(
__ADS_1
Vote + Komen guys :)