Dont Leave Alone(Taenie)

Dont Leave Alone(Taenie)
Pacar ketos jutek


__ADS_3

HAPPAY READING GUYS :)


__________________________


Mentari pagi menyinari setiap pori-pori di kulit. Katanya, Mentari pagi sangat baik untuk kesehatan. Dan yah seperti biasa, Hera dan teman-temannya berjalan pergi ke sekolah.


"Hm... Udara yang segar. Sangat cocok untuk kulit kita." Roseta bersuara di keheningan ini. "Apa Rose? Kok gue ngakak yah, sok formal lu." Ara tertawa mendengar ucapan Rose dan begitu pula dengan yang lain.


"Guys, tau gak? Gue lelah nih jalan mulu ke sekolah." Sambung Kara dan yang lain melihat ke arahnya.


"Mangkanya punya pacar biar bisa anter jemput elo." Ketus Hera. "Nah iya kan lo punya gebetan tuh."


"Tapi... Sampe sekarang gue belum berani ngechat Ka Kevan duluan." Cibir Kara sedangkan temannya malah menertawakannya. "Dih, gue kira selama ini lo chattingan sama Ka Kevan." Sambung Rose yang menertawakan Kara lebih kuat.


"Jangan ngeledek. Gue tebak yah kalian satu-satu. Si Rose, dia aja kagak pernah nge chat Kak Revian cuma ngestalk doang. " Kara mengungkap kan selama ini yang dia lihat membuat yang lain tertawa. Roseta malu menutupi wajahnya dengan rambutnya.


"Trus kalo si Ara...ngechat sih tapi lama di bales sama Kak Alex. Gue ngakak liatnya. Masih mendingan gue ya kan." Sambung Kara tertawa terbahak-bahak di ikuti yang lainnya.


"Trus kalo gue?" Suasana menjadi krik-krik. Mereka saling melihat Hera bergantian.


"Oh gue tau gue pernah liat juga." Sambung Kara. "Kalo si Hera mah, ngestalk ig nya kak Kleon sama kak Arta. Pas banget yah satu ketos satu wakilnya. Dilema yah Jen?" Lagi dan lagi tampaknya pagi mereka di penuhi tawa.


"Eh, kok lo tau sih?" - Hera.


"Ya tau lah, di saat kalian lengah gue mulai bereaksi."Jawab Kara bangga.


Semua hanya beroh ria. Padahal sejujurnya mereka malu tapi yah mau bagaimana lagi semua nya sudah terbongkar.


****

__ADS_1


Mereka sudah tiba di sekolah dan sudah memulai pelajaran pertama. Hingga jam istirahat pun tiba.


"Jen, pilih tu yang mana mau lo embat." Bisik Kara pada Hera yang memerhatikan ketos dan wakilnya di koridor entah membicarakan apa. "Ih apaan sih," malunya.


"Kalo Kak Kleon kayanya cuek, cool, sweet juga. Trus kalo kak Arta baik, apa lagi yah? Kurang tau gue." Sambung Ara. Mereka masih memerhatikan kedua pria itu hingga seseorang membuat mereka terkejut.


"Ehem." Dehem nya. Mereka langsung menoleh ke belakang. "Ngapain lo liat-liat cowok gue? Naksir?" Ketus Elora dengan sinisnya. "Dia siapa?" Tanya Hera pada temannya tapi terdengar oleh Elora.


"Gue Elora, PACAR NYA KLEON." Elora memperkenalkan dirinya dan menekan kata 'Pacarnya Kleon'. Jenhera hanya beroh ria.


"Kalian ade kelas kan?" Tanya Nitra. Mereka hanya mengangguk.


"Kok kalian diem? Lanjutin dong gosipin pacar orang." Sambar Elora. Waw, tampak mengejutkan.


Elora maju selangkah mengawaskan rambut yang menutupi nama di baju Hera.


"Lo suka sama pacar gue? Cih, jangan ngarep lo. Cantik sih, tapi bukan selera pacar gue." Ucap Elora mendorong pundak Hera. Kelakuannya membuat Ara marah.


"Santai aja dong kak, gak usah pake ngedorong. Sok hebat lu." Ketus Ara maju selangkah. Hera dan yang lain masih diam. "Apaan lu? Ngelawan?" Sambung Giara.


"Jangan sementang kakel seenaknya ngina Ade kelas." Ara? Bukan kali ini Roseta pun ikut berbicara.


"Hellow." Elora mengibaskan tangan di udara. "Gue gak ada urusan sama kalian yah. Urusan gue sama dia noh." Elora menunjuk Hera yang sedari tadi diam dan temannya pun melihat ke arah Hera.


"Hera temen kita jadi wajib dong kita ngebela dia." Ketus Kara. Elora menghiraukan ucapan teman Hera dia melangkah mendekati Hera. "Lo suka sama pacar gue? Ato sama si Arta? Kalo sama pacar gue mah gak mungkin lo bisa jadian, apa lagi sama Arta." Cemeoh nya di hadapan Hera.


"Ngegosipin orang bukan berarti aku suka sama dia," akhirnya Hera pun melawan.


"Bisa ngomong juga lo yah."

__ADS_1


Arta dan Kleon tanpa sengaja melihat keributan yang tidak jauh dari mereka.


Elora terdiam saat melihat kedua pria itu menghampiri mereka dan Hera pun melihat kebelakang.


"Kenapa nih?" Tanya Kleon bingung. "Dia keganjetan ngelihatin kamu dari tadi, bukan kamu aja sih Arta juga." Cibir Elora bertingkah seolah dia yang benar.


"Dih, keganjetan? Nyadar woy! Elo nya tuh yang keganjetan. Baru juga pacar lo di liatin marahnya udah kaya induk ayam." Ketus Ara blak-blakan.


"Gimana nanti kalo aku beneran pacaran sama kak Kleon bisa-bisa kakak gantung diri dah." Sambung Hera. Kali ini Elora tercemeohkan oleh adik kelasnya. Hera hanya tersenyum tipis.


"Apa lo bilang? Nyari ribut lo." Saat selangkah Elora ingin maju menjambak Hera tapi Kleon sudah lebih dulu berada di depan Hera.


"Labil tau gak? Gue kan udah bilang, gue gak suka liat lo kaya gini." Tegas Kleon membuat Elora dan temannya bungkam. Sedang kan adik kelasnya malah tertawa bangga. "Tapi aku gak suka kamu di omongin sama mereka. Nanti mereka suka sama kamu." Gumam Elora menunduk.


Arta mendengus menggelengkan kepalanya. Dramatis ucapnya dalam hati.


"Kalo gue sayang sama lo gak bakalan gue ninggalin." Sekali lagi tegas Kleon kepada Elora membuat wanita di depannya bungkam.


"Dramatis bat dah. Udah, mending kalian pergi aja deh gak akan kelar ni masalah. Gue juga pamit pergi." Arta pergi meninggalkan keributan itu.


"Ilang dah mood gue mau beli eskrim." Ucap Hera. "Iya nih balik kelas aja yuk," Sambung Kara. "Lelah juga yah ngeladenin ANAK LABIL." Balas Ara melirik ke belakang. Sengaja ia menekan kata 'Anak Labil' agar di dengar oleh Elora.


_____________________


Hayo lho !


Yang ngelabrak siapa,


Siapa yang di labrak. Utuuutuuu ngelawan sih sama gengnya Hera. Kena batunya kamu mbak :)

__ADS_1


__ADS_2