
Ngak nyangka gue, kalau seorang Dedi Pratama bisa meniduri si wewegombel, hahaha... tawa geng The sultan pecah. tapi kalau di lihat dari fhoto yang Dedi kirimkan dia itu cantik juga, apa mungkin wewegombel bisa berubah jadi bidadari, "kata zee sambil melihat fhoto Tari di handphone nya.
kenapa gue selalu kalah sih bro, melawan loe, bangkrut ni gue kalau seperti ini terus, " kata Yakuop sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, hahaha😂😂😂 tawa geng The sultan kembali pecah melihat tingkah Yakuop.
loe kenapa sih Dedi, dari tadi kok diam terus, nyesal sudah nidurin wewegombel, jangan jangan loe memang ke sambat wewegombel lagi, ihhh seram,"kata hans, bagaimana bro apa kah sensasi nya berbeda dengan wanita club milik Zen, "tanya Yakuop, Dedi menatap Yakuop dan mengalihkan pembicaraan, sudah lah, gue pulang duluan, tapi jangan lupa antar mobil loe lengkap dengan surat suratnya, gue tunggu, awas loe pura pura lupa, " sambung Dedi sambil berjalan meninggalkan Geng The sultan nya.
Berapa nomor rekening loe Hans, gue mau kirim uang ke rekening loe, buat jaga jaga, seandainya fasilitas gue di sita ama bokap, " seru Yakuop sambil memberikan handphone nya Hans, ni...tulis nomor rekening loe, " sambung Yakuop. santai bro, jangan marah marah, nantik cepat tua loe, " even hans kepada Yakuop, membuat The sultan lainnya tertawa.
Sampai di rumah, Dedi langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur mewahnya sambil memandang langit langit kamar, pikirannya pun melayang memikirkan Tari yang berubah seratus delapan puluh drajat, bisa nya Tari selalu tersenyum walaupun dia harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya, sekarang Tari hanya diam dengan tatapan kosong, seperti gairah hidupnya sudah hilang. Dedi sangat merasa bersalah kepada Tari, karena Taruhan konyolnya gadis tak berdosa seperti Tari menjadi korbannya.
Sedang Tari hanya duduk termenung di atas kasur kecilnya, bibir Tari memucat karena terlalu lama mengurungkan diri dikamar mandi, Tari merasa kotor, sebanyak apapun sabun mandi yang dia pakai tidak bisa membersihkan tubuhnya. tak lama kemudian handphone Tari berdering, ada panggilan masuk dari Ana, Tari langsung mengangkatnya,
Ana : asalammualaikum Tari.
__ADS_1
Tari : waalaikum Salam Ana.
Ana : mengapa tidak datang ke cafe, apa kau
ada mata kuliah tambahan.
Tari : aku sedang tidak enak badan Ana
Ana : pantasan suara mu berubah, ya.. sudah
izin untuk mu pada bos cafe.
Tari : terima kasih Ana, kau memang
__ADS_1
sahabat ku yang baik.
Ana : jangan terlalu memuji ku, nanti hidung
ku bertambah panjang.
Tari : hahahaha
Ana : aku akan usahakan untuk pulang cepat
biar bisa menjenguk mu. sekarang
istirahatlah, sku mau lanjut kerja lagi.
__ADS_1
Tari langsung tertidur karena badan semakin panas, tak terasa sudah berapa lama Tari tertidur, sampai tak menyadari kedatangan Ana di rumah nya, mulanya Ana binggung, saat sampai di depan kos kosan Tari, semuanya nampak gelap tak ada satu pun lampu yang hidup, seperti tak ada penghuninya, Ana memberanikan diri untuk membuka pintu, ternyata pintunya tidak terkunci, sangat ceroboh, "kata Ana dalam hatinya, lalu Ana menghidupkan semua lampu yang ada di rumah Tari, Ana langsung menuju ke kamar Tari, Ana tau dimana letak kamar Tari, karena Ana sering berkunjung kerumah Tari kalau ada waktu luang.