Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
Pertemuan


__ADS_3

Setelah melihat Tari dari kejauhan Dedi kembali lagi kekantornya untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda, tepat jam lima sore Dedi mendapat kabar dari anak buahnya bahwa Tari sekarang berada di taman kota bersama sikembar. Dedi memerintahkan salah satu anak buahnya untuk selalu mengikuti Tari selama dua puluh empat jam, jadi Dedi tahu apa saja dan dimana saja Tari berada.


Dedi bergegas keluar dari ruanganya menuju ke parkiran dimana mobilnya berada, Dedi melajukan mobilnya menuju taman kota, di sana sangat banyak pengunjung yang membawa anaknya bermain sambil menikmati suasana sore hari.


Kalau ada waktu senggang Tari selalu membawa sikembar ketaman kota hingga matahari terbenam. Dedi yang tahu dimana Tari langsung menghampirinya.Dengan langkah pasti Dedi mendekat Dan memanggilnya dengan lembut.


Tari... "panggil Dedi dari belakang punggung Tari.


Tari menoleh Dan terkejut melihat siapa yang memanggilnya.


Kau.... untuk apa kau ada disini...???


Aku mencari mu kemana mana...!!!


Untuk apa kau mencariku, apa kau sekarang merasa menyesal.


Ya... aku mencari menyesal dan aku minta maaf apa yang telah terjadi pada mu. .


terlambat.... sudah sangat terlambat, permintaan maaf mu tidak ada gunanya lagi.


Tari berbalik Ingin meninggalkan Dedi tapi Dedi mencegahnya dengan memegang tangan Tari, Tari langsung menghempaskan Tangan Dedi.


sekarang apalagi yang kau mahu, apakah kau belum puas menghancurkan hidup ku..


Beri aku kesempatan kedua untuk membuktikan kepada mu kalau aku tulus ingin minta maaf...

__ADS_1


Tidak ada kesempatan kedua untuk pria brengsek seperti mu Dan juga teman teman mu, kalian hanya anak orang kaya yang manja yang dengan gampangnya mempermainkan kehidupan orang miskin seperti ku hanya untuk sebuah taruhan.


Aku minta maaf, sungguh.... maafkan aku


sudah lah tidak ada gunanya berbicara dengan mu, membuang waktu ku saja.


Tari pun meninggalkan Dedi dan menghapiri sikembar untuk membawa mereka pulang.


Ayo anak anak kita pulang....


kok cepat sekali Mi... "Kata Amara


iya.. kita baru saja mulai bermainnya, " sambung Ammar.


Ya sudah.. ayo kita pulang. " ujar Ameer


Dedi hanya melihat Tari pergi dengan membawa sikembar, dia tahu jika Tari sedang emosi. Dedi akan memberikan Waktu kepada Tari meredamnya, agar pertemuan mereka yang kedua kalinya lebih santai tidak pakai emosi lagi.


Sampai dirumah Tari duduk disofa sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Ada apa..?? Kenapa wajah mu terlihat kesal. " kata Ana.


Bukan kesal tapi sangat sangat kesal..


apa yang membuat mu kesal begitu..

__ADS_1


Aku ketemu Pria brengsek itu. ..


Maksud mu.. pria brengsek yang mana


pria bajingan yang sudah menghancurkan masa depan ku...


Apa.... ayahnya sikembar....


sitttt.... jangan keras keras ngomong nya nanti kedengaran sama sikembar


Maaf.. maaf aku hanya kaget


Apa dia menghampiti mu...


Iya...


Apa yang dia katakan...


Dia ingin minta maaf, aku tidak akan pernah memaafkan nya, lihat mukanya saja aku sudah benci...


Jangan terlalu membencinya.... nanti kau bisa jatuh cinta, kata orang orang jarak antara benci Dan cinta itu sangat tipis...


Jangan ngacok kamu, ya sudah lah aku kekamar dulu mau istirahat.


Tari pergi kekamarnya, dia duduk di tepi kasur Dan terbayang masa lalunya yang begitu menyakitkan. tapi seandainya semua itu tidak terjadi dia tidak akan memiliki sikembar.

__ADS_1


__ADS_2