Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
perubahan sifat Dedi


__ADS_3

Sejak kehamilannya Tari tidak pernah merasakan ngidam, hanya perasaan ingin muntah saja yang di alami Tari, Bibi dan Ana selalu menemani Tari, kemanapun Tari pergi.


Kenapa sih kalian selalu saja mengikutiku, ngak ada kerjaan lain apa??


Mana berani kita melepaskan mu say...


lihat perut mu aja, kita yang ngeri...


jawab Ana sambil mengelus perut buncit Tari.


Iya... kita tu khawatir lihat perut mu, kenapa bisa sebesar itu, apa ngak takut pecah tu perut..!!! ledek Bibi


Ya.. iyalah besar, orang di dalamnya ada tiga, sedangkan maminya, makan terus tak ada henti, lapar apa doyan, sambung Ana.


kalian iklas ngak...? kok kayak ngak rela kalau aku habisin makanannya, jika aku tidak banyak makan, nanti anakku kelaparan, terus mereka akan berantam untuk merebutkan sembako," seru Tari sambil mengelus perutnya yang besar.

__ADS_1


Hahahaha... tawa Bibi dan Ana mendengar Tari mengatakan, anak nya akan berebutan sembako.


Sebagai papa yang baik dan bertanggung jawab, aku tidak akan membiarkan anakku kelaparan sampai rebutan sembako, " kata Bibi ikut mengelus perut Tari.


kalau gitu, aku juga akan menjadi bunda yang baik, aku akan memasak makanan lezat dan bergizi tiga kali lipat lebih banyak untuk mu, agar anak anak kita tidak kelaparan.


Merekapun berpelukan, Tari beruntung memiliki sahabat sebaik Ana dan Bibi, mereka tulus dan peduli kepada Tari, menjadi tempat bersandar dan tempat berlindung yang paling nyaman untuk Tari.


Dedi sering merasa mual di pagi hari, badannya seperti tidak ada tenaga, napsu makannya pun berkurang. sudah beberapa dokter yang Dedi datangi tapi tak ada satu pun yang tahu apa penyakitnya.Pikirannya selalu tertuju kepada Tari, rasa penyesalan yang Dedi rasakan sangat mendalam.


kau benar Tari, dulu aku yang ketawa dan kau yang menangis, sekarang aku yang menangis dan kau yang tertawa.


aku berjanji, jika aku diberi kesempatan kedua, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, aku akan menyayangimu lebih dari diriku sendiri.


Dedi kuliah sambil belajar mengurus perusahaan milik keluarganya. siang dan malam Dedi hanya fokus pada kuliah dan pekerjaannya, dia tidak pernah lagi mengunjungi club malam, walaupun hanya sekedar bertemu teman temannya.

__ADS_1


perubahan Dedi pun dirasakan oleh kedua orang tuanya, Dedi berubah menjadi lebih hormat kepada orang tuanya, berbicara sopan dan rajin beribadah. orang tua Dedi sangat bangga dengan Dedi yang sekarang.


Dedi, papa harap kau mau menggantikan papa untuk mengurus perusahaan kita, papa ingin beristirahat dan menikmati hari tua papa bersama mama.


insyaallah pa, jika Dedi sudah lulus kuliah Dedi usahakan akan menggantikan papa di perusahaan, tapi papa tetap bantu Dedi dari belakang, bimbing Dedi supaya bisa membuat perusahaan kita lebih berkembang.


Mama bangga padan mu nak, apa yang membuat mu berubah seperti ini, pemikiran mu jauh lebih dewasa.


Dedi hanya diam menunduk, kedua orang tua Dedi saling melirik, mereka penasaran tentang apa yang dialami Dedi sehingga sifatnya berubah seratus lapan puluh drajat.


Apa ada yang kau sembunyikan dari kami nak??


Maafkan aku ma, pa... aku akan menceritakan semuanya pada mama dan papa tapi tidak sekarang.


ok... papa akan menunggu penjelasan dari mu, sampai kau siap.

__ADS_1


__ADS_2