
Sangking lelahnya Dedi dan Tari tertidur pulas, tiba tiba suara petir sangat kuat sampai memekakkan telinga dan di iringi dengan matinya lampu secara menyeluruh. Tari langsung berteriak langsung reflek memeluk Dedi kuat, Dedi terbangun dan membalas pelukan Tari, ada apa, "tanya Dedi, aku takut kak, tiba tiba suara petir itu terdengar lagi Tari tambah mempererat pelukan nya, jangan takut ada aku, "sahut Dedi. tanpa sadar handuk yang mereka pakai terbuka sehingga dada Tari menempel di dada Dedi, hasrat Dedi naik sampai ke ubun ubun, dia berusaha meredam nya, sedangkan Tari sangking takutnya, dia tidak merasakan apa apa. Tak lama lampu pun kembali hidup, Dedi dan Tari saling berpandangan, Mata Dedi melotot melihat dada Tari yang terbuka, Tari yang melihat Dedi seperti itu langsung megikuti arah pandang Dedi, lantas dengan cepat dia mrmperbaiki kimono nya untuk menutupi dadanya, maaf kak, "kata Tari dengan wajah malu Dan jantung yang deg dekan, Dedi hanya terdiamterdiam, entah setan apa yang merasuki Dedi, Dedi langsung mendekat Dan mencium bibir Tari dengan ganas, Tari berusaha menghentikan ciuman itu, tapi tenaga Dedi jauh lebih kuat darinya, Tari hanya pasrah sampai akhirnya Dedi melepaskan ciuman nya, Maaf kan aku Tari, aku akan bertanggung jawab atas dirimu, belum sempat Tari menjawab Dedi langsung menarik tali kimono Tari sampai terbuka, tidak kak, jangan lakukan itu, aku mohon, "rengek Tari dengan mata yang berkaca kaca, aku akan bertanggung jawab Tari, aku akan menikahi mu secepatnya, " sahut Dedi dengan tatapan mata yang penuh kegairahan, aku tak mau kak, aku mohon, "sambung Tari, Dedi tidak mau mendengarkan Tari, dia melakukan apapun yang di inginkan nya, pesona Tari sangat memabukan bagi Dedi, sehinga dia tidak bisa membendungi hasratnya lagi, entah berapa kali Dedi melakukan nya pada Tari, sampai tubuh Tari lemah tak berdaya, Dedi sangat ketagihan sehingga dia tidak bisa menghentikan kegiatan nya itu, bercak darah yang menempel di kasur membuat Dedi tersenyum, Dedi menyelimuti tubuh polos Tari dengan selimut, dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tari menangis tersedu sedu, entah berapa lama dia menangis sampai akhirnya diapun tertidur, Dedi menatap Tari yang sedang tertidur, mata Tari terlihat membengkak karena terlalu lama menangis, ada sedikit rasa kasihan melihat Tari seperti tap diabaikan nya, Dedi pun mengambil handphone nya lalu memotret Tari yang sedang tertidur pulas.
Matahari mulai terbit, sinarnya masuk ke dalam celah celah jendela, sehingga membuat sepasang anak manusia terbangun dari tidur lelap nya, Tari menyeringai menahan rasa sakit di daerah intim nya, aduh, " kata Tari sambil memegang daerah intim nya, kamu mau kemana, "sapa Dedi, Tari hanya diam dengan tatapan penuh amarah, tiba tiba Dedi langsung mengangkat tubuh polos Tari ke kamar mandi, Dedi melakukan nya lagi kepada Tari, Tari hanya bisa pasrah karena melawan pun tak ada gunanya. Setelah hasrat nya tersalur kan Dedi langsung mandi Dan meinggalkan Tari sendiri di kamar mandi. Dedi membeli baju untuk dirinya Dan juga tari lengkap dengan pakaian dalam nya melalui online, sampai pakaian itu datang, Tari belum juga keluar dari kamar mandi, Tari... kenapa lama sekali, ini baju mu sudah datang, " kata Dedi sambil mengetuk pintu kamar mandi.