Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
Ajakan Dedi


__ADS_3

Ternyata usaha dedi berbuah manis, dia semakin dekat dengan Tari, mereka selalu saja berdua walaupun statusnya hanya berteman saja. Dedi selalu memberi masukan yang positif kepada Tari, tanpa Dedi sadari ada rasa nyaman bila berdekatan dengan Tari. hingga membuat mahasiswi di kampus merasa iri dan selalu memandang sinis kepada Tari. dasar gadis murahan, numpang tenar, emang pelet apa yang loe pakai sampai sampai orang sekelas Dedi pratama, ketua geng The sultan bisa tertarik pada loe, dasar gadis munafik, muka sok alim ternyata seorang pemain, "ucap para mahasiswi jika melihat Tari sendiri. Tari hanya bida bersabar atas apa yang terjadi di kampusnya, niat Tari hanya untuk menimba ilmu walaupun harus selalu hinaan Dan tatapan yang mematikan dari teman kampusnya. setiap Tari menceritakan kepada Dedi apa yang terjadi padanya di kampus, Dedi hanya berkata " bersabar saja, mereka hanya iri pada mu saja, karena selama ini aku tidak pernah sedekat ini pada seorang wanita Dan kamu adalah yang pertama, "ucap Dedi sambil menatap Tari dengan kagum. Tari membalas tatapan Dedi diiringi dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


Mulai saat ini, jangan dengar omongan mereka yang ngak penting itu, " ucap Dedi lagi. ya... kamu benar, aku tidak akan mendengar apapun omongan mereka, " kata Tari yakin. kamu mau masuk ke kelas lagi, "kata Dedi, tidak, "jawab Tari dengan gelengan kepalanya, hari ini dosennya tidak datang. ayo aku antar ke tempat kerja mu, "kata Dedi, hari ini dan besok aku libur, cafenya tutup selama dua hari, pemilik cafenya ada urusan keluarga jadi karyawannya di liburkan, " sambung Tari.

__ADS_1


Dedi pergi meninggalkan kampus dengan mobil mewahnya menuju ke club tempat biasanya geng The sultan berkumpul. ini dia yang di tunggu dari tadi baru datang, kemana aja loe bro, akhir akhir ini loe jarang ngumpul bareng kita, masih sibuk dengan misi yang lama, "kata hans. Dedi hanya menjawab dengan senyum. loe tidak lupakan dengan taruhan kita, waktu loe tinggal tiga hari lagi, siapkan semua surat suratnya bro, ejek yakuop sambil tertawa kepada Dedi. Loe tenang aja gue akan menang Dan loe akan nangis darah lihat mobil Kesayangan loe itu jadi milik gue, jawab Dedi percaya diri. emang gue pernah kalau taruhan lawan loe?? ngak kan, " sambung Dedi lagi degan tawa terbahak bahak. ingat ya yakuop, kalau loe di hukum oleh bokap loe Dan semua fasilitas loe di cabut,gue ngak nerima tumpangan, "kata Asoka dengan ketus, kalau yakuop di hukum oleh bokapnya selalu mengungsi ke rumah Asoka karena Asoka hanya tinggal bersama para art nya saja, orang tua Asoka tinggal di luar negri untuk mengurus bisnis mereka yang ada di sana. Sudah numpang, nyusahin lagi," sahut Zen dengan gelak tawanya

__ADS_1


__ADS_2