
Tari berjalan menuju ke kampus sepanjang perjalanan nya Tari menguatkan hatinya supaya sabar dan merima apa yang akan terjadi nanti. sampai di kelasnya Tari selalu mendengar hinaan dan cacian dari teman temannya, dasar muka tembok tak tau malu, dan banyak lagi yang lainnya, baru beberapa menit Tari duduk, mereka di suruh berkumpul di lapangan, semua mahasiswa heran, mengapa mereka di kumpulkan secara tiba tiba. salah satu dosen berbicara melalui pengeras suara.
__ADS_1
apa kalian tau mengapa kalian di kumpulkan? tanya dosen itu, tidak buk, "jawab mahasiswa secara serentak, akhir akhir ini kampus kita di hebohkan dengan beredarnya fhoto syur salah satu mahasiswa yang paling berprestasi di kampus ini, sontak saja para mahasiswa itu meloleh kearah Tari dan bersorak mengejek Tari, Tari hanya menunduk menahan malu, sedangkan Dedi dan geng The sultan nya pura pura tidak tau, ibaratkan lempar batu sembunyi tangan.
__ADS_1
Tari pergi ke kontrakan Ana, kebetulan hari ini Ana libur, melihat Ana yang sedang duduk santai, Tari langsung memeluk Ana dengan air mata yang bercucuran, apa yang terjadi pada mu Tari, " ucap Ana kaget, Tari hanya menangis dan menangis saja. Ana memeluk Tari sambil mengelus punggung Tari dengan lembut. Ana memberi Tari segelas air putih, minum dulu, "kata Ana, Tari langsung meminumnya sampai habis. coba ceritakan apa terjadi, " sambung Ana, lalu Tari menceritakan apa yang terjadi padanya, mulai dari pertemuannya dengan Dedi Sampai dia di keluarkan dari kampus, tak ada satu pun yang terlewatkan. Ana menangis mendengar cerita Tari, dia tidak menyangkan terlalu berat coba yang Tari alami. kenapa kau menanggungnya nya sendiri, apakah kau tidak lagi menganggap ku sahabat, Tari hanya diam mendengarkan.
__ADS_1