
Baru saja menjejakan kaki di depan warung soto, Tari dan Ana heboh seperti orang kelaparan.
mau pesan apa bli, "tanya pelayan warung
saya mau pesan soto ayam pakai nasi dan kopi hitam tanpa gula satu.
kalau saya, soto ayam satu, cenker mercon satu, bakso mercon tanpa mie satu, teh es satu, "kata Ana, saya juga sama hanya minuman saya es jeruk aja, lanjut Tari.
baiklah saya ulangi lagi ya... pesanannya
" soto ayam tiga, yang pakai nasi satu, ceker mercon dua, bakso mercon tanpa mie dua.
minuman nya, kopi hitam tanpa gula satu, teh es satu, es jeruk satu.
merekapun mengangguk mengangguk.
kalian itu lapar atau kelaparan, mesannya kayak mau makan sekampung.
Iya.. kita emang kelaparan, lagian rugikan kalau pesan sedikit, mumpung gratis, kenapa enggak.
betul... betul... kalau ngak iklas bilang boss, ucap Tari.
pantasan aja jomlo, makannya mirip orang kesetanan, mana ada cowok yang mau dengan cewek yang rakus....
__ADS_1
biarin aja jomlo yang penting happy...
ya.. ngak say, "kata Ana, yoi... , " jawab Tari tersenyum.
Pesanan mereka datang dan tersusun rapi diatas meja, aromanya sangat menggoda selera, pantas saja warung sotonya tak pernah sepi pengunjung. di tambah lagi pemandangan sekitarnya, sangat memanjakan mata.
Ana dan Tari makan seperti orang yang sudah tiga hari tidak jumpa makanan, mereka makan dengan lahab, tanpa peduli tatapan pengujung lain nya, tak ada jaim jaimnya.
Yang kalem makannya, malu di lihat orang, cewek makannya mirip pereman pasar. kalian berdua yang makan , tapi aku yang malu. Badannya saja kecil makannya segerobak, " ejek Bibi.
Bodo amat, yang penting perut kita kenyang, kita makan bayar kok, Kecuali kita minta, ya kan beb, " seru Tari, iya tu, "jawab Ana
Bibi membayar semua tagihannya, mereka pun pulang.
Tari bersandar di sofa ruang tamu, perutnya begah karena kekenyangan, dia tak sanggup lagi berjalan.
Bibi, Ana... tolong antarkan aku kekamar, aku tidak kuat, ingin rebahan.
ayo ... aku antar kau ke kamar, beristirahatlah, jangan ke mana mana.
baiklah.. aku akan tidur sebentar.
Tari tidak bisa tidur, dia selalu gelisah, entah apa yang akan terjadi. Tari merasa mulas, tapi diabaikannya, di pikirannya, " karena makanan pedas maka perutnya, menjadi sakit, makin lama semakin sakit, sehingga Tari tidak bisa menahannya.
__ADS_1
Ana... Ana...., "teriak Tari dari dalamnya kamarnya. Ana yang mendengar suara teriakkan langsung berlari menuju kamar Tari.
Ada apa...
perut ku sakit sekali, tolong aku Ana, aku sudah tak tahan,
tunggu sebentar aku panggilkan Bibi.
kita langsung ke rumah sakit aja Tari, Ana... cepat siapkan semua keperluan Tari....
Bibi menggendong Tari sampai ke mobil, sambil menunggu Ana, Bibi mengusap perut Tari lembut, sabar ya... kita akan segera ke rumah sakit.
Ana muncul dengan tas di kedua belah tangan sambil berlari.
ayo, kita berangkat.
Bibi menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, kerena jalan tidak terlalu ramai, mereka pun sampai di rumah sakit tempat biasa Tari memeriksa kandungan nya.
apa dokter Dila ada, teman saya mau melahirkan, dia pasiennya dokter Dila.
Dokter Dila langsung memeriksa Tari dengan seksama.
Sudah bukaan dua, tapi bayinya melintang, karena mereka kembar Kita harus melakukan operasi cesar.
__ADS_1
lakukan yang terbaik dok, yang penting ibu dan bayinya selamat.