Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
Baby triplet


__ADS_3

Sebelum Tari masuk ke ruang operasi, Bibi memberi dukungan pada Tari, mata Ana berkaca kaca melihat Tari merintih kesakitan.


kumu harus kuat sebentar lagi kita akan bertemu dengan malaikat kecil kita, aku yakin kamu bisa, "kata Bibi sambil memegang tangan Tari.


Tapi aku takut, aku tidak bisa melihat anak anak ku, resanya aku sudah tak kuat lagi, ini sakit sekali, " rengek Tari


kamu harus kuat sayang, kamu pasti bisa, jangan putus asa begitu, "sambung Ana.


Dokter Dila dan Timnya, sudah masuk ke dalam ruang operasi, menyiapkan semua keperluan untuk operasi nanti.


Sekarang sudah waktunya kita melakukan operasi..., " ucap dokter Dila


Apa kami bisa ikut mendampingi nya dok..., "tanya Bibi


Suami pasiennya mana...

__ADS_1


Dia tidak mempunyai suami dok....


tapi kami sudah seperti saudara baginya


Karena bayi nya kembar, kalian oleh masuk untuk melihat proses persalinannya.


persiapkan diri kalian, pakai pakai anything yang steril


Tanpa membuang waktu, Bibi dan Ana mengganti bajunya dengan pakaian yang sudah di siapkan oleh suster.merekapun masuk ke dalam ruang operasinya. Bibi dan Ana memberi semangat serta dukungan pada Ana. rasa ketakutan Tari pun menghilang karena ada Bibi dan Ana yang menemaninya. operasi pun di mulai, Tak lama Terdengar suara tangisan bayi, sangking terharunya Tari dan Ana sampai mengeluarkan air matanya, Bibi yang tak pernah menangis pun kini ikut menangis melihat perjuanga Tari selama ini.


Pintu ruang rawat pun terbuka, tiga bayi yang di tunggu akhirnya datang, bayi pertama berjenis kelamin laki laki, bayi kedua juga laki laki, sedangkan bayi yang ketiga perempuan. Ketiga bayi itu tertidur pulas di box bayi.


wahhh... tampan sekali, yang bungsu juga sangat cantk.. tapi tak ada satu pun yang mirip denganmu Tari, "kata Ana.


Iya... tak ada satu pun, Itu karena kau terlalu membenci ayahnya, maka wajah merekapun seperti ayahnya, " sambung Bibi.

__ADS_1


Tari menghembuskan nafasnya kuat, mendengar sahabatnya berkata seperti itu.


terus.. aku harus jatuh cinta sama siberengsek itu... supaya anak ku mirip dengan ku...


hahaha tawa Bibi dan Ana pecah sehingga bayi perempuan Tari menangis dan kebetulan dokter Dila masuk.


sikecilnya sudah bangun ya...


ibu boleh belajar memberikan Asi pertama untuknya."kata dokter Dila sambil memberi kan bayi itu kepada Tari.


Kalau begitu aku keluar dulu, mau mencari makanan dan cemilan untuk kita, apa ada pesanan lain," ucap Bibi.


Tari pun mulai menyusui putri bungsunya, dengan bantuan dokter Dila, sikecil langsung pintar mencari sumber airnya. Tari menatap wajah sang putri yang memang sangat mirip Dengan wajah Dedi persi wanitanya. Tari teringat semua yang dikatakan Dedi tentang dirinya pada geng The sultannya, air mata Tari menglir membasahi pipinya. Tari bertekat apapun yang terjadi pada dirinya di masa lalu, tidak akan mengurangi rasa sayang pada anak anaknya kelak.Tari akan merawat sikembar sehingga suatu saat Dedi akan menyesal telah Mempermainkan kehidupan kampung sepertinya. Ana mengusap air mata Tari dengan kedua tangannya.


Jangan menangis lagi, semuanya telah berlalu, buktikan kepada semua orang yang merendahkanpmu, kalau Kau juga bisa bangkit Dari ketepurukan bungkamkan mulut mereka semua dengan keberhasilan mu.

__ADS_1


.


__ADS_2