Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
Tari sakit 2


__ADS_3

Ana terkejut melihat kondisi Tari, wajah nya pucat, tubuhnya panas, tapi Tari berselimut seperti orang kedinginan, Tari... Tari... panggil Ana sambil menggoyang tubuh Tari, tapi tidak ada respon dari Tari, berkali kali Ana mencoba membangunkan Tari, tetap tidak ada hasilnya, Ana langsung menelpon taxsi langganannya untuk membawa Tari ke rumah sakit terdekat.


Sampai di rumah sakit, Tari langsung di tangani oleh dokter yang sedang berjaga, dan akhirnya Tari harus dirawat inap, karena suhu badannya terlalu tinggi, Ana setia menemani Tari di rumah sakit, pagi pagi sekali Ana pulang ke kontrakan nya, untuk siap siap berangkat kerja, sebelum pergi dari rumah sakit Ana meninggalkan surat untuk Tari, kalau dia pergi bekerja, dan akan datang kembali setelah selesai bekerja, karena sewaktu Ana ingin pulang, Tari masih terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Ana tidak bisa konsen dalam bekerja, pikirannya hanya tertuju pada Tari yang sedang sendiri di rumah sakit, Ana sudah menganggap Tari seperti saudara sendiri, sama sama merantau dari kampung untuk mengubah nasib, apa lagi Tari yatim piatu. sepulang dari kerja nya Ana langsung menuju kerumah sakit tempat Tari di rawat, tidak lupa Ana membawa dua bungkus nasi padang kesukaan Tari.


Pintu kamar rawat Tari terbuka, sontak Tari menoleh dan melihat kedatangan Ana, bagaimana keadaan mu sekarang, apa sudah baikan, " tanya Ana kepada Tari sambil memegang kening Tari yang masih terasa panas, sudah mendingan, "jawab Tari tersenyum, apakah kau sudah makan, " sambung Ana, Tari hanya mengelengkan kepalanya sebagai jawaban, ini ...aku membawa nasi padang Kesukaan mu, "kata Ana sambil mengangkat bungkusan nasi padang nya. mereka pun makan dengan lahap, sejenak Tari melupakan masalahnya dengan Dedi kalau sudah bersama Ana. Tari belum siap untuk menceritakan permasalahannya pada Ana, Tari memilih waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.

__ADS_1


Dedi selalu saja galau karena handphone Tari tidak bisa di hubungi, handphone Tari tertinggal di kosannya dan kehabisan batre, sedangkan Tari masih di rumah sakit untuk melakukan perawatan. Dedi datang ke kos kosan Tari tapi kosong tidak ada penghuninya, Dedi mencoba bertanya kepada pemilik kos kosan itu, tapi mereka pun tidak tau kemana Tari pergi, Dedi pun pulang dengan tangan kosong, tidak ada satupun informasi yang ia dapatkan, kamu kemana sih Tari, "kata Dedi dalam hatinya sambil memukul pelan stir mobilnya. Semua anggota The sultan pun heran dengan kelakuan Dedi, yang sok merasa bersalah, padahal semua itu sudah dia rencanakan jauh jauh hari.


Dedi pun semakin galau mendengar kata hans tadi, mau Menjenguk takut Tari masih teringat tentang kejadian di puncak, Dedi takut Tari semakin sedih.

__ADS_1


Dedi merasa kehilangan akan sosok Tari yang terbiasa menemani nya akhir akhir ini.


tapi jika dia sedang bersama geng The sultan nya, dia selalu di agung agungkan, di puji atas keberhasilannya melawan Yakuop.

__ADS_1


__ADS_2