Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
Papi Sikembar


__ADS_3

Tapi bagai mana dengan Mami???


Papi akan terus berusaha mendapatkan maaf dari Mami kalian, tapi Papi butuh bantuan kalian.


Aku akan bantu Papi karena aku mau Papi. "kata Amara mewek.


Papi sayang kalian... apa Papi boleh peluk


sikembar mendekat dan mereka pun berpelukan, Dedi meneteskan air matanya, dia tak menyangka jika anak anaknya bisa menerima kehadirannya secepat itu, tidak ada drama sedikitpun.


Ayo kita ke tempat Mami...


Dedi membawa sikembar ke Tari, Amara memegang tangan Dedi sedangkan Ameer dan Ammar berjalan didepan.


Mami... Mami... " teriak Ameer dan Ammar kompak.


Tari menoleh dan kaget melihat siapa yang mengendong Amara, mata Tari melotot, tangannya mengepal menahan sesak didada nya karena kata menahan amarah.


Kenapa kamu kesini... "kata Tari sambil mengambil Amara dari gendongan Dedi.


Aku hanya ingin menyapa anak anak ku. " jawab Dedi santai.


Mereka anak anakku, bukan anak mu.


Tapi aku papi mereka, apa kamu lupa kalau aku yang... " kata kata Dedi terhenti karena Tari mengajak sikembar pulang.

__ADS_1


Ayo anak anak kita pulang....


Papi ngak diajak Mi...


Itu bukan Papi kalian, nanti Mami cari Papi yang baru buat kalian.


Tapi Amara mau Papi yang ini, karena muka kami mirip, Amara tidak mau Papi yang lain. "ucap Amara merengek.


Amara pulang dulu ya sama Mami nanti kita jumpa lagi, Papi janji.


Janji....


Iya Papi Janji... " sambil memeluk sikembar bergantian, jangan nakal ya, dengar apa yang Mami kalian katakan, ok... Dan sikembar pun menganggukkan kepalanya.


Ayo anak anak... kita pulang... "sambar Tari sambil menarik pelan tangan anak nya.


Dedi terpaku melihat kepergian buah hatinya, tunggu Papi sayang, Papi akan datang menjemput kalian dan Mami kalian. tidak akan ada yang bisa memisahkan kita.


Didalam mobil sikembar bertanya pada Mami nya yang sedang menyetir.


Mi... kenapa Mami marah sama Papi, apa karena Papi ngak pulang pulang makanya Mami marah?? "kata Ameer


Mami tidak marah, hanya saja Mami dan Papi tidak bisa bersama lagi


Kenapa... Papi nakal ya... " ujar Ammar

__ADS_1


Iya... makanya Mami menghukum Papi.


Tapi kan Papi mau minta maaf pada Mami, kenapa Mami tidak memaafkan Papi, kata bunda kita itu harus saling memaafkan tidak boleh bertengkar terus. "sambung Amara.


Tari bingung harus menjawab apa atas pertanyaan anaknya. Usianya masih enam tahun tapi pemikiran nya seperti orang dewasa saja, apa ini akibatnya kalau anak anaknya terlalu lama bermain di tempat fitness yang isinya hanya orang dewasa saja. " ucap Tari dalam hati sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Apa Mami beneran mau cari Papi baru... "kata Ammar


Apa kalian mau Papi baru...???


Tidak... Amara tidak mau Papi baru karena Papi Amara ganteng, baik lagi pula wajah kita kan mirip sama Papi. Ya kan kak.


Iya.. Ammar juga tak mau Papi baru..


Iya Mami kami tidak mau Papi yang lain


Tanpa sadar mereka sudah sampai di halaman rumahnya.


Nah sekarang kita sudah sampai, Ayo kita turun... "kata Tari pada anak anaknya


ok Mami... "jawab mereka serentak.


Sampai didalam rumah sikembar langsung berteriak memanggil Bundanya.


Bunda... Bunda.. bunda dimana...

__ADS_1


Ada apa sayang honey bunny nya Bunda


kami tadi bertemu Papi di mall Bunda, Papi kami mirip sama kami. " kata Amara mewakili saudaranya.


__ADS_2