
Hari berganti hari, Dedi selalu berusaha mendekati Tari, mulai dari kampus sampai ke cafe tempat Tari berkerja Dedi selalu gencer mendekati Tari. Dedi selalu memberi hadiah yang mahal pada Tari. tas, sepatu, perhiasan, jam tangan, baju, semua yang di kasi Dedi bukan barang murahan, harganya ngak kaleng kaleng, Tapi Tari selalu menolaknya dengan sopan. mendengar cerita Dedi, geng The Sultan pun heran, merekapun berniat mau membantu Dedi mencari tau tentang jati diri Tari, mulai dari hal yang Tari suka sampai yang tidak di sukai Tari. Tak lama sejak Dedi menceritakan tentang Tari yang selalu menolaknya, Asoka pun mengutarakan pendapatnya, coba dekati dia dengan Cara yang sederhana, berteman seperti orang biasa, tidak memberikannya hadiah yang mahal, cukup memberikannya perhatian Dan dukungan saja. Aku setuju dengan saran dari Asoka, loe mencobanya," ucap zen dengan anggukan The Sultan lainnya. ok.. aku akan
__ADS_1
mencoba nya, "jawab Dedi antara yakin Dan tidak yakin.
__ADS_1
ini adalah yang pertama kali Dedi di repot kan oleh seorang wanita, biasanya dengan sekali lirik para wanita itu lansung bergelayut manja bahkan sampai berakhir di dalam kamar hotel milik keluarga hans perwira Salah satu anggota The Sultan. Tak usah di pikirkan lagi, sekarang kita happy happy aja dulu, sudah lama kita tidak bersenang senang" kata yakuop sambil tersenyum, tapi ingat bro, waktu loe tinggal dua minggu "sambung yakuop sambil mengangkat dua jarinya kepada Dedi, siap siap mobil mewah loe jadi milik gue. kita lihat aja nanti "jawab Dedi pasrah.
__ADS_1
Hari ini Dedi berangkat ke kampus dengan mobil mewahnya, setelah sampai di parkiran tak sengaja dia melihat Tari berjalan sambil memeluk buku di dadanya. pagi" Sapa Dedi kepada Tari, pagi juga kak"jawab Tari dengan senyuman yang membuat jantung seorang Dedi pratama berdetak kencang. merekapun jalan beriringan sambil bercerita tentang perkerjaan Tari di cafe, tak terasa akhirnya Tari pun sampai di depan kelasnya, Tari pun pamit sambil membungkukkan badannya kehadapan Dedi dengan sopan. Dedi termenung sambil melihat punggung Tari yang mulai menjauh dari nya, ada sedikit rasa tak rela yang Dedi rasakan karena berpisah dari Tari, tapi di abaikannya, misinya hanya untuk menang taruhan dari yakuop. jika hanya perkara mobil mewah saja pasti akan ia abaikan, tapi ini adalah harga dirinya yang di pertaruhkan, bisa bisa dia akan di tertawakan oleh The Sultan seumur hidupnya karena tidak bisa menaklukkan seorang gadis sederhana yang katanya wewegombel itu. gue harus menang taruhan dari yakuop, "ucap Dedi dalam hatinya.
__ADS_1
Dedi pun berjalan menuju balkon tempat biasa geng The Sultan berkumpul, bagai mana bro, apa ada kemajuan, " kata Kenzo, sedikit, jawab Dedi antusias.
__ADS_1