
semenjak Tari di keluarkan dari kampus, Tari juga berhenti bekerja, Ana membawa Tari tinggal di Kontrakan nya, supaya Tari bisa mengistirahatkan pikirannya agar lebih tenang. Diam diam Ana menghubungi Bibi, dan menceritakan semua yang dialami Tari, Bibi sangat marah mendengarkan cerita Ana tentang kehidupan Tari di kota.
setelah Tari pergi dari kampungnya, Bibi pun tinggal dan menetap bali membuka usaha fitness dan sekarang Bibi sudah memilik beberapa cabang fitness di sekitar kota Bali, Bibi dan Ana sepakat akan membawa Tari untuk tinggal di Bali, Ana pun akan ikut ke Bali untuk menemani Tari.
__ADS_1
aku telah mengundurkan diri dari cafe, " kata Ana kepada Tari, kenapa kau mengundurkan diri, apa ada yang membuat mu tidak nyaman, "tanya Tari, tidak.. hanya saja aku ingin suasana yang baru, ooo, " kata Tari sambil mengangguk. tak lama bunyi suara klakson mobil yang berhanti di depan kontrakan Ana, Ana tersenyum karena Ana tahu kalau Bibi yang datang, sedangkan Tari terkejut melihat kedatangan Bibi secara tiba tiba. Tari berlari kearah Bibi dan memeluk nya erat, aku kangen, "kata Tari kepada Bibi, kalau kangen kenapa tidak menelpon ku, jika aku menelpon mu aku takut aku akan menangis, "seru Tari dengan mata yang berkaca kaca.
ayo bersiap siap, aku akan membawa mu dan Ana tinggal bersama ku di Bali, serius...,"kata Tari, serius ,"jawab Bibi. Tari tersenyum dan membantu Ana mengemasi barang barang yang akan mereka bawa.
__ADS_1
Dedi dan geng The sultan nya merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Tari, mereka tak menyangka Tari akan di keluarkan dari kampus, gara gara Taruhan konyol mereka Tari yang menanggung akibatnya. mereka pun bersama sama mencari tahu di mana Tari tinggal sekarang, kos kosan Tari yang lama sudah diganti oleh orang lain, Tari hilang tanpa jejak.
Hari berganti hari tak terasa sudah dua bulan Tari dan Ana tinggal di Bali, Tari dan Ana membantu Bibi mengurus salah satu tempat fitness milik Bibi, Bibi memiliki tiga cabang tempat fitness nya di sekitar kota Bali.
__ADS_1
Hari ini hari yang sangat melelahkan karena Ana hanya bekerja sendiri, Tari tiba tiba saja merasa mual dan muntah muntah, sampai mengeluarkan cairan kuning dari mulutnya, tubuh Tari lemah tak berdaya, Ana sudah memujuk Tari untuk pergi berobat tapi Tari selalu menolaknya. jam makan siang telah tiba, Ana mengantarkan makan siang kepada Tari, Ana kaget melihat Tari tergeletak di lantai kamarnya, Ana berteriak memanggil Tari, tapi tidak ada respon dari Tari, Ana meminta tolong pada anggota fitness nya untuk mengantarkan Tari ke rumah sakit. Ana sangat khawatir melihat keadaan Tari, walaupun tubuh Tari lebih berisi dari biasanya, tapi wajah Tari nampak pucat. sampai di rumah sakit, Tari langsung di tangani oleh dokter, Ana menunggu di luar ruangan pemeriksaan sambil menelpon Bibi.
halo bi, "kata Ana, ya.. ada apa Ana, " jawab Bibi, Tari pingsan dan sekarang ada di rumah sakit Amelia medica, "ucap Ana panik, tunggu aku disana, aku akan segera sampai," jawab Bibi sambil mengambil kunci mobilnya.
__ADS_1