
Setelah pertemuan geng The sultan, Dedi pulang ke rumahnya, orang tua Dedi jarang ada di rumah, mereka selalu pergi ke kota satu Dan ke kota lainnya, untuk mengurus bisnis mereka yg tersebar di berbagai kota kota besar. Dedi Meng istirahat kan badannya dengan tidur tiduran di atas kasur mewah miliknya. Dedi kepikiran tentang apa yang diucapkan oleh yakuop kepadanya,
tinggal tiga hari lagi, aku harus menang taruhan ini, tapi seandainya itu terjadi, bagai mana dengan Tari, apa yang akan dia lakukan. Apakah Tari bisa menerima semuanya, sekarangkan zaman sudah modern, melakukan hubungan suami istri sebelum menikah adalah hal yang biasa, bahkan di luar sana banyak anak gadis yang sudah tidal perawan lagi, bodo amat, yang penting aku bisa menang Taruhan dari yakuop, "Kata Dedi dalam hati.
Dedi melihat jam di pergelangan Tanganya yang sudah menunjukan jam delapan malam, taping belum juga Ada kabar dari Tari, sehingga dia memberanikan diri untuk menghubungi Tari terlabih dahulu.
Dedi : Asalammualaikum Tari
Tari : waalaikum Salam kak
Dedi : Bagai Mana, jadi ngak kita berangkat
ke puncak besok??
Tari : Bagai mana ya kak, aku takut
__ADS_1
menyusahkan kakak. " jawab Tari ragu
ragu".
Dedi : Ngak bakalan nyusahin, kakak juga lagi
bosan, ingin mencari udara segar
tapi tidak ada yang nemanin, anak
anak The Sultan lagi pada sibuk
masing.
Tari : Ya sudah, jika tidak merepotkan kakak
__ADS_1
aku mau..., tapi sorenya kita pulangkan
kak?
Dedi : Iya, kita pulang.
Tari : ok kak...
Dedi : nanti kakak Akan menjemput mu jam
tujuh pagi ya🙂🙂🙂🙂
Tari : ok kak.
Yes... yes... yes, teriak Dedi sambil lompat lompatan kegirangan sangking bahagianya. entah bahagia karena bisa jalan berdua dengan Tari atau bahagia Akan menang taruhannya dengan yakuop. Sudah hampir tengah malam, Dedi belum juga bisa memejamkan matanya, pikirannya selalu terbayang senyum manis Tari. mengapa kau buat perasaan ku tak menentu Tari, mengapa hanya ada kamu di pikiran ku, " oceh Dedi sambil menggelengkan kepalanya. tidak... tidak.. ini tidak boleh terjadi, aku tidak boleh jatuh cinta padanya, ini hanya permainan saja, dia adalah gadis Taruhan antara aku Dan yakuop, " ucap Dedi dalam hatinya.
__ADS_1
karena Mata Dedi tidak juga bisa terpejam, dia pun melakukan video call Kepada geng The sultannya, halo bro, ada apa malam malam begini kau mengganggu jam istirahat ku, "kata Zen yang langsung ngoceh kepada Dedi, Dedi hanya tersenyum mendengar ocean Zen. ada apa bro, apa kau takut Kalah Taruhan dengan ku, " kata yakuop menyindir Dedi sambil tersenyum mengejek. santai bro, kau tidak Akan jatuh miskin hanya sebuah mobil mewah, "sahut Hans meyakinkan Dedi.
hahaha tawa Dedi pecah, membuat geng The Sultan terdiam Dan bingung, apa kau sudah gila, " kata Asoka kepada Dedi, Dedi masih saja tertawa, apa kau yakin akan menang taruahan melawan ku yakuop, "kata Dedi sinis, yakin lah seratus persen, " jawab yakuop percaya diri, bagai mana kalau kita naikan taruhannya, selain mendapatkan mobil, yang kalah juga harus mengtraktir makan semua anggota geng The sultan selama satu bulan penuh, "sambung Dedi, siapa takut, " sahut yakuop, karena yakuop yakin sampai saat ini Dedi belum juga berhasil menaklukkan si wewegombel. hore..... teriak The sultan lainnya. siapapun yang menang kita tetap dapat makanan gratis bro, selama satu bulan, kata Kenzo dengan senyum di bibirnya.