Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
persiapan melahirkan


__ADS_3

Enam bulan telah berlalu, pahit manis Tari lalui bersama kedua sahabat nya, Ana yang paling sibuk untuk menyiapkan perlengkapan Tari lahiran, Bibi tak kalah sibuk nya. semenjak mereka mengetahui jenis kelamin anak anak Tari.


Borong lagi buk, apa ngak di pindahin aja tokonya kerumah. ..?? sindir Tari pada Ana


kalau bisa aku akan pindahin tokonya di samping rumah kita, biar kita tidak kerepotan jika ada keperluan.


Tapi ini terlalu berlebihan Ana, mubazir, lagian bayi itukan cepat besarnya, sayangkan kalau tidak terpakai, mending uangnya di tabung.


apa kau lupa kalau mereka itu bertiga, semuanya serba tiga, baju, celana, popok, selimut bayi, boks bayi dan banyak lagi yang lainnya. ibu hamil cukup duduk dan lihat saja, biar Bundanya yang menyiapkan semuanya, jangan banyak protes. ok.....


Tari menggeleng melihat tingkah Ana yang sangat antusias.....


yang hamil siapa yang repot siapa


Tak lama Bibi datang membawa martabak manis Kesukaan Tari, Bibi tak pernah hitung hitungan kalau itu menyangkut Ana dan Tari. bisnis Bibi sangat maju, sekarang Bibi sudah memiliki sepuluh cabang yang tersebar di berbagai kota besar.

__ADS_1


apa masih ada yang kurang untuk Perlangkapan bayi kita Ana??


nanti aku cek lagi, yang penting transferan nya lancar....!!!


kalau masalah transfer mentransfer kau jangan khawatir, serahkan saja pada ku, aku akan menjadi papa yang bertanggung jawab untuk baby twins.


jangan nakal ya sayang, nanti kalau kalian mau keluar dari perut mami, pelan pelan saja jangan sampai mami kalian merasakan sakit, kasian mami mu, papa sudah tak sabar untuk melihat kalian, " kata Bibi sambil mengelus perut Tari.


Tari menangis mendengar ucapan Bibi, dia tak menyangka di dunia ini masih ada orang yang peduli padanya, walaupun usia Bibi dan Tari hanya berjarak tiga tahun aja, perhatian Bibi ke Tari seperti saudara kandung, Bibi menyayangi Tari dengan tulus begitu juga Ana.


tidak, hanya saja aku sangat beruntung memiliki kalian berdua. "ucap Tari


mereka berpelukan untuk saling menyemangati, susah senang telah mereka lewati bersama, seberat apapun masalahnya tidak akan bisa memisahkan mereka.


Tari sangat menyukai apapun yang Ana masak untuk nya, tapi kalau Bibi sedang berada di rumah, Tari sering meminta dibuatkan kepada Bibi, walaupun hanya sekedar telor ceplok, Bibi selalu memanjakan Tari, karena diantara meteka bertiga, Tari yang paling muda. pagi ini mereka berencana akan jalan pagi di taman, mencari udara segar, apalagi kandungan Tari sudah mendekati bulannya.

__ADS_1


Tari menggandeng tangan Bibi, sambil berjalan santai, orang orang yang melihat mereka, akan menganggap mereka pasangan yang romantis, Tari nampak lelah, Bibi mengajaknya duduk di bangku Taman untuk beristirahat.


Mau ku belikan sesuatu, " kata Bibi


air mineral aja Bi, pulang dari sini kita beli Soto ayam ya, yang banyak cekernya, " jawab Tari.


aku juga mau, makan soto di cuaca dingin ini sangat enak, pakai Samuel yang banyak, mantap pool... , seru Ana


Baiklah tuan putri, pintah tuan putri akan hamba laksanakan, ' kata Bibi dengan posisi badan sedikit membungkuk.


hahaha..,mereka pun tertawa tanpa beban, Bibi pun pergi membeli air mineral dan beberapa macam kue, kue putu, bolus lapis, dadar gulung, risol, tahu isi dan pisang goreng.


ini pesanannya tuan putri, lengkap dengan cemilan untuk mengganjal perut.


wah... enak ni, tau aja lagi lapar.

__ADS_1


__ADS_2