Dosa Sang CEO

Dosa Sang CEO
Sekamar berdua


__ADS_3

Dedi menjalankan mobilnya sambil melirik Kiri kanan mencari penginapan, Tari lihat lihat kalau ada toko pakaian yang buka, biar kita bisa beli baju untuk ganti, "seru Dedi kepada Tari, Tari hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban, tak ada satu pun toko yang terbuka, mungkin karena hujan mereka menutup tokonya cepat, " kata Dedi.

__ADS_1


setelah berputar putar akhirnya mereka menemukan penginapan. ada yang bisa saya bantu pak, tanya sang Resepsionis, saya butuh Dua kamar VIP, "jawab Dedi, maaf pak hanya tersisa satu kamar saja, itu pun di cencel karena yang bersangkutan terjebak macet di ujung jalan menuju ke puncak, " jawab nya lagi. Dedi mendekat kepada Tari lalu bertanya, bagai mana Tari, hanya tinggal satu kamar saja, Tari hanya diam mendengarkan Dedi berbicara, kita bisa berbagi kamar, kamu tidur di kasur, dan aku akan tidur di sofa, bagai mana?? bibir mu sudah membiru karena kedinginan, kamu bisa mandi dengan air panas nanti, "ucap Dedi Panik. Akhirnya Tari hanya bisa pasrah mengikuti saran dari Dedi.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar Dedi langsung masuk ke kamar mandi Dan menyiapkan air panas untuk Tari mandi, kamu mandi lah terlebih dahulu, aku sudah menyiapkan air panas untuk mu, "kata Dedi, terima kasih kak, " jawab Tari sambil berjalan menuju kamar mandi, sedang kan Dedi membuka pakaian basahnya Dan hanya memakai handuk kimono yang telah di siapkan oleh pihak penginapan, lalu Dedi memesan makanan untuk mereka melalui handphone nya, sambil menunggu Tari, makanan yang di pesannya pun datang, bersamaan dengan Tari yang keluar dari kamar mandi, kamu sudah selesai, "tanya Dedi, sudah kak, "jawab Tari dengan malu, karena Tari hanya memakai handuk kimono saja. ayo makan nanti keburu dingin, " seru Dedi dengan jantung yang berdetak kencang karena melihat penampilan Tari yang begitu menggoda bagi nya. mereka pun makan dengan lahap, setelah selesai makan Dedi langsung menuju ke kamar mandi, tidur lah terlebih dahulu, aku akan mandi sebentar, iya kak , " jawab Tari sambil menarik selimut sampai batas dadanya. sedangkan Dedi sibuk meredam gejolak birahinya yang tiba tiba saja muncul hanya melihat Tari memakai kimono saja, sial ,"ucap Dedi pada dirinya sendiri. Tari tidak bisa memejamkan matanya, ini pertama kali bagi Tari tidur sekamar dengan seorang lelaki. sampai akhirnya pintu kamar mandi terbuka, kamu belum tidur, "sapa Dedi, apa kamu takut, Tari spontan mengganggukan kepalanya, jangan takut, aku tidak akan berbuat macam macam pada mu, kalau itu terjadi aku akan bertanggung jawab, kata Dedi sambil tersenyum, di balas dengan tatapan tajam dari Tari. tidurlah, apakah kau tidak lelah?? " tanya Dedi, baiklah aku akan tidur, "jawab Tari sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Dedi tersenyum melihat tingkah laku Tari, kau memang berbeda Tari, aku tak tau apa keistimewaan yang kau miliki sehinga aku bisa tertarik pada mu. apakah selera ku pada wanita menurun setelah aku dekat dengan mu, "ucap Dedi di dalam hatinya sambil melihat Tari yang sudah mulai tertidur. Dedi pun mulai merebahkan badannya di samping Tari, dia terpana melihat wajah polos Tari yang semakin di lihat semakin cantik, Dedi memberanikan diri untuk mengelus pipi Tari, hidung Dan bibir mungil Tari. sampai Dedi pun tak sadar kapan dia tertidur.

__ADS_1


__ADS_2