
The sultan mengantar Dedi ke bandara, Dedi berpamitan pada geng The sultan, mereka saling berpelukan dan memberikan kata kata semangat pada Dedi.
sampai di Bali Dedi dijemput oleh bawahannya menuju rumah mewah milik keluarganya, Papa dan Mama Dedi memiliki rumah mewah di Bali tak jauh dari pantai, pemandangan di sekitar sangat menyejukan mata cocok untuk menghilangkan lelah, pekarangan rumahnya luas sehingga jarak anatara rumahnya dengan rumah yang lain agak berjauhan.
Di Bali Dedi memiliki empat orang Art, dua orang tukang kebun dan tiga orang satpam. saat Dedi sampai dirumahnya semua sudah disiapkan oleh art nya karena sebelum kebali Mama Dedi sudah memberitahukan ke semua art nya.
__ADS_1
Dedi merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat kiri dan kanan, kamar Dedi terletak di lantai dua, kamarnya luas semua fasilitasnya lengkap termasuk lemari pendingin yang isinya berbagai macam minuman dan cemilan, jadi Dedi tidak perlu repot repot keluar dari kamar kalau ingin mengemil.
Sangking lelahnya Dedi tertidur sampai tengah malam dan terbangun karena cacing dalam perutnya berontak minta di isi, Dedi bangun dan berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil cemilan dan minumamnya lalu membawanya menuju balkon. Dia duduk sambil melihat pemandangan disekitarnya, udara sangat sejuk diiringi suara deru ombak yang berkejaran. pikirannya pun melayang mengingat apa yang akan di lakukan Tari jika mereka bertemu nanti.
Udara diluar semakin dingin, makanan dan minuman pun telah habis, Dedi kembali masuk kedalam kamar dan kembali tidur.
__ADS_1
Di perusahannya Dedi disambut dengan suka cita oleh semua karyawannya, John memperkenalkan Dedi sebagai CEO menggantikan Papanya, Dedi dengan gaya coolnya sangat menarik Perhatian para karyawannya terutama yang perempuan, mereka sibuk mencari muka supaya Sang CEO tertarik, sampai sampai mereka merubah penampilan mereka menjadi lebih seksi.
Dedi sang Ceo jadi sangat dingin dan tak tersentuh, malah Dedi makin jijik melihat penampilan karyawannya yang semakin hari semakin tak pantas. meraka taktau kalau Hati dan jiwa Dedi sudah ada yang memiliki.
Dedi mempelajari berkas yang ada di meja kerjanya hingga jam makan siang pun tiba, Dia pergi ke restoran yang tak jauh tempat Fitness milik Bibi. Dedi tidak konsen dengan makanannya dia hanya fokus melihat orang yang keluar masuk di tempat Gym dimana Tari pun berada disana.
__ADS_1
Pandangan Dedi berhenti di satu titik tepat pada Tari yang saat itu keluar dari tempat fitness, penampilan Tari sangat memukau walau pun Tari hanya memakai baju kaos lengan pendek dan celana leging selutut dengan rambut di cepol asal, sehingga memperlihatkan leher jenjangnya. Dedi rasa tak rela jika Tari dilirik oleh laki laki lain.
Aku tak menyangka Tari.. Kau bisa membuat aku menggila kepada mu. " ucap Dedi dalam hati. tidak akan ku biarkan orang lain memiliki mu, karena kau hanya milikku seorang hanya milikku, Aku bersumpah akan menghancurkan orang orang yang ingin mendekati mu.