
Penyebab berubahnya sikap Ken menjadi sosok iblis yang buas, tak lain karena gadis itu. Mendadak keluar magis dalam jumlah yang besar, hingga tubuh Ken yang kekurangan langsung menyerap dengan lahap.
Kejadiannya terlalu singkat, sampai Si Raja Iblis itu tak dapat mengontrol diri. Liar terus mengendalikan pikirannya.
Ken sama sekali tidak sadar dengan apa yang telah diperbuat olehnya. Bahkan dia pun tak tahu jika waktu itu Yui hampir terbunuh. Jika saja lambat menjauhkan jarak diantara mereka, mungkin Yui Maona tidak akan ada di dunia ini lagi.
Lonjakan magis terpancar dari tubuh Yui dikarenakan gejolak dari jantung yang berpacu sangat kencang. Spontan Ken menangkap semua magis hingga kehilangan akal sehat. Dia terus memeras seluruh magis di dalam tubuh Yui, sampai diluar kendali berubah menjadi sosok iblis kehausan darah.
"Kamu ga ingat?" tanya Yui tak menyangka. Matanya melotot tidak habis pikir. Setelah apa yang sudah dilakukan pria bejat sana ... ternyata dia melupakannya. "Bego!" amuk Yui dengan api membara di mata.
Kring-Kring!
Dering ponselnya bergetar dahsyat. Langsung Yui merogoh tas yang terjinjing di bahu. Dengan buru-buru gadis itu melihat pelaku yang sudah membuat amukannya padam.
Deg!
Jantungnya berdebar-debar melihat nama Riyu terpampang jelas di layar ponselnya. Hatinya kembali terguncang. Dia tak menyangka jika pria posesif itu berani menghubunginya lagi.
"Ck," decak Yui tak suka. Sudut bibirnya naik sebelah ketika nama itu tertangkap matanya. "Cowo gila ini kenapa lagi?" Terus Yui menggerutu.
Dia mengabaikan panggilan Riyu dan berusaha tak terusik. Berulang kali bergetar, dia tetap tak menghiraukan. Dia enggan mendengar suara mantan pacarnya itu.
Ternyata pria itu tak patah semangat, langsung dia mengirimkan pesan pada Yui, dimana dia mengatakan bahwa dirinya sudah berada di depan komplek apartemen. Jika Yui tidak keluar, maka pria itu terpaksa harus naik ke atas menemui gadis tersebut.
"Argh! Nyebelin deh. Dia kenapa sih ganggu mulu?" Alisnya mengerut. Sungguh dia tak ingin jika sampai pria itu sampai naik ke atas untuk menemuinya. Selain muak melihat Riyu, dia juga tak ingin jika sampai mantan pacarnya melihat keberadaan Ken.
"Apa yang kau kesal kan dari tadi?" tanya Ken keheranan melihat betapa pahit wajah gadis itu. Belum lagi dia begitu bising mendengar umpatan yang keluar dari mulut Yui.
__ADS_1
"Kenapa, sih? Ga kamu, ga dia ... semua buat pusing!" Yui menghentakkan kakinya untuk turun menemui Riyu di depan komplek.
...****************...
Rahangnya mengeras terkatup rapat. Langkahnya yang panjang membuat bahunya terlihat menantang. Bahkan tampak dari alisnya yang bertaut. Dia sangat garang dilihat dari jauh.
"Apa lagi, ha?!" tanyanya dengan suara keras bahkan sebelum kakinya selesai berayun mendekati pria itu. Dia melipat tangan bajunya yang panjang lalu berkacak pinggang kemudian. "Ga ngerti bahasa manusia? Dibilangin jangan ganggu aku, dengar ga, sih?" Untuk kesekian kalinya kata-kata kasar keluar dari mulut tajamnya.
"Aku ga mau putus. Kamu belum ngerti juga. Dari awal aku kasih tahu ke kamu, aku tuh ga akan mau pisah dari kamu," jelasnya dengan nada yang hampir naik.
Yui memutar bola matanya. Dia mengibaskan tangannya dengan cepat untuk menghilangkan didihan amarahnya. "Muak banget lihat kamu," ungkap Yui kesal.
Kalimat menyakitkan itu ternyata tidak menusuk hati Riyu yang kokoh. Dia tak pedulikan sepedas apa kata-kata dari mulut pujaan hatinya, semua tidak akan merusak perasaannya terhadap Yui. Baginya kehadiran Yui adalah satu hal yang penting.
"Ya, aku salah. Aku akui! Tapi ga mungkin gara-gara hal sepele kamu mutusin hubungan kita. Tiga tahun, Yui. Kita udah lama pacaran. Kamu harusnya paham posisi aku." Riyu terus mencoba merayu hati gadis itu. "Aku harus ngurusin perusahaan papa. Ini juga demi kamu," tambahnya terus menjelaskan.
Riyu tersentak hatinya. "Apa? Kamu kok sembarangan gitu? Aku ga pernah selingkuh dari kamu," sergah Riyu. Memang lah pria itu tidak pernah memiliki niatan untuk mencari simpanan. "Kamu ... Yui ... aku ga ngerti lagi sama kamu." Riyu begitu kecewa karena belahan jiwanya sebegitu tidak percaya pada kesetiannya. Sungguh dia tak pernah melakukan hal bejat seperti itu.
"Mana ada maling ngaku!" sangkal Yui tidak ingin mempercayai pembenaran Riyu.
Sementara di waktu yang sama, Ken menghampiri Yui sebab khawatir jika kejadian waktu itu terulang lagi. "Wanita ceroboh itu takutnya ditabrak pesawat kali ini," celetuk Ken melawak berbarengan dengan rasa cemas.
Dia tergopoh-gopoh mencari keberadaan Yui dari mulai keluar gedung apartemen, sampai tiba di depan keduanya. Riyu dan Yui.
"Ken!" Yui menoleh ke arah belakang sebab mendengar jerit panggilan dari mulut Raja Iblis itu.
Mata ken yang sinis langsung menyala melihat sosok pria berada di samping Yui. Sangat dekat, sampai Ken merasa risih melihat kedekatan keduanya.
__ADS_1
"Tikus dari mana ini?" tanya Ken dengan sebelah alis terangkat. Bingungnya sangat jelas tergambar.
Riyu yang tengah buncah, teralihkan dengan kedatangan pria tampan juga bertubuh gagah. Sangat menawan, sampai timbul rasa iri dalam benaknya.
"Dia siapa?" tanya Riyu merasa terancam.
"Aku adalah Raja ...."
Dengan cepat Yui menutup mulut Ken dengan telapak tangannya. Dia tak bisa membiarkan Ken mengoceh di depan Riyu.
Tentunya Riyu tercengang melihat Yui begitu dekat dengan pria berkarisma sana. Dia terbelalak heran. "Cih, kamu bilang aku selingkuh? Ternyata kamu yang selingkuh. Seharusnya kamu bilang kalau memang udah bosan. Ga perlu sampai bohong dan nuduh aku yang nggak-nggak," kata Riyu kecewa.
Yui tidak bisa menjelaskan situasi ini pada Riyu. Jika dia beralasan, pasti Riyu tidak akan percaya. Lebih baik menjadikan momen tersebut untuk mengakhiri hubungan dengan Riyu. "Iya! Karena kamu udah tahu, sekarang jangan ganggu aku lagi!" tegas Yui. Dia langsung beranjak pergi bersama dengan Ken.
Dia ternyata pantang menyerah. Riyu mengejar Yui hingga sampai di basement tempat dia parkir. "Yui!" Cobanya menangkap tangan gadis yang berayun cepat itu. "Aku ga percaya, kamu pasti bohong, kan?"
Langsung gadis tersebut menepiskan genggaman Riyu. Wajahnya memunculkan ekspresi terancam. Hingga Ken mulai bersiap menghantam tubuh rapuh pria itu.
Matanya menyilaukan sebuah niat untuk membunuh. Dia menjangkau tangan yang digunakan Riyu saat menggenggam Yui tadi. Tanpa belas kasih, Ken meremuk tulang Riyu hingga terdengar suara retakan.
Krek!
Sangat jelas menyapa telinga mereka. Sakitnya bukan main. Dia tersungkur lemah menahan sembilu di tangan. "Agh!" Lengkingan keras keluar dari mulutnya.
Sigap, Yui memegangi tubuh Riyu yang tengah terkapar lemah. Wajahnya panik ketakutan melihat Riyu tumbang dengan rintih menyedihkan.
Dia begitu mencemaskan mantan pacarnya tersebut. "Riyu! Kamu ... kamu bertahanlah. Aku bawa kamu ke rumah sakit sekarang!" Dia begitu tegang sebab khawatir dengan kondisi Riyu.
__ADS_1
Yui langsung menatap Ken penuh amarah. "Ini semua karena kamu! Harusnya kamu ga perlu lakukan ini!" bentak Yui menyalahkan Ken. "Pernah ga sih kamu mikir dulu sebelum lakuin sesuatu ? Emang dasar kamu iblis!" Murkanya terlukis sempurna. "Ck," decaknya merendahkan Ken. "Aku lupa ... ga ada iblis yang punya hati!" bengisnya.